Pendidikan vokasi adalah landasan penting dalam membentuk generasi penerus yang memiliki keterampilan dan kompetensi di bidang tertentu. Pendidikan di SMK Teknik Kendaraan Ringan (TKRO) memiliki fokus pada pemahaman dan keterampilan dalam merawat serta memperbaiki kendaraan ringan. Dalam artikel ini, kami akan membahas bagaimana penggunaan “Trainer Kelistrikan Bodi” sebagai sarana peningkatan kompetensi Siswa SMK Negeri 10 Semarang dalam mata pelajaran “Pemeliharaan Kelistrikan Kendaraan Ringan”.
Materi dan Kompetensi Dasar
Dalam konteks pendidikan teknik kendaraan ringan, pemahaman tentang sistem kelistrikan bodi kendaraan ringan adalah hal yang penting. Materi yang diajarkan meliputi prinsip kerja sistem kelistrikan bodi, komponen-komponennya, serta teknik pemeliharaan dan perbaikan yang diperlukan. Kompetensi dasar yang ingin dicapai adalah agar Siswa mampu memahami, mendiagnosis, dan memperbaiki masalah kelistrikan bodi kendaraan ringan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.
Model Pembelajaran
Dalam upaya untuk mengajarkan pemahaman kelistrikan bodi kendaraan ringan, kami menggunakan model pembelajaran yang interaktif dan aplikatif. Trainer Kelistrikan Bodi adalah alat pelatihan yang memungkinkan Siswa untuk memahami teori dan praktik langsung dalam sistem kelistrikan bodi. Dengan alat ini, Siswa dapat merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi pemeliharaan serta perbaikan sistem kelistrikan bodi kendaraan ringan.
Menggunakan alat ini, Siswa bekerja dalam kelompok kecil untuk memecahkan masalah yang diberikan kepada mereka. Mereka harus mendiagnosis masalah dan melakukan perbaikan sesuai dengan SOP yang berlaku. Saya, sebagai pendidik, berperan sebagai fasilitator yang memberikan panduan, memantau kemajuan Siswa, dan memberikan umpan balik.
Obyek dan Sasaran
Sasaran dari penerapan Trainer Kelistrikan Bodi adalah Siswa kelas XII TKRO di SMK Negeri 10 Semarang. Mereka adalah Siswa yang memiliki minat dan bakat dalam bidang otomotif, khususnya dalam perbaikan kendaraan ringan. Pembelajaran ini dirancang untuk memberi mereka pemahaman yang lebih mendalam tentang sistem kelistrikan bodi kendaraan ringan dan keterampilan perbaikan yang relevan.
Refleksi
Setelah melalui proses pembelajaran dengan Trainer Kelistrikan Bodi, Siswa telah berhasil mencapai kompetensi dasar yang ditetapkan. Mereka dapat mendiagnosis masalah pada sistem kelistrikan bodi kendaraan ringan, merencanakan perbaikan, dan melaksanakannya sesuai dengan SOP. Selain itu, mereka juga mengembangkan kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi, dan berkolaborasi, yang sangat penting dalam dunia otomotif.
Hasil Akademik dan Motivasi Siswa
Penerapan model pembelajaran yang interaktif dan aplikatif dengan Trainer Kelistrikan Bodi juga memberikan dampak positif terhadap hasil akademik Siswa. Meningkatnya pemahaman konsep dan keterampilan praktis membuat Siswa meraih hasil belajar yang lebih baik. Mereka merasa lebih termotivasi dalam menghadapi tantangan di dunia otomotif dan meraih prestasi yang lebih tinggi.
Penutup
Penggunaan Trainer Kelistrikan Bodi sebagai sarana peningkatan kompetensi Siswa di SMK Negeri 10 Semarang adalah langkah yang efektif dalam mempersiapkan Siswa untuk menghadapi tantangan di dunia kerja. Pengalaman belajar yang mereka dapatkan dalam mengaplikasikan pengetahuan teori ke dalam situasi nyata akan menjadi bekal berharga dalam karir otomotif mereka. Semoga pengalaman ini dapat menjadi inspirasi bagi pendidik dan Siswa lainnya dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di bidang otomotif.
“Ciptakan Inovasi, Tebarkan Manfaat”
“SMK Negeri 10 Semarang, dari Semarang untuk Indonesia”
Penulis: Wiler Upik, S.Pd., Guru Produktif Teknik Kendaraan Ringan
Penyunting: Tim Humas dan Literasi

Beri Komentar