Info Sekolah
Jumat, 12 Jul 2024
  • SMKN 10 Semarang siap menerima siswa baru dengan delapan jurusan sebanyak 540 siswa#SMKN 10 Semarang membuka jurusan baru Manajemen Logistik

Pengenalan Budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Galangan Kapal

Diterbitkan :

Budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di galangan kapal sangat penting untuk menjaga keberlanjutan operasional dan kesejahteraan pekerja di lingkungan kerja yang sering kali penuh dengan potensi risiko. Penerapan K3 yang baik akan mengurangi risiko kecelakaan kerja, cedera, penyakit akibat kerja, serta meningkatkan produktivitas kerja.

Pada pelajaran Dasar Teknik Konstruksi Kapal Kelas X  KKB SMK Negeri 10 Semarang, sangat perlu diberikan materi tentang budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja khususnya di galangan kapal, sehingga saat Siswa melaksanakan PKL pada kelas XI dan XII dapat paham dan menerapkan dengan benar tentang budaya K3 di galangan kapal yang menjadi lokasi kerja Siswa Kompetensi KKB.

Berikut adalah pengenalan budaya K3 di galangan kapal pada pelajaran dasar teknik konstruksi kapal baja:

  1. Pemahaman tentang risiko kerja: Para pekerja harus memiliki pemahaman yang baik tentang risiko kerja yang mungkin terjadi di galangan kapal, seperti risiko terjatuh dari ketinggian, terkena bahan kimia berbahaya, kecelakaan alat berat, dan lain-lain. Pemahaman tentang risiko ini harus menjadi dasar bagi setiap pekerja dalam menjalankan
  2. Penerapan langkah-langkah pengendalian risiko: Para pekerja harus tahu cara mengendalikan risiko kerja, seperti penggunaan alat pelindung diri (APD) yang sesuai, pengaturan alat dan peralatan kerja yang aman, serta tindakan pencegahan lainnya seperti pengaturan area kerja yang bersih dan tertata dengan
  3. Kepatuhan terhadap peraturan dan standar K3: Para pekerja harus memaham dan mengikuti peraturan dan standar K3 yang berlaku di galangan kapal, termasuk peraturan pemerintah, standar industri, dan kebijakan Ini termasuk pemahaman terhadap prosedur darurat, prosedur evakuasi, dan pelaporan kecelakaan kerja.
  4. Kepemimpinan dan partisipasi aktif: Manajemen dan para pemimpin di galangan kapal harus memimpin dengan contoh dalam menerapkan budaya K3. Mereka harus memberikan arahan yang jelas, memastikan pelaksanaan standar K3, dan melibatkan pekerja dalam proses pengambilan keputusan terkait K3. Para pekerja juga harus berpartisipasi aktif dalam program K3, memberikan masukan, dan melaporkan kondisi yang berpotensi
  5. Pendidikan dan pelatihan: Pendidikan dan pelatihan mengenai K3 harus menjadi bagian integral dari program pelatihan para pekerja di galangan Para pekerja harus diberikan pemahaman yang memadai tentang risiko kerja, pengendalian risiko, penggunaan APD, dan prosedur darurat.
  6. Budaya saling mengingatkan: Para pekerja di galangan kapal harus saling mengingatkan dan saling memantau dalam menjaga K3. Mereka harus berani melaporkan kondisi yang berbahaya, memberikan peringatan kepada rekan kerja, dan menghindari tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri atau rekan

Demikian pengenalan budaya dan manfaat budaya K3 bagi pekerja yang harus terus dilakukan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan: Budaya K3 di galangan kapal harus selalu dievaluasi dan diperbaiki secara berkelanjutan.

“SMK Negeri 10 Semarang, dari Semarang untuk Indonesia”

Penulis: Septiyo Ariyanto, S.Pd., Guru Produktif KKB

Editor: Tim Humas

Artikel ini memiliki

1 Komentar

AGUS ROCHADI
Kamis, 6 Apr 2023

K3 merupakan kebutuhan kegiatan dilapangan untuk mencegah terjadinya suatu peristiwa atau kejadian yang akan merugikan sehingga perlu diantisipasi awal.

Balas

Beri Komentar