Info Sekolah
Minggu, 01 Feb 2026
  • SMK Negeri 10 Semarang menjadi Terbaik I Kelembagaan dengan Prestasi Terbanyak Jenjang SMK Cabdin I

Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN) Menggunakan Model Pembelajaran TPS (Think Pair Share) di SMK

Diterbitkan :

Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN) memiliki peran krusial dalam membentuk karakter dan kesadaran kewarganegaraan siswa. Di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), pengelolaan pembelajaran PPKN memerlukan pendekatan yang inovatif dan interaktif. Salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan adalah Think Pair Share (TPS). Artikel ini akan membahas bagaimana pengelolaan pembelajaran PPKN dengan menggunakan model TPS dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di SMK.
Pengertian Model Pembelajaran TPS (Think Pair Share): Model pembelajaran TPS adalah suatu metode yang mengajak siswa untuk berpikir, berkolaborasi, dan berbagi ide. Model ini terdiri dari tiga tahap utama: “Think” (berpikir), “Pair” (berpasangan), dan “Share” (berbagi). Siswa diminta untuk mempertimbangkan suatu pertanyaan atau masalah, berdiskusi dengan pasangan, dan kemudian berbagi pandangan mereka dengan seluruh kelas.
Penerapan Model TPS dalam Pembelajaran PPKN di SMK: 1) Tahap “Think” (Berpikir): Guru memunculkan pertanyaan atau situasi yang berkaitan dengan materi PPKN, Siswa diberi waktu untuk merenung dan mencerna informasi yang telah dipelajari, Siswa mencatat pemikiran atau jawaban mereka secara individu; 2) Tahap “Pair” (Berpasangan):Siswa berpasangan dengan teman sekelas, Mereka berdiskusi tentang jawaban atau pemikiran masing-masing, Kolaborasi antar siswa membantu mengembangkan pemahaman yang lebih dalam; 3) Tahap “Share” (Berbagi): Setelah berdiskusi dalam pasangan, setiap pasangan membagikan pemikiran mereka kepada seluruh kelas, Guru memfasilitasi diskusi kelompok atau mengundang beberapa pasangan untuk berbagi hasil diskusi mereka.
Keunggulan Model TPS dalam Pembelajaran PPKN di SMK: 1) Meningkatkan Keterlibatan Siswa, Model TPS mendorong partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran. Mereka tidak hanya mendengarkan, tetapi juga terlibat secara langsung dalam proses berpikir dan berdiskusi; 2) Membangun Keterampilan Komunikas kolaborasi antar siswa dalam model TPS membantu meningkatkan keterampilan komunikasi. Siswa belajar untuk mengartikulasikan pemikiran mereka secara jelas dan menghargai pandangan teman sekelas; 3) Memperdalam Pemahaman Materi: melalui tahap “Think”, siswa memiliki kesempatan untuk merenung dan memahami konsep dengan lebih mendalam sebelum berdiskusi dengan teman sekelas. Hal ini dapat meningkatkan retensi informasi; 4) Mendorong Pemikiran Kritis: Model TPS mendorongsiswa untuk mempertimbangkan berbagai sudut pandang dan memecahkan masalah bersama-sama. Ini melatih keterampilan pemikiran kritis mereka.
Strategi Pengelolaan Pembelajaran PPKN dengan Model TPS di SMK: 1) Penyusunan Pertanyaan Relevan: Guru perlu merancang pertanyaan yang relevan dengan materi PPKN dan mampu merangsang pemikiran siswa; 2) Pembagian Waktu dengan Bijak: Guru perlu membagi waktu dengan bijak untuk setiap tahap TPS agar seluruh proses pembelajaran dapat berjalan lancer; 3) Pemilihan Pasangan Secara Bijak: Memilih pasangan secara bijak dapat meningkatkan efektivitas diskusi. Guru perlu memastikan bahwa pasangan terdiri dari siswa dengan tingkat pemahaman yang sejajar; 4) Pemanfaatan Teknologi: Guru dapat memanfaatkan teknologi, seperti platform daring atau aplikasi khusus, untuk melaksanakan model TPS secara efisien; 5) Evaluasi Hasil Pembelajaran: Setelah menerapkan model TPS, guru dapat melakukan evaluasi terhadap pemahaman siswa. Tes, diskusi kelompok, atau proyek kelompok dapat menjadi alat evaluasi yang efektif.
Penerapan model pembelajaran TPS dalam pengelolaan pembelajaran PPKN di SMK membawa dampak positif terhadap semangat belajar siswa. Model ini memberikan ruang bagi siswa untuk aktif berpikir, berkolaborasi, dan berbagi ide, yang pada akhirnya meningkatkan pemahaman dan keterlibatan mereka dalam pembelajaran. Dengan menciptakan suasana kelas yang dinamis dan interaktif, pengelolaan pembelajaran PPKN dengan model TPS di SMK dapat memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan siswa dalam memahami dan menginternalisasi nilai-nilai Pancasila dan kewarganegaraan.
“Ciptakan Inovasi, Tebarkan Manfaat”

“SMK Negeri 10 Semarang, dari Semarang untuk Indonesia”
Penulis: Drs. Agus Subiyanto, M.Si., Guru Mapel Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Penyunting: Tim Humas dan Literasi

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Beri Komentar