Info Sekolah
Jumat, 27 Feb 2026
  • SMK Negeri 10 Semarang menjadi Terbaik I Kelembagaan dengan Prestasi Terbanyak Jenjang SMK Cabdin I

Semarak Hari ke-7 Ramadhan, Keluarga Besar SMK Negeri 10 Semarang Gelar Sholat Dhuhur Berjamaah dan Tausiyah Keutamaan Ramadhan

Diterbitkan : - Kategori : Berita

SEMARANG – Suasana religius dan penuh kekhidmatan menyelimuti Aula SMK Negeri 10 Semarang pada Rabu, 25 Februari 2026. Bertepatan dengan hari ke-7 bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, keluarga besar sekolah tersebut menggelar kegiatan Sholat Dhuhur Berjamaah yang diikuti oleh guru, karyawan, serta seluruh siswa.

Kegiatan yang dimulai sejak masuk waktu Dhuhur itu menjadi momentum kebersamaan sekaligus penguatan nilai spiritual di lingkungan sekolah. Bertindak sebagai imam dalam sholat berjamaah tersebut adalah Bapak Mohammad Yunan Setiawan, S.Pd., M.Si. Sementara tausiyah kultum disampaikan oleh Bapak Muhammad Miftahurrofi’i dengan mengangkat tema “Keutamaan Bulan Ramadhan”.

Pelaksanaan sholat berlangsung tertib dan khusyuk. Para siswa tampak memenuhi aula, berbaris rapi bersama para guru dan karyawan. Usai sholat, kegiatan dilanjutkan dengan tausiyah yang mengupas makna mendalam bulan Ramadhan sebagai “tamu agung” yang membawa keberkahan.

Dalam tausiyahnya, Muhammad Miftahurrofi’i menegaskan bahwa Ramadhan bukan sekadar bulan ibadah formal. “Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Lebih dari itu, Ramadhan adalah tamu agung yang datang membawa oleh-oleh istimewa bagi siapa saja yang menyambutnya dengan hati yang bersih,” tuturnya di hadapan jamaah.

Ia kemudian mengutip sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim, “Apabila telah masuk bulan Ramadhan, maka dibukalah pintu-pintu surga, ditutuplah pintu-pintu neraka, dan setan-setan pun dibelenggu.” Hadits tersebut, lanjutnya, menggambarkan tiga keutamaan utama Ramadhan yang tidak dimiliki bulan lainnya.

Pertama, dibukanya pintu surga. Menurutnya, hal ini menjadi kesempatan emas bagi umat Islam untuk memperbanyak amal ibadah karena pahala dilipatgandakan. “Shalat sunnah nilainya seperti shalat wajib, dan shalat wajib dilipatgandakan hingga 70 kali lipat dibandingkan bulan lain. Ini momen menimbun bekal sebanyak-banyaknya sebelum pintu itu tertutup kembali,” jelasnya.

Kedua, ditutupnya pintu neraka. Ia mengingatkan bahwa puasa bukan hanya menahan lapar, melainkan juga menjaga lisan, pandangan, dan hati. “Jika kita sungguh-sungguh menjaga puasa, bukan hanya perut yang berpuasa, tetapi juga lisan dari ghibah dan hati dari dengki, maka Allah menjanjikan ampunan serta perlindungan dari api neraka,” katanya.

Ketiga, dibelenggunya setan. Menurutnya, kondisi ini memberikan ruang bagi setiap Muslim untuk melatih diri menjadi pribadi yang lebih taat. “Jika di bulan Ramadhan kita masih mudah berbuat dosa, itu bukan karena setannya yang kuat, melainkan hawa nafsu kita sendiri yang belum mau dikendalikan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan tentang keutamaan Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan. Malam tersebut, katanya, menjadi peluang besar bagi umat Islam untuk meraih ampunan dan keberkahan. “Bayangkan, satu malam saja bisa setara dengan ibadah selama lebih dari 83 tahun. Jangan sampai kita melewatkannya,” ucapnya.

Dalam penutup tausiyah, ia mengajak seluruh peserta menjadikan Ramadhan sebagai titik balik kehidupan. Mengutip firman Allah dalam Surat Al-Baqarah ayat 183 tentang tujuan puasa, ia menekankan pentingnya membentuk pribadi bertakwa. “Mari jadikan puasa sebagai madrasah yang melahirkan insan bertakwa. Gunakan waktu sahur untuk bermunajat, siang hari untuk membaca Al-Qur’an dan bersedekah, serta malam hari untuk shalat Tarawih dan berdoa,” pesannya.

Dengan terselenggaranya Sholat Dhuhur Berjamaah ini, keluarga besar SMK Negeri 10 Semarang berharap nilai-nilai spiritual yang ditanamkan selama bulan suci dapat terus melekat dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya di lingkungan sekolah tetapi juga di tengah masyarakat.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama agar seluruh warga sekolah diberikan kekuatan menjalankan ibadah puasa hingga akhir Ramadhan dan dipertemukan dengan Idul Fitri dalam keadaan fitrah dan suci. Semangat kebersamaan dan kekhusyukan yang tercermin dalam kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa Ramadhan benar-benar dimaknai sebagai bulan pembinaan iman dan karakter bagi seluruh keluarga besar sekolah.

Penulis : Muhammad Suparjo, Guru Pendidikan Agama Islam SMK Negeri 10 Semarang

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Beri Komentar