Bulan Ramadhan merupakan momen istimewa bagi umat Islam untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan. Di SMK N 10 Semarang, kegiatan keagamaan selama bulan suci ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan pemahaman agama, tetapi juga membentuk karakter siswa agar lebih siap menghadapi dunia kerja. Oleh karena itu, sekolah menerapkan pendekatan sosial emosional dalam kegiatan keagamaan, sehingga siswa tidak hanya mendapatkan wawasan keagamaan, tetapi juga mengembangkan kecerdasan emosional dan sosial mereka.
Pendekatan sosial emosional sangat penting bagi siswa SMK karena mereka berada dalam tahap transisi menuju dunia kerja yang menuntut keseimbangan antara keterampilan, etika, dan mental yang kuat. Melalui pendekatan ini, siswa diajak untuk memahami nilai-nilai ibadah dalam kehidupan sehari-hari, mengelola emosi mereka dengan baik, menumbuhkan kepedulian sosial, membangun interaksi yang positif, serta mengambil keputusan yang bertanggung jawab berdasarkan ajaran Islam. Dengan metode ini, kegiatan keagamaan tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi juga sarana pembentukan karakter dan penguatan mental bagi siswa.
Di SMK N 10 Semarang, pendekatan sosial emosional diterapkan dalam berbagai kegiatan selama bulan Ramadhan untuk menciptakan suasana yang inklusif dan penuh makna bagi seluruh siswa. Salah satu kegiatan utama bagi siswa Muslim adalah salat berjamaah dan tadarus, di mana mereka tidak hanya menjalankan ibadah secara bersama-sama, tetapi juga melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Membaca Al-Qur’an atau tadarus memberikan efek menenangkan bagi jiwa, membantu mengurangi stres, kegelisahan, dan tekanan emosional, serta memberikan ketenangan batin. Selain itu, kultum interaktif menjadi wadah bagi siswa untuk berbagi pengalaman tentang tantangan menjalankan ibadah di tengah kesibukan belajar dan praktik kerja, sekaligus menumbuhkan kesadaran spiritual dan kedekatan sosial di antara mereka.
Namun, kegiatan keagamaan di bulan Ramadhan di SMK N 10 Semarang tidak hanya diperuntukkan bagi siswa Muslim. Sekolah juga menyediakan kegiatan keagamaan bagi siswa non-Muslim sebagai bentuk penghormatan terhadap keberagaman dan pembinaan nilai-nilai spiritual. Siswa non-Muslim dapat mengikuti kegiatan renungan dan refleksi keagamaan sesuai dengan keyakinan mereka, seperti membaca kitab suci, diskusi nilai-nilai moral, serta penguatan karakter berdasarkan ajaran agama masing-masing.
Pendekatan sosial emosional juga diwujudkan melalui simulasi etika dalam dunia kerja berdasarkan nilai-nilai agama, yang melatih siswa dalam menghadapi dilema etika di lingkungan kerja. Selain itu, sekolah menyediakan ruang curhat, di mana siswa dapat berbagi permasalahan emosional atau kesulitan dalam beribadah, serta mendapatkan bimbingan spiritual dari guru agama atau teman sebaya. Dengan cara ini, siswa dapat memperoleh dukungan emosional yang membantu mereka menjalani ibadah dengan lebih baik dan memahami nilai-nilai agama secara lebih mendalam.
Pendekatan ini membawa dampak positif bagi siswa, antara lain meningkatkan kesadaran spiritual, membentuk karakter yang lebih baik, mempererat hubungan sosial di lingkungan sekolah, dan membekali mereka dengan kesiapan mental untuk menghadapi dunia kerja. Dengan metode ini, kegiatan keagamaan di bulan Ramadhan tidak hanya menjadi ajang peningkatan spiritualitas, tetapi juga menjadi kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan diri secara emosional dan sosial.
Pendekatan ini memastikan bahwa seluruh siswa, tanpa memandang latar belakang keagamaan, mendapatkan kesempatan untuk memperdalam spiritualitas mereka dan membangun karakter yang lebih baik. Dengan adanya pendekatan sosial emosional, kegiatan keagamaan di bulan Ramadhan menjadi lebih inklusif, di mana setiap siswa merasa dihargai dan memiliki ruang untuk bertumbuh secara spiritual, emosional, dan sosial. Oleh karena itu, penerapan pendekatan sosial emosional dalam kegiatan keagamaan di SMK N 10 Semarang perlu terus dikembangkan agar semakin relevan dan bermanfaat bagi kehidupan siswa di masa depan.
“Ciptakan Inovasi, Tebarkan Manfaat”
“SMK Negeri 10 Semarang, dari Semarang untuk Indonesia”
Penulis: Ermy Dara Yuspa, S.Pd., Mahasiswa PPL PPG Unissula
Penyunting: Tim Humas dan Literasi

Beri Komentar