Info Sekolah
Sabtu, 22 Jun 2024
  • SMKN 10 Semarang siap menerima siswa baru dengan delapan jurusan sebanyak 540 siswa#SMKN 10 Semarang membuka jurusan baru Manajemen Logistik

Belajar Bilangan Berpangkat dengan Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) pada Konsep Merdeka Belajar

Diterbitkan :

Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) merupakan suatu pendekatan yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan matematika Peserta Didik melalui pemanfaatan konteks nyata dalam proses belajar mengajar. Konsep “Merdeka Belajar” adalah upaya pendekatan kurikulum 2013 di Indonesia untuk memberikan kebebasan kepada Peserta Didik dalam mengeksplorasi dan mengembangkan potensi diri mereka dalam pembelajaran. Artikel ini akan menjelaskan bagaimana PMRI dapat diterapkan dalam pembelajaran bilangan berpangkat dengan pendekatan “Merdeka Belajar.”

Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI)

PMRI adalah suatu pendekatan pembelajaran matematika yang diperkenalkan oleh RME (Realistic Mathematics Education) dari Belanda. PMRI diadopsi di Indonesia untuk memberikan solusi terhadap permasalahan pembelajaran matematika yang masih bersifat konvensional dan kurang relevan dengan kehidupan sehari-hari Peserta Didik. Pendekatan ini memiliki beberapa karakteristik penting, seperti penggunaan konteks nyata, konstruksi pengetahuan oleh Peserta Didik, dan pemanfaatan bahasa sebagai alat berpikir. Dalam konteks pembelajaran bilangan berpangkat, PMRI memungkinkan Peserta Didik untuk merasakan matematika dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Penerapan PMRI pada Bilangan Berpangkat

Dalam pembelajaran bilangan berpangkat, PMRI memungkinkan Guru untuk menggunakan situasi kontekstual yang dapat memotivasi Peserta Didik untuk memahami konsep-konsep tersebut secara lebih mendalam. Misalnya, Guru dapat memulai pembelajaran dengan kasus nyata seperti mengukur luas area lahan pertanian yang akan digunakan untuk menanam pohon berpohon tiga. Dalam konteks ini, Peserta Didik akan diberikan tugas untuk mencari cara menghitung luas lahan dan menentukan jumlah pohon yang dapat ditanam. Dengan menggunakan pendekatan ini, Peserta Didik dapat lebih mudah memahami konsep bilangan berpangkat dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu langkah awal dalam penerapan PMRI pada pembelajaran bilangan berpangkat adalah memberikan kesempatan kepada Peserta Didik untuk berdiskusi dan berbagi pemahaman mereka tentang konsep tersebut. Guru dapat memulai dengan pertanyaan sederhana seperti, “Apa yang kamu ketahui tentang bilangan berpangkat?” atau “Bagaimana kamu bisa menjelaskan bilangan berpangkat dalam kata-katamu sendiri?” Diskusi ini akan membantu Guru untuk mengidentifikasi pemahaman awal Peserta Didik dan merancang pembelajaran yang sesuai dengan tingkat pemahaman mereka.

Selanjutnya, Guru dapat memberikan Peserta Didik masalah nyata yang melibatkan konsep bilangan berpangkat. Misalnya, Guru dapat memberikan masalah seperti, “Jika seorang petani memiliki lahan persegi dengan panjang sisi 5 meter dan dia ingin menanam pohon berpohon dua di seluruh lahan tersebut, berapa banyak pohon yang dapat dia tanam?” Dalam kasus ini, Peserta Didik akan ditantang untuk mengidentifikasi hubungan antara panjang sisi lahan dan jumlah pohon yang dapat ditanam, yang merupakan konsep dasar dari bilangan berpangkat.

Selama proses pemecahan masalah, Guru dapat memfasilitasi diskusi kelompok kecil di antara Peserta Didik. Diskusi ini memungkinkan Peserta Didik untuk saling berbagi ide dan mencoba mencari solusi bersama. Selain itu, Guru dapat mengajukan pertanyaan yang mengarahkan Peserta Didik untuk merumuskan aturan atau pola yang mendasari masalah tersebut. Misalnya, “Apa yang kamu temukan tentang hubungan antara panjang sisi lahan dan jumlah pohon yang dapat ditanam?”

