Info Sekolah
Senin, 02 Feb 2026
  • SMK Negeri 10 Semarang menjadi Terbaik I Kelembagaan dengan Prestasi Terbanyak Jenjang SMK Cabdin I

Efikasi Diri Dalam Proses Pembelajaran Dapat Meningkatkan Kompetensi Siswa

Diterbitkan :

SMK Negeri 10 Semarang memiliki 8 jurusan salah satunya adalah Teknik Pengelasan, dimana jurusan ini telah membekali siswa dengan kompetensi keahlian di bidang pengelasan dan fabrikasi logam, berbagai strategi telah diterapkan oleh guru kejuruan teknik pengelasan untuk membekali siswa hingga menemukan potensi yang selama ini terpendam dalam diri siswa. Kemajemukan atau kondisi siswa yang heterogen menjadi tantangan tersendiri bagi guru pengampu dalam proses pembelajaran, pembelajaran di sekolah akan berjalan dengan baik salah satu faktornya adalah siswa berperan aktif untuk melibatkan diri sendiri, sehingga terjadi semacam ikatan antara siswa dengan sekolah.

Efikasi diri atau melibatkan diri dalam proses pembelajaran menjadi konsep penting yang berkaitan dengan hasil dari pendidikan, efikasi diri merupakan suatu sikap untuk melibatkan diri dengan guru, sekolah dan teman secara emosional, sehingga siswa terlibat aktif dalam suatu kegiatan yang dapat meningkatkan kepercayaan diri.

Siswa dapat terlibat secara aktif di sekolah dibedakan dalam empat sub tipe yaitu akademik yang baik (academic), berpartisipasi dalam kegiatan sekolah baik intrakurikuler, co kurikuler maupun ekstrakurikuler (behavior), strategi dalam pengaturan diri dan penentuan tujuan (kognitif) dan merasa terikat dengan sekolah (psikologis). Keterlibatan siswa memiliki tiga aspek yaitu perilaku, kognitif dan emosi

  1. Keterlibatan Perilaku (Behavior Engagement). Keterlibatan perilaku adalah Ketika siswa menunjukkan tingkah laku yang positif, seperti mengikuti aturan di sekolah, menaati norma-norma yang ada di kelas maupun di tempat praktik atau tidak melakukan Tindakan yang berlawanan seperti membuat masalah di sekolah atau tidak masuk sekolah. Siswa juga terlibat dalam pembelajaran dan tugas-tugas akdemik, usaha dalam menyelesaikan tugas dan terlibat dalam aktifitas-aktifitas disekolah seperti kegiatan ekstrakurikuler
  2. Keterlibatan Emosi (Emotional Engagement). Keterlibatan emosi lebih mengacu kepada reaksi siswa secara emosi di sekolah, hal ini mengacu pada ketertarikan dengan niali-nilai yang dimiliki oleh siswa, sehingga siswa memiliki perasaan bosan, Bahagia, sedih atau cemas, termasuk kepada teman, guru atau pembelajaran yang diberikan. Semakin siswa memiliki nilai-nilai yang berorientasi kepada masa depan, dan ketertarikan siswa akan merasa Bahagia dan terikat dalam pembelajaran di sekolah
  3. Keterlibatan Kognitif (Cognitive Engagement). Keterlibatan kognitif adalah keterlibatan yang spesifik terkait dengan hal-hal yang berhubungan dengan investasi psikologis dalam pembelajaran seperti mencoba memahami pembelajaran, fleksibel dalam penyelesaian masalah, positif dalam menghadapi kegagalan dan menekankan pada strategi dalam pembelajaran

Efikasi diri dipengaruhi oleh dua faktor yaitu dari dalam individu dan luar individu, faktor individu cenderung ke kepribadian siswa sendiri, sedangkan faktor dari luar terdiri dari berbagai macam aspek yaitu lingkungan, yang didalamnya terdapat hubungan antar teman sebaya, keluarga dan lingkungan kelas dan komunitas

Self efficacy berhubungan dengan kinerja pekerjaan, pilihan karir, pembelajaran dan pencapaian, dan kemampuan beradaptasi dengan teknologi baru, oleh karena itu para guru pengampu harus menyakinkan siswa bahwa ia mampu melakukan sesuatu dalam situasi tertentu yang ditunjukkan dengan mempunyai level atau tingkatan yang lebih tinggi dalam menghadapi kesulitan, menilai kemampuan berfungsi di berbagai aktivitas, serta mempunyai kekuatan untuk bertahan dengan usahanya.

Dimensi yang dapat mempengaruhi performa individu dalam keterlibatan siswa antara lain:

  1. Level yaitu persepsi individu mengeai kemampuannya yang menghasilkan tingkah laku yang akan diukur melalui tingkat tugas yang menunjukkan variasi kesulitan tugas.
  2. Generality. Individu menilai kemampuan mereka berfungsi di berbagai kegiatan tertentu Strength artinya kekuatan, yaitu orang yang mempunyai keyakinan yang kuat, mereka akan bertahan dengan usaha mereka meskipun ada banyak kesulitan dan hambatan. Dimensi ini biasanya berkaitan langsung dengan dimensi level, dimana makin tinggi taraf kesulitas tugas, makin lemah keyakinan yang dirasakan untuk menyelesaikannya.

Siswa yang sedang melaksanakan praktik pengelasan untuk menghasilkan sebuah produk merupakan efikasi diri/keterlibatan diri dalam proses pembelajaran jurusan Teknik Pengelasan

“Ciptakan Inovasi, Tebarkan Manfaat”

“SMK Negeri 10 Semarang, dari Semarang untuk Indonesia”

Penulis: Nasi’in Samsul Huda, S.Pd., Guru Produktif Teknik Pengelasan

Penyunting: Tim Humas dan Literasi

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Beri Komentar