Info Sekolah
Minggu, 01 Feb 2026
  • SMK Negeri 10 Semarang menjadi Terbaik I Kelembagaan dengan Prestasi Terbanyak Jenjang SMK Cabdin I

Masihkah Metode Ceramah dilakukan dalam pembelajaran?

Diterbitkan :

Metode ceramah adalah cara penyajian pelajaran yang di lakukan oleh guru dengan penuturan atau penjelasan secara langsung di hadapan peserta didik dan metode yang memang sudah ada sejak adannya pendidikan.”

Metode ceramah ini termasuk metode yang paling banyak digunakan karena biaya murah dan mudah di lakukan, memungkinkan banyak materi yang di sampaikan, adannya kesempatan bagi guru untuk menekankan bagian yang penting, dan pengaturan kelas dapat di lakukan secara sederhana. Mengajar dengan metode ceramah berarti memberikan suatu informasi melalui pendengaran siswa, siswa dapat memahami apa yang di sampaikan oleh guru dengan cara mendengarkan apa yang telah guru ucapkan.

Selain itu, metode ceramah juga merupakan metode penyampaian bahan pelajaran secara lisan dan langsung. Banyak guru memilih metode ini karena mudah di terapkan dan tidak memerlukan alat khusus atau desain kegiatan siswa.

Dalam hal ini peserta hanya di haruskan untuk melihat dan mendengar serta mencatat tanpa komentar infomasi penting dari guru yang selalu di anggap benar itu di kalangan siswa terdapat mekanisme psikologis yang memungkinkan mereka untuk menolak dan memperoleh informasi dari guru.

Apa tujuan metode ceramah?

Dalam proses pembelajaran di sekolah, tujuan metode ceramah adalah menyampaikan bahan yang bersifat informasi (konsep, pengertian, prinsip- prinsip) yang banyak serta luas. Secara spesifik metode ceramah bertujuan untuk:

  1. Menciptakan landasan pemikiran peserta didik melalui produk ceramah yaitu bahan tulisan peserta didik sehingga dapat belajar melalui bahan tertulis hasil ceramah.
  2. Menyajikan garis-garis besar isi pelajaran dan permasalahanyang terdapat dalam isi pelajaran
  3. Merangsang peserta didik untuk belajar mendiri dan menumbuhkan rasa ingin tahu melalui pemerkayaan belajar
  4. Memperkenalkan hal-hal baru dan memberikan penjelasan secara gamblang.
  5. Sebagi langkah awal untuk metode yang lain dalam upaya menjelaskan prosedur – prosedur yang harus di tempuh peserta didik. Alasan guru menggunakan metode ceramah harus benar- benar dapat di pertanggung jawabkan.

Adapun Kelebihan-kelebihan dari metode ceramah, antara lain: Praktis dari sisi persiapan, efisien dari sisi waktu dan biaya, dapat menyampaikan materi yang banyak, mendorong guru untuk menguasai materi, peserta didik tidak perlu persiapan, peserta didik langsung menerima ilmu pengetahuan, mendorong peserta didik untuk menjadi lebih serius dan foku, pengajar dapat mengendalikan/menguasai kelas secara penuh sehingga guru Lebih mudah mengontrol kelas, pengajar dapat menyampaikan pelajaran secara luas, dan gambling, dapat di ikuti oleh jumlah anak didik yang banyak, dan hubungan emosional antara pengajar dengan peserta lebih dekat.

Dalam teknik berceramah mempunyai keunggulan pula seperti yang kita lihat bahwa guru akan lebih mudah mengawasi ketertiban siswa dalam mendengarkan pelajaran, di sebabkan mereka melakukan kegiatan yang sama. Bagi guru juga ringan, karena perhatiannya tidak terbagi-bagi atau terpecah-pecah.

