Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, dunia memasuki era yang disebut sebagai disrupsi informasi. Era ini ditandai dengan derasnya arus informasi yang begitu cepat, melimpah, dan tidak selalu terverifikasi kebenarannya. Informasi dapat menyebar luas dalam hitungan detik melalui berbagai platform digital, seperti media sosial, aplikasi perpesanan, dan portal berita daring. Sementara hal ini membawa kemudahan dalam mengakses pengetahuan, di sisi lain, masyarakat juga dihadapkan pada banjir informasi yang sering kali bersifat menyesatkan, provokatif, dan bahkan mengandung ujaran kebencian serta ideologi yang bertentangan dengan nilai-nilai bangsa.
Fenomena ini menjadi tantangan serius bagi ketahanan nasional, khususnya dalam menjaga dan menumbuhkan semangat nasionalisme di tengah masyarakat. Arus globalisasi dan penetrasi budaya asing, jika tidak disikapi secara bijak, dapat melemahkan identitas kebangsaan dan rasa cinta tanah air. Nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa mulai tergerus oleh kepentingan pragmatis, individualisme, serta polarisasi sosial dan politik yang dipicu oleh informasi tidak bertanggung jawab.
Dalam konteks ini, membangun dan memperkuat nasionalisme menjadi sangat penting. Nasionalisme bukan hanya sekadar cinta tanah air, tetapi juga kesadaran kolektif untuk menjaga keutuhan NKRI, menghormati perbedaan, dan menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi atau golongan. Di era disrupsi informasi, nasionalisme harus bertransformasi menjadi kesadaran kritis yang mampu memilah informasi secara cerdas, bersikap bijak dalam bermedia, dan aktif menjaga integrasi bangsa.
Pemerintah dan seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda dan aparatur sipil negara, perlu mengambil peran strategis dalam menanamkan kembali nilai-nilai kebangsaan melalui pendekatan yang kontekstual dan relevan. Salah satu pendekatan tersebut adalah melalui penguatan Core Values ASN BerAKHLAK, yang merupakan cerminan konkret dari nilai-nilai Pancasila dalam perilaku dan pelayanan publik. Nilai-nilai ini menjadi fondasi moral dan etika yang sangat dibutuhkan dalam membangun karakter bangsa yang tangguh, berdaya saing, dan tetap berakar pada identitas nasional.
Dengan demikian, membangun nasionalisme di era disrupsi informasi bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendesak untuk memastikan Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai bangsa yang bersatu, berdaulat, dan berkepribadian luhur.
Nasionalisme di Era Disrupsi Informasi
Disrupsi informasi menyebabkan kebingungan dan polarisasi di masyarakat. Hoaks, ujaran kebencian, dan narasi yang memecah belah mudah tersebar luas, bahkan memengaruhi persepsi publik terhadap ideologi negara. Di sinilah Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi pemersatu menjadi kunci untuk menjaga kohesi sosial. Namun, nilai-nilai Pancasila tidak akan hidup hanya sebagai slogan; mereka harus dihidupi dan diamalkan dalam tindakan nyata oleh seluruh elemen bangsa, terutama aparatur negara.
BerAKHLAK sebagai Manifestasi Nilai Pancasila
Core Values BerAKHLAK adalah nilai dasar yang menjadi pedoman bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam menjalankan tugas dan fungsinya. “BerAKHLAK” merupakan singkatan dari Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.
Core Values BerAKHLAK adalah konkretisasi dari nilai-nilai Pancasila dalam perilaku ASN dan seluruh masyarakat Indonesia. Orientasi pada pelayanan mencerminkan semangat kemanusiaan dan keadilan sosial. Akuntabilitas dan kompetensi menunjukkan tanggung jawab serta profesionalisme yang selaras dengan semangat demokrasi dan kedaulatan rakyat. Harmoni dan loyalitas mencerminkan semangat persatuan, sementara sikap adaptif dan kolaboratif adalah kunci menghadapi tantangan global dengan tetap berpijak pada jati diri bangsa.
Transformasi Nilai Menuju Tindakan
Menjadikan Pancasila sebagai kekuatan hidup di era digital memerlukan transformasi nilai menjadi perilaku nyata. ASN sebagai garda terdepan pelayanan publik harus mampu menjadi teladan dalam mempraktikkan nilai-nilai BerAKHLAK. Di saat informasi dapat dimanipulasi untuk kepentingan sempit, ASN harus menjadi penjaga nilai, penyaring informasi, sekaligus penguat semangat kebangsaan di ruang digital maupun nyata.
Penutup
Hari Lahir Pancasila adalah panggilan moral bagi seluruh anak bangsa untuk kembali kepada jati diri Indonesia yang berakar pada nilai-nilai luhur. Dengan memperkuat Core Values BerAKHLAK sebagai refleksi dari Pancasila, kita tidak hanya menjaga nasionalisme tetap hidup, tetapi juga menguatkan ketahanan bangsa di tengah arus disrupsi informasi. Momentum ini adalah saat yang tepat untuk membangun karakter bangsa yang berintegritas, adaptif, dan tetap berakar pada semangat persatuan Indonesia.
“Ciptakan Inovasi, Tebarkan Manfaat”
“SMK Negeri 10 Semarang, dari Semarang untuk Indonesia”
Penulis: Yusuf Trisnawan, S.Pd., Guru Mapel PKn
Penyunting: Tim Humas dan Literasi

Beri Komentar