Info Sekolah
Minggu, 01 Feb 2026
  • SMK Negeri 10 Semarang menjadi Terbaik I Kelembagaan dengan Prestasi Terbanyak Jenjang SMK Cabdin I

Mengidentifikasi WPS (Welding Procedur Specifications)

Diterbitkan :

Belajar materi pengelasan sangat menarik karena menghadirkan kombinasi antara teori dan praktik yang langsung terasa relevan dengan dunia industri. Dalam pembelajaran pengelasan, siswa tidak hanya belajar tentang konsep-konsep dasar seperti jenis-jenis logam dan teknik pengelasan, tetapi juga memiliki kesempatan untuk langsung mengaplikasikan keterampilan tersebut dalam situasi nyata.

Melalui praktik langsung menggunakan mesin las dan bahan logam, siswa dapat merasakan sensasi pengelasan yang sebenarnya dan melihat hasil dari kerja keras mereka secara langsung. Selain itu, belajar pengelasan juga memungkinkan siswa untuk memahami pentingnya keselamatan kerja, presisi, dan kualitas dalam proses pengelasan, yang merupakan keterampilan yang sangat dihargai dalam dunia industri. Dengan demikian, materi pengelasan tidak hanya menarik secara konseptual, tetapi juga memberikan pengalaman praktis yang berharga bagi siswa dalam mempersiapkan mereka untuk karier di industri pengelasan dan manufaktur.

Dalam tulisan kali ini kita akan belajar apa itu WPS? Welding Prosedur Specifications (WPS) adalah dokumen tertulis yang berisi informasi tentang prosedur pengelasan yang harus diikuti oleh pekerja las untuk menghasilkan sambungan las yang berkualitas dan sesuai dengan standar yang berlaku. WPS adalah salah satu persyaratan dalam sistem manajemen mutu pengelasan, yang bertujuan untuk mengendalikan dan memastikan kualitas pengelasan.

WPS biasanya dibuat oleh perusahaan atau organisasi yang melakukan pengelasan, berdasarkan hasil uji kelayakan prosedur pengelasan (Procedure Qualification Record atau PQR). PQR adalah dokumen yang berisi hasil pengujian sambungan las yang dibuat dengan menggunakan prosedur pengelasan tertentu, untuk memverifikasi bahwa prosedur tersebut dapat menghasilkan sambungan las yang memenuhi kriteria yang ditetapkan.

WPS harus mengandung informasi yang lengkap, jelas, dan spesifik tentang prosedur pengelasan yang digunakan, termasuk:

  1. Identitas WPS. Nomor, tanggal, dan revisi WPS, serta nama dan tanda tangan penyusun dan pemberi persetujuan WPS.
  2. Variabel Pengelasan. Parameter atau kondisi pengelasan yang mempengaruhi kualitas sambungan las, seperti: jenis dan posisi pengelasan, jenis dan diameter elektroda, jenis dan aliran gas pelindung, arus, tegangan, dan kecepatan pengelasan, serta teknik pengelasan yang digunakan.
  3. Bahan yang Dilas. Jenis, spesifikasi, dan dimensi bahan dasar dan bahan tambah yang digunakan dalam pengelasan, serta perlakuan panas sebelum dan sesudah pengelasan jika diperlukan.
  4. Persiapan Sambungan. Cara dan sudut pemotongan, pembersihan, dan penjepitan bahan dasar sebelum pengelasan, serta ukuran dan bentuk celah, sudut, dan landasan yang dibuat untuk pengelasan.
  5. Pemeriksaan dan Pengujian. Metode dan kriteria pemeriksaan dan pengujian yang digunakan untuk mengevaluasi kualitas sambungan las, baik secara visual, mekanik, maupun non-destruktif, serta frekuensi dan catatan pemeriksaan dan pengujian yang dilakukan.

WPS harus disimpan, didistribusikan, dan diimplementasikan dengan baik oleh semua pihak yang terlibat dalam pengelasan, termasuk: insinyur, supervisor, pekerja las, inspektur, dan auditor. WPS harus direvisi atau diganti jika terdapat perubahan dalam prosedur pengelasan, bahan yang dilas, atau standar yang berlaku.

WPS adalah dokumen yang penting dan berguna dalam pengelasan, karena dapat memberikan manfaat, antara lain:

  1. Meningkatkan Kualitas Pengelasan. Dengan mengikuti WPS, pekerja las dapat menghasilkan sambungan las yang konsisten, kuat, dan tahan lama, serta sesuai dengan spesifikasi dan persyaratan yang ditetapkan.
  2. Meningkatkan Efisiensi Pengelasan. Dengan menggunakan WPS, pekerja las dapat menghemat waktu, biaya, dan sumber daya dalam pengelasan, karena mereka tidak perlu melakukan percobaan dan kesalahan dalam menentukan prosedur pengelasan yang tepat.
  3. Meningkatkan Keselamatan Pengelasan. Dengan mematuhi WPS, pekerja las dapat mengurangi risiko terjadinya kecelakaan, kerusakan, atau kegagalan dalam pengelasan, karena mereka dapat menghindari kesalahan, ketidaksesuaian, atau ketidaksesuaian dalam prosedur pengelasan.

Menarik bukan materi di pengelasan? Ayo, jangan ragu untuk masuk jurusan Pengelasan dan Fabrikasi Logam di SMKN 10 Semarang! Dalam jurusan ini, siswa akan dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan praktis yang sangat dibutuhkan dalam industri manufaktur dan konstruksi. Dengan pembelajaran yang berfokus pada teori dan praktik pengelasan, siswa tidak hanya akan memahami konsep-konsep dasar pengelasan, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mengaplikasikan keterampilan tersebut dalam situasi nyata.

Selain itu, fasilitas modern dan tenaga pengajar berpengalaman di SMKN 10 Semarang akan membantu siswa meraih potensi penuh mereka dalam menggeluti bidang ini. Jadi, bagi mereka yang tertarik untuk mengeksplorasi dunia pengelasan dan fabrikasi logam, SMKN 10 Semarang adalah tempat yang tepat untuk memulai perjalanan mereka menuju karier yang sukses di industri.

Penulis : Mohammad Yunan Setyawan, S.Pd, Guru Pengelasan SMKN 10 Semarang

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Beri Komentar