Artikel ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan trainer sistem kelistrikan mobil dalam meningkatkan keterampilan kerja siswa jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) di SMK. Metode penelitian menggunakan desain eksperimen semu (quasi experiment) dengan model pretest-posttest control group. Subjek penelitian terdiri dari dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang menggunakan trainer kelistrikan mobil dan kelas kontrol yang menggunakan metode praktik langsung pada kendaraan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan trainer memberikan peningkatan signifikan terhadap keterampilan siswa dalam membaca wiring diagram, melakukan diagnosis, dan perbaikan sistem kelistrikan. Dengan visualisasi komponen dan rangkaian yang lebih sistematis, trainer terbukti menjadi alat bantu pembelajaran efektif di lingkungan SMK.
Pembelajaran kejuruan di SMK, khususnya pada jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR), menekankan pada penguasaan keterampilan kerja yang sesuai dengan standar dunia industri. Salah satu kompetensi yang penting dikuasai oleh siswa adalah sistem kelistrikan mobil, yang mencakup sistem starter, pengisian, penerangan, dan kelistrikan bodi.
Namun, proses pembelajaran sistem kelistrikan seringkali menghadapi kendala, seperti keterbatasan unit kendaraan untuk praktik, kerumitan dalam penelusuran kabel, dan kurangnya pemahaman siswa terhadap wiring diagram. Untuk mengatasi hal tersebut, trainer sistem kelistrikan hadir sebagai solusi inovatif. Trainer ini merupakan alat bantu yang dirancang untuk mensimulasikan sistem kelistrikan kendaraan secara nyata, namun lebih terstruktur dan aman digunakan dalam proses pembelajaran.
Pembelajaran kejuruan di SMK bertujuan membekali peserta didik dengan pengetahuan dan keterampilan yang aplikatif sesuai tuntutan dunia kerja. Pada program keahlian Teknik Kendaraan Ringan (TKR), salah satu materi esensial adalah sistem kelistrikan kendaraan, yang mencakup pemahaman terhadap wiring diagram, penggunaan alat ukur, diagnosis gangguan, dan perbaikan sistem kelistrikan kendaraan. Keterampilan kerja siswa SMK meliputi tiga domain utama, yaitu kognitif, afektif, dan psikomotorik. Keterampilan psikomotorik khususnya sangat penting untuk menghasilkan lulusan yang terampil dan siap kerja. Dalam pembelajaran sistem kelistrikan, siswa sering menghadapi kesulitan memahami hubungan antar komponen karena alur arus listrik tidak tampak secara fisik. Hal ini menimbulkan perlunya media bantu yang mampu menyederhanakan pemahaman siswa terhadap materi tersebut.
Salah satu solusi yang efektif adalah penggunaan trainer sistem kelistrikan mobil, yakni perangkat simulasi pembelajaran yang dirancang menyerupai sistem kelistrikan pada kendaraan nyata. Trainer memberikan visualisasi komponen secara terbuka, jalur kabel yang rapi, serta dilengkapi dengan fault simulator untuk latihan diagnosis. Menurut Heinich et al. (2005), media pembelajaran yang bersifat konkrit dan dapat dimanipulasi seperti trainer mampu meningkatkan keterlibatan siswa dan memperkuat pengalaman belajar langsung (experiential learning).
Penggunaan trainer terbukti meningkatkan efektivitas pembelajaran, terutama dalam hal penguasaan keterampilan teknis. Efektivitas tersebut dapat diukur melalui peningkatan hasil belajar siswa sebelum dan sesudah penggunaan media, ketuntasan praktik berdasarkan rubrik keterampilan, serta tingkat pemahaman siswa terhadap sistem yang diajarkan. Slavin (2006) menyatakan bahwa efektivitas pembelajaran terjadi ketika terjadi perubahan perilaku belajar siswa yang positif, baik dalam aspek kognitif maupun psikomotorik, sebagai hasil dari stimulus pembelajaran tertentu. Dengan demikian, penggunaan trainer sistem kelistrikan mobil tidak hanya meningkatkan keterampilan kerja siswa, tetapi juga mendukung pendekatan pembelajaran aktif dan kontekstual yang dibutuhkan dalam pendidikan vokasi.
