Info Sekolah
Kamis, 22 Feb 2024
  • SMKN 10 Semarang Meraih Juara 2 Lomba Inovasi Sekolah Tahun 2023

RA. Kartini dan Memerdekakan Perempuan

Diterbitkan :

Perempuan terutama pada masa penjajahan Belanda, selalu menjadi pihak inferior (kelas bawah), mengalami subordinasi, dan mendapatkan stigma bahwa perempuan tidak pantas berpendidikan tinggi. Sehingga hal itu membuat R.A. Kartini tergerak untuk memberdayakan perempuan, ia juga berjuang untuk pendidikan perempuan. RA. Kartini memulai perjuangannya dengan mendirikan sekolah untuk perempuan, yang bertujuan  agar  para perempuan pribumi dapat memperbaiki kedudukan kaum perempuannya. Beliau mengajar membaca dan menulis, mengukir, membatik serta menjahit kepada para perempuan di sekitar pendopo Kabupaten Jepara.

Cita-cita dan semangat perjuangannya tertuang dalam surat-surat yang dikirimkan kepada sahabatnya, termasuk kepada Abendanon. RA. Kartini juga kerap menuliskan pemikirannya di majalah De Hollandsche Leile, dan mendapatkan sahabat pena bernama Stella Zeehandelaar.

Kartini juga menginginkan para perempuan bisa mengaji, membaca dan menulis. Para perempuan terutama pribumi bisa merdeka dalam memperoleh pendidikan, sehingga perempuan tidak hanya sebagai konco wingking.

Kartini mengaji dan belajar agama dengan Mbah Sholeh Darat Semarang yang merupakan ulama terkemuka pada masa itu. Sepanjang belajar dengan Mbah Sholeh Darat, beliau terinspirasi mempelajari isi kandungan ayat-ayat  Al-Qur’an lebih dalam setelah Mbah Sholeh Darat menjelaskan sedikit tafsir surat al-Fatihah. RA. Kartini meminta kepada gurunya itu  untuk menafsirkan isi kandungan Al-Quran yang ditulis dengan huruf arab kitab pegon (bahasa jawa yang ditulis dengan huruf arab). Sampai saat ini kitab tersebut masih dikaji diberbagai pesantren di Indonesia.

Cita-cita Kartini agar perempuan bangsanya merdeka untuk belajar dan mengaji patut kita contoh. Kita sebagai perempuan generasi penerus bangsa hendaknya melanjutkan perjuangan Kartini dengan terus belajar, memperjuangkan hak-hak pendidikan, pekerjaan dan kehidupan yang sejahtera.

“SMK Negeri 10 Semarang, dari Semarang untuk Indonesia”

Penulis: Ummi Nihayah, S.Pd., Guru PPL PPG Unnes Mapel Fisika

Editor: Tim Humas

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Beri Komentar