SEMARANG — Upaya meningkatkan kualitas pengasuhan anak terus diperkuat pemerintah melalui edukasi berbasis keluarga. Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) bekerja sama dengan BKKBN Jawa Tengah menyelenggarakan kegiatan Pendampingan Kualitas Pengasuhan di TAMASYA melalui Kelas Orang Tua Hebat (KERABAT) pada Kamis (26/2/2026). Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan disiarkan langsung melalui YouTube, sehingga dapat diakses oleh masyarakat luas dari berbagai daerah.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Ir. Rusman Efendi, M.M. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa keluarga merupakan fondasi utama dalam membentuk sumber daya manusia yang unggul di masa depan. Menurutnya, keberhasilan pembangunan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas pengasuhan di lingkungan keluarga sejak dini.
“Peran orang tua tidak tergantikan dalam membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter. Melalui kegiatan ini, kami berharap orang tua mendapatkan bekal pengetahuan yang tepat agar mampu mendampingi tumbuh kembang anak secara optimal,” ujar Rusman Efendi.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber utama dr. Reza Fahlevi, Sp.A(K), dokter spesialis anak, yang menyampaikan materi tentang kesehatan anak, khususnya pentingnya imunisasi. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa imunisasi merupakan langkah preventif paling efektif dan aman untuk melindungi anak dari berbagai penyakit berbahaya yang dapat mengancam jiwa.
“Imunisasi bekerja dengan merangsang sistem kekebalan tubuh agar siap melawan penyakit sebelum anak benar-benar terpapar. Ini bukan hanya melindungi individu, tetapi juga membentuk kekebalan kelompok yang melindungi masyarakat luas,” jelas dr. Reza.
Ia juga menyoroti masih adanya keraguan sebagian orang tua terhadap imunisasi akibat informasi yang tidak tepat. Oleh karena itu, edukasi yang berkelanjutan dinilai sangat penting agar orang tua memahami manfaat dan keamanan vaksin bagi anak.
“Orang tua perlu mendapatkan informasi dari sumber yang kredibel. Ketika imunisasi dilakukan sesuai jadwal, risiko penyakit serius seperti campak, polio, atau difteri dapat dicegah secara signifikan,” tambahnya.
Selain aspek kesehatan, kegiatan KERABAT juga membahas pola asuh yang positif dan komunikasi efektif antara orang tua dan anak. Program ini dirancang untuk memperkuat kapasitas keluarga dalam menciptakan lingkungan yang aman, penuh kasih sayang, serta mendukung perkembangan emosional dan sosial anak.
Peserta kegiatan berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah, termasuk kalangan pendidik, tenaga kesehatan, serta masyarakat umum yang memiliki kepedulian terhadap pengasuhan anak. Salah satu institusi pendidikan yang turut berpartisipasi adalah SMK Negeri 10 Semarang yang diwakili oleh guru Bimbingan dan Konseling, Renia Desti Herlinawati, S.Pd.
Renia menilai program KERABAT sangat relevan dengan kebutuhan orang tua dan pendidik saat ini. Ia menyebut kegiatan tersebut memberikan pemahaman praktis mengenai pola asuh yang tepat serta cara membangun komunikasi yang sehat dengan anak, terutama di era digital yang penuh tantangan.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena membantu orang tua memahami bagaimana mendampingi anak dengan pendekatan yang tepat. Kami juga mendapatkan wawasan tentang pentingnya kolaborasi antara sekolah dan keluarga untuk mendukung perkembangan anak secara menyeluruh,” ungkap Renia.
Menurutnya, sinergi antara institusi pendidikan dan keluarga menjadi kunci dalam membentuk karakter serta prestasi anak. Sekolah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan lingkungan rumah yang kondusif.
Program Pendampingan Kualitas Pengasuhan melalui KERABAT di TAMASYA merupakan bagian dari strategi nasional dalam meningkatkan ketahanan keluarga. Melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, pemerintah berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya pengasuhan berbasis ilmu pengetahuan dan nilai-nilai positif.
Antusiasme peserta terlihat dari interaksi aktif selama sesi tanya jawab. Berbagai pertanyaan diajukan, mulai dari jadwal imunisasi yang tepat, cara menghadapi anak dengan perilaku sulit, hingga strategi membangun kedekatan emosional dalam keluarga.
Di akhir kegiatan, penyelenggara berharap ilmu yang diperoleh tidak berhenti pada tataran teori, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Implementasi nyata di lingkungan keluarga maupun tempat kerja diyakini akan memberikan dampak jangka panjang bagi kualitas generasi mendatang.
“Jika keluarga kuat, maka bangsa juga akan kuat. Investasi terbaik bagi masa depan adalah memastikan anak-anak kita tumbuh sehat, cerdas, dan berkarakter,” pungkas Rusman Efendi.
Melalui kegiatan ini, Kemendukbangga dan BKKBN Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program edukasi yang mendukung peran keluarga sebagai pilar utama pembangunan manusia. Harapannya, semakin banyak orang tua yang memiliki pengetahuan dan keterampilan pengasuhan yang tepat, sehingga Indonesia dapat melahirkan generasi unggul yang siap menghadapi tantangan masa depan.
Penulis : Nur Kholifah, S.S., Staff Humas SMKN 10 Semarang

Beri Komentar