Implementasi
Penggunaan trainer sistem kelistrikan mobil dalam pembelajaran di jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) dilakukan melalui pendekatan praktik langsung yang terstruktur. Trainer digunakan sebagai media praktik yang dirancang menyerupai sistem kelistrikan mobil sebenarnya, lengkap dengan wiring diagram, komponen nyata, serta fault simulator untuk mensimulasikan kerusakan. Siswa dibagi dalam kelompok kecil dan melakukan kegiatan membaca wiring diagram, melakukan pengukuran menggunakan multimeter, mendiagnosis kerusakan, serta memperbaiki dan menguji ulang rangkaian. Proses pembelajaran dimulai dengan demonstrasi oleh guru, dilanjutkan praktik mandiri oleh siswa, dan diakhiri dengan diskusi serta refleksi. Evaluasi dilakukan menggunakan rubrik penilaian keterampilan kerja, dan hasilnya menunjukkan peningkatan kemampuan siswa dalam memahami alur kelistrikan dan menyelesaikan permasalahan teknis. Trainer terbukti efektif karena memberikan visualisasi yang jelas, aman digunakan, dan mampu menumbuhkan kepercayaan diri serta keterlibatan aktif siswa dalam proses belajar.
Manfaat
Penggunaan trainer sistem kelistrikan mobil memberikan sejumlah manfaat signifikan dalam proses pembelajaran di jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR). Trainer memungkinkan siswa untuk memahami konsep kelistrikan kendaraan secara visual dan interaktif, sehingga memudahkan mereka dalam membaca wiring diagram, mengenali komponen, dan menelusuri alur arus listrik dengan lebih jelas. Selain itu, trainer memberikan pengalaman praktik yang aman dan efisien tanpa risiko merusak kendaraan asli, serta dapat digunakan secara berulang dalam berbagai simulasi gangguan melalui fitur fault simulator. Hal ini meningkatkan keterampilan diagnosis dan pemecahan masalah siswa secara bertahap. Trainer juga mendorong pembelajaran mandiri dan kolaboratif karena dapat digunakan dalam kelompok kecil, serta memperkuat keterampilan psikomotor siswa yang sangat dibutuhkan di dunia kerja. Secara keseluruhan, trainer menjadi media yang efektif dalam meningkatkan mutu pembelajaran, efisiensi waktu praktik, dan kesiapan siswa dalam menghadapi tantangan teknis di industri otomotif.
Penggunaan trainer sistem kelistrikan mobil dalam pembelajaran siswa jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) memberikan berbagai manfaat nyata yang mendukung peningkatan kualitas pembelajaran praktik. Secara teknis, trainer memungkinkan siswa untuk melihat susunan komponen kelistrikan secara terbuka dan sistematis, sehingga mempermudah dalam memahami konsep dasar arus listrik, membaca wiring diagram, serta melakukan pengukuran dan diagnosis secara tepat. Dari segi keselamatan dan efisiensi, penggunaan trainer lebih aman dan praktis karena tidak memerlukan kendaraan asli yang kompleks dan sulit diakses komponennya. Trainer dapat digunakan secara berulang dan terjadwal, sehingga lebih efisien dari sisi waktu, alat, dan biaya operasional. Selain itu, trainer meningkatkan kepercayaan diri dan keterlibatan aktif siswa dalam praktik, karena mereka dapat belajar dari kesalahan dan memperbaikinya langsung dalam suasana belajar yang kondusif. Dengan demikian, trainer menjadi sarana yang efektif untuk membentuk keterampilan teknis siswa secara bertahap dan terarah, sebagai bekal menghadapi dunia kerja yang menuntut ketepatan diagnosis dan efisiensi perbaikan sistem kelistrikan kendaraan.
“Ciptakan Inovasi, Tebarkan Manfaat”
“SMK Negeri 10 Semarang, dari Semarang untuk Indonesia”
Penulis: Faisal Rasya Susanto, Mahasiswa Lantip 5 Unnes, Mapel Teknik Otomotif
Penyunting: Tim Humas dan Literasi

Beri Komentar