Info Sekolah
Sabtu, 13 Jul 2024
  • SMKN 10 Semarang siap menerima siswa baru dengan delapan jurusan sebanyak 540 siswa#SMKN 10 Semarang membuka jurusan baru Manajemen Logistik

Menjadi Warga Negara

Diterbitkan : - Kategori : Kerohanian

Pernahkah Anda menjalankan tugas, berwisata, atau karena suatu keperluan tertentu pergi di luar negeri? Berapa lama pun Anda tinggal di negara orang, suatu saat pasti akan kembali lagi ke negara yang telah menjadi identitas Anda sebagai warga negara. Mengapa? Karena sebagai warga negara, Anda memiliki hak dan jaminan yang diberikan oleh negara, serta memiliki kewajiban untuk membangun negara dan melakukan peraturan yang telah ditetapkan.

Seperti halnya kita yang secara sah menjadi menjadi warga negara dari suatu bangsa tertentu, kita pun juga memiliki kewarganegaraan sebagai ciptaan TUHAN. Kitab Mazmur 119:19 tertulis: “Aku ini orang asing di dunia, janganlah sembunyikan perintah-perintah-Mu terhadap aku.” Dari kutipan ayat tersebut Pemazmur mengajarkan bahwa kita adalah milik TUHAN, yang suatu saat pasti akan kembali kepada-NYA. Beberapa hal penting yang Pemazmur ingin sampaikan kepada kita, yaitu:

  1. Dunia adalah tempat tinggal yang sementara. Ketika kita tinggal di tempat yang bukan menjadi bagian kita, maka tempat tersebut menjadi tempat yang asing bagi kita. Dimanakah tempat kita sesungguhnya? Rasul Paulus di dalam Kitab Filipi 3:20 menjawab: “Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat.” Jadi, bagi Pemazmur dan Rasul Paulus, dunia adalah tempat untuk mengerjakan tugas yang diberikan TUHAN dengan sungguh-sunguh dan penuh tanggung jawab sesuai dengan bagiannya masing-masing. Setelah menyelesaikan tugas, maka Sang Pemberi tugas akan memanggil pulang kembali ke tempat asalnya, yaitu sorga.
  2. Melakukan pekerjaan di dunia penuh dengan cobaan dan tipu daya, bahkan kita sering melakukan kesalahan dan mengalami kegagalan. Kesuksesan dan kekayaan yang bisa diraih pun hanya sementara, karena dunia begitu gelap dan kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi kemudian. Menyadari hal tersebut, Pemazmur sangat menginginkan perintah-perintah TUHAN, yaitu Firman-NYA, seperti tertulis dalam Kitab Mazmur 119:105: “Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.” Tanpa Firman TUHAN, kita akan berjalan dalam kegelapan. Tanpa Firman TUHAN juga kita mudah tersesat dan salah arah.

Bayangkan, ketika Anda akan bepergian ke suatu tempat yang asing dan belum pernah Anda kunjungi. Apa yang Anda butuhkan? Pasti Anda membutuhkan petunjuk, arahan, bahkan alamat dan peta yang jelas, bukan? Tanpa semua itu, Anda yang mencapai tujuan dalam waktu yang lebih lama, atau bahkan mungkin tidak sampai pada tujuan. Di jaman modern saat ini, salah satu kemajuan teknologi yaitu google map, mempermudah kita untuk mencapai suatu tujuan dengan cepat.

Firman TUHAN yang kita pegang teguh akan menguatkan, mendidik, menasehati, dan menegur kita agar tidak terperangkap oleh jerat, dan terjerumus di dalam lobang atau jurang di depan yang tidak bisa kita lihat, karena jalan di dunia ini sangat gelap gulita. Sungguh, kita membutuhkan terang dan peta kehidupan melalui Firman-NYA.

Sungguh suatu kebanggaan dan kebahagiaan menjadi warga negara kerajaan sorga, karena kita dapat menikmati berkat yang TUHAN sediakan, menerima pertolongan dan penyertaan TUHAN dalam melaksanakan setiap pekerjaan selama di dunia. Namun, sebagai warga negara kerajaan sorga, kita pun juga wajib melakukan perintah-perintah TUHAN, yang akan menuntun kita kepada jalan yang benar, serta menjadi berkat kepada bagi orang lain. Renungan hari ini mengingatkan agar hati dan pikiran kita tidak terikat dengan segala kenikmatan yang didapatkan di dunia, karena itu semua hanya sementara dan akan kita tinggalkan. Dan hanya TUHAN yang akan menjadi milik kita satu-satunya Yang Abadi.

AMIN, TUHAN memberkati.

Penulis: Arimurti Asmoro, S.Pd., M.Pd

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Beri Komentar