Pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam pembentukan karakter dan peningkatan pengetahuan peserta didik. Salah satu pendekatan yang semakin diterapkan di berbagai lembaga pendidikan adalah metode pembelajaran aktif yang bisa mendorong peserta didik untuk menjadi subjek belajar yang aktif, memiliki kebebasan untuk berpikir dan berekspresi, sehingga peserta didik bukan hanya menjadi objek yang menerima informasi saja. Diantara sekian metode pembelajaran yang menarik dan dapat memberikan pengalaman langsung kepada peserta didik, salah satunya adalah Metode Jelajah Alam Sekitar (JAS). Sebagai upaya mewujudkan kemerdekaan dalam belajar, dikatakan bahawa merdeka dalam belajar artinya siswa memiliki kebebasan untuk berpikir dan berekspresi. Jadi, bukan berarti siswa tidak perlu belajar lagi tetapi siswa memiliki kebebasan untuk berpikir dan berekspresi Artikel ini akan membahas tentang pentingnya JAS sebagai wujud merdeka belajar dalam elemen pengetahuan bahan.
Metode Jelajah Alam Sekitar (JAS) adalah pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan kegiatan di alam bebas sebagai bagian dari proses pembelajaran. JAS tidak hanya mencakup kegiatan di luar ruangan, tetapi juga memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber pembelajaran. Melalui JAS, peserta didik diajak untuk belajar secara aktif, mengamati, dan mengumpulkan informasi dari lingkungan sekitar mereka. Merdeka belajar menjadi fokus utama dalam penerapan Metode Jelajah Alam Sekitar. Peserta didik diberikan kebebasan untuk mengeksplorasi, mengamati, dan belajar dari lingkungan sekitar mereka. Dalam proses ini, mereka dapat mengembangkan keterampilan observasi, analisis, dan pemecahan masalah secara langsung. Kemampuan untuk belajar secara mandiri ini menciptakan pengalaman belajar yang bermakna dan relevan bagi peserta didik.
Elemen pengetahuan bahan mengacu pada pengetahuan dasar yang diperlukan oleh peserta didik. Dalam konteks Metode Jelajah Alam Sekitar, elemen ini dapat terkait dengan pengetahuan tentang lingkungan, ekologi, sains alam, dan sebagainya. JAS membuka pintu bagi peserta didik untuk mengaitkan teori dengan pengalaman nyata, membuat pembelajaran lebih menyenangkan dan aplikatif. Keuntungan Metode Jelajah Alam Sekitar antara lain : a. Motivasi dan Antusiasme Tinggi: Keterlibatan langsung dalam lingkungan alam membantu meningkatkan motivasi dan antusiasme peserta didik terhadap pembelajaran, b. Pembelajaran Kontekstual: JAS memberikan konteks nyata untuk pembelajaran, memungkinkan peserta didik untuk melihat keterkaitan antara teori dan praktik, c. Pengembangan Keterampilan Abad 21: Melalui JAS, peserta didik dapat mengembangkan keterampilan kritis, kreatif, berpikir kritis, dan berkolaborasi. d. Kesadaran Lingkungan: Peserta didik menjadi lebih sadar akan lingkungan dan keberlanjutan, menciptakan sikap peduli terhadap alam.
Implementasi Metode Jelajah Alam Sekitar memerlukan perencanaan dan kolaborasi antara guru, siswa, dan pihak sekolah. Guru perlu merancang kegiatan yang relevan dengan materi pelajaran, sementara siswa diajak untuk aktif berpartisipasi dalam proses pembelajaran. Kesimpulannya adalah bahwa Metode Jelajah Alam Sekitar (JAS) tidak hanya menciptakan pengalaman belajar yang unik tetapi juga mengintegrasikan konsep merdeka belajar dalam proses pembelajaran. Dengan memberikan kebebasan kepada peserta didik untuk mengeksplorasi dan belajar dari lingkungan sekitar, JAS menjadi langkah positif dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Melalui pendekatan ini, diharapkan peserta didik dapat memperoleh pengetahuan bahan secara lebih bermakna dan aplikatif, membawa dampak positif dalam perkembangan kognitif dan karakter mereka.
“Ciptakan Inovasi, Tebarkan Manfaat”
“SMK Negeri 10 Semarang, dari Semarang untuk Indonesia”
Penulis: Hesti Sulistiyowati, S.Pd, M.Si., Guru Produktik Teknik Pemesinan Kapal
Penyunting: Tim Humas dan Literasi

Beri Komentar