Teknik pengajaran melalui model ceramah dari dahulu sampai sekarang masih berjalan dan paling banyak digunakan, Sehingga dapat di simpulkan bahwa keleebihan metode ceramah setidaknya ada 3 yakni:

  1. Efisien dalam menyampaikan informasi. Metode ceramah dapat efisien dalam menyampaikan informasi kepada banyak siswa dalam waktu yang relatif singkat. Ini dapat membantu memastikan bahwa informasi penting di sampaikan dengan jelas dan tepat waktu.
  2. Menghemat waktu. Metode ceramah dapat menghemat waktu karena hanya satu orang yang menyampaikan informasi dan tidak ada waktu yang terbuang untuk berdiskusi atau berlatih.
  3. Meningkatkan pengetahuan. Metode ceramah dapat membantu siswa meningkatkan pengetahuan mereka tentang topik tertentu, terutama jika penyampaian informasi di lakukan oleh ahli atau praktisi di bidang yang relevan.

Beberapa kelemahan model ceramah yaitu:

  1. Guru lebih aktif sedangkan murid pasif karena perhatian hanya terpusat pada guru
  2. Terdapat unsur paksaan untuk mendengarkan. Siswa seakan di haruskan mengikuti segala apa yang di sampaikan oleh guru, meskipun murid ada yang bersifat kritis karena guru di anggap selalu benar
  3. Siswa akan lebih bosan dan merasa mengantuk, karena dalam metode ini, hanya guru yang aktif dalam proses belajar mengajar, sedangkan para peserta didik hanya duduk diam mendengarkan
    penjalasan yang telah di berikan oleh guru.
  4. Siswa dengan gaya belajar visual akan bosan dan tidak dapat menerima informasi atau pengetahuan, pada anak dengan gaya belajar auditori hal ini mungkin cukup menarik.
  5. Guru yang kurang memiliki kemampuan retorika akan menimbulkan kejenuhan pada peserta didik.
  6. Evaluasi proses pembelajaran sulit di kendalikan karena tidak ada titik pencapaian yang jelas. Sehingga sulit mengetahui apakah peserta didik sudah memahami apa yang di jelaskan atau belum. 
  7. Materi yang dikuasai siswa sangat terbatas dan akan tergantung pada apa yang di sampaikan oleh guru. 
  8. Guru di anggap selalu benar dan peserta didik di haruskan untuk mengikuti apa yang di sampaikan oleh guru. 
  9.  Cenderung verbalisme dan kurang merangsang. Sehingga, Peserta didik menjadi kurang kreatif karena hanya mengandalkan materi yang disampaikan guru.

Sehingga dapat di simpulkan bahwa kelemahan metode ceramah setidaknya ada 3 yakni:

  1. Kurang interaktif. Metode ceramah sering kali kurang interaktif karena hanya satu orang yang menyampaikan informasi. Ini dapat membuat siswa bosan dan kehilangan fokus jika tidak di sampaikan dengan cara yang menarik dan menantang.
  2. Tidak memfasilitasi pemahaman yang mendalam. Metode ceramah mungkin tidak membantu siswa memahami topik secara mendalam karena siswa hanya menerima informasi dan tidak terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran.
  3. Tidak cocok untuk semua jenis pembelajaran. Metode ceramah mungkin tidak cocok untuk semua jenis pembelajaran, terutama jika topik memerlukan keterlibatan aktif dan praktik, seperti keterampilan interpersonal atau kemampuan praktis.

Oleh karena itu, metode ceramah dapat menjadi metode pembelajaran yang efektif dalam situasi tertentu, tetapi perlu di kombinasikan dengan metode pembelajaran lainnya untuk memenuhi kebutuhan pembelajaran yang berbeda dari setiap siswa dan memastikan pembelajaran yang efektif.

“Ciptakan Inovasi, Tebarkan Manfaat”

“SMK Negeri 10 Semarang, dari Semarang untuk Indonesia”

Penulis: Joko Suwignyo, ST, S.Pd., Guru Produktif Teknik Sepeda Motor

Penyunting: Tim Humas dan Literasi

Artikel ini memiliki

2 Komentar

Suparman, S.Pd
Kamis, 24 Apr 2025

👍👍👍

Balas
Dra.Warni
Jumat, 25 Apr 2025

BAGUS DAPAT MENGINSPIRASI

Balas

Beri Komentar