Selain itu, Guru dapat mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran bilangan berpangkat. Penggunaan perangkat lunak matematika interaktif atau aplikasi perhitungan matematika dapat membantu Peserta Didik untuk memvisualisasikan konsep bilangan berpangkat dengan lebih baik. Dengan teknologi, Peserta Didik dapat dengan mudah melakukan perhitungan yang rumit dan melihat bagaimana perubahan dalam nilai-nilai berpengaruh pada hasil akhir.

Pendekatan “Merdeka Belajar”

Konsep “Merdeka Belajar” merupakan upaya untuk memberikan kebebasan kepada Peserta Didik dalam mengelola proses pembelajaran mereka sendiri. Dalam konteks pembelajaran bilangan berpangkat, “Merdeka Belajar” memungkinkan Peserta Didik untuk mengeksplorasi berbagai sumber belajar, seperti buku teks, video pembelajaran, atau sumber belajar daring, sesuai dengan preferensi dan kebutuhan mereka.

Dalam pendekatan ini, Guru berperan sebagai fasilitator pembelajaran yang mendukung Peserta Didik dalam mengejar pemahaman yang lebih dalam tentang bilangan berpangkat. Guru dapat memberikan arahan awal, memberikan pertanyaan yang mendorong pemikiran kritis, dan memberikan umpan balik konstruktif saat diperlukan. Namun, Peserta Didik memiliki kebebasan untuk memilih cara mereka ingin belajar dan mengeksplorasi materi dengan metode yang mereka anggap paling efektif.

Salah satu aspek penting dari konsep “Merdeka Belajar” adalah pemberian tanggung jawab kepada Peserta Didik dalam mengevaluasi pemahaman mereka sendiri. Peserta Didik diajak untuk merencanakan dan melaksanakan aktivitas pembelajaran mereka sendiri, mengidentifikasi tujuan pembelajaran, dan menilai kemajuan mereka. Dengan memberikan kontrol kepada Peserta Didik atas pembelajaran mereka, konsep ini menciptakan lingkungan di mana Peserta Didik menjadi lebih mandiri dan bertanggung jawab atas proses pembelajaran mereka.

Dalam penerapan Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) pada konsep Merdeka Belajar, Peserta Didik menjadi subjek yang aktif dalam proses pembelajaran mereka. Seperti yang disebutkan oleh Zulkardi, seorang peneliti utama dalam PMRI, “PMRI membuka pintu bagi Peserta Didik untuk mengalami matematika dalam konteks yang nyata, dan Merdeka Belajar memberikan mereka kebebasan untuk menentukan jalannya sendiri, sehingga mereka benar-benar memahami apa yang mereka pelajari.” Ini menciptakan pengalaman belajar yang lebih mendalam dan relevan bagi Peserta Didik, membantu mereka meraih pemahaman yang kuat tentang konsep bilangan berpangkat, dan mendorong kemandirian dalam proses pembelajaran.

Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) pada konsep Merdeka Belajar adalah kombinasi yang kuat untuk meningkatkan pembelajaran bilangan berpangkat. Dengan memanfaatkan konteks nyata, memberikan Peserta Didik kebebasan untuk mengeksplorasi, dan memfasilitasi pemahaman mereka sendiri, pendekatan ini memungkinkan Peserta Didik untuk memahami konsep matematika secara lebih mendalam dan relevan. Dengan bantuan Guru sebagai fasilitator, Peserta Didik dapat meraih pemahaman yang kuat tentang bilangan berpangkat, yang akan membantu mereka dalam pemecahan masalah dalam kehidupan sehari-hari mereka dan dalam pengembangan keteraPMRImpilan matematika yang kuat. Dengan  dan konsep Merdeka Belajar, pembelajaran matematika menjadi lebih hidup, menarik, dan bermakna bagi Peserta Didik.

“SMK Negeri 10 Semarang, dari Semarang untuk Indonesia”

Penulis: Af’idatin, S.Pd., Guru Mapel Matematika

Editor: Tim Humas

Artikel ini memiliki

4 Komentar

Antar Subandono
Jumat, 31 Mei 2024

Metode belajar yg sangat bagus

Balas
Maskur
Jumat, 31 Mei 2024

Alhamdulillah

Balas
Suparman, S.Pd
Jumat, 31 Mei 2024

Mantap👍

Balas
Johan h
Senin, 3 Jun 2024

Literasi yang menginspirasi

Balas

Beri Komentar