Info Sekolah
Rabu, 15 Apr 2026
  • SMK Negeri 10 Semarang mengucapkan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan 1447 H

UPT Kemendikdasmen Bersinergi, Talkshow Ungkap Strategi Nyata Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua di Jawa Tengah

Diterbitkan : - Kategori : Berita

SURAKARTA — Upaya mewujudkan pendidikan bermutu dan merata di Jawa Tengah terus diperkuat melalui sinergi berbagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Hal itu mengemuka dalam talkshow bertajuk “Peran UPT Kemendikdasmen dalam Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua di Jawa Tengah” yang digelar Selasa, 24 Februari 2026, pukul 08.00–10.00 WIB.

Kegiatan yang menghadirkan sejumlah pimpinan UPT strategis tersebut menyoroti peran masing-masing lembaga dalam meningkatkan kualitas pendidikan, mulai dari penjaminan mutu sekolah, pengembangan kompetensi guru, hingga pelindungan bahasa dan sastra. Hadir sebagai pembicara antara lain Kepala Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Tengah Dr. Nugraheni Triastuti, Kepala Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Jawa Tengah Darmadi, serta Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah Dwi Laily Sukmawati.

Dalam paparannya, Nugraheni Triastuti menjelaskan delapan indikator utama penjaminan dan peningkatan mutu pendidikan di Jawa Tengah. Indikator tersebut meliputi Angka Partisipasi Sekolah (APS), kompetensi literasi, kompetensi numerasi, akreditasi PAUD, kompetensi guru S1/D4, iklim keamanan, iklim kebinekaan, dan iklim inklusivitas.

Menurutnya, indikator tersebut menjadi dasar penting bagi pemerintah daerah dan satuan pendidikan dalam merancang kebijakan yang tepat sasaran. “Mutu pendidikan tidak lahir secara kebetulan, tetapi dibangun melalui komitmen, perencanaan yang matang, dan pelaksanaan yang konsisten,” tegas Nugraheni.

Ia menambahkan, kedelapan indikator tersebut dikelompokkan dalam tiga pilar strategis yang saling terintegrasi. Pilar pertama adalah APS yang mencakup program Wajib Belajar 13 Tahun, pemerataan akses pendidikan, sistem penerimaan murid baru, serta pemenuhan sarana prasarana. Pilar kedua adalah LITNUM yang berfokus pada penguatan literasi, numerasi, sains teknologi, pembelajaran mendalam, koding, kecerdasan artifisial, hingga Tes Kemampuan Akademik. Sementara pilar ketiga adalah IKLIM yang menekankan penguatan karakter, kebiasaan anak Indonesia hebat, bimbingan konseling, serta budaya sekolah aman dan nyaman.

“Melalui koordinasi yang kuat dan kolaborasi lintas pihak, kami memastikan layanan pendidikan di Jawa Tengah semakin berkualitas dan berdampak nyata bagi peserta didik,” ujarnya.

Sementara itu, Darmadi memaparkan peran strategis BBGTK dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia pendidikan, khususnya guru dan tenaga kependidikan. Ia menjelaskan bahwa kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh kompetensi pendidiknya.

BBGTK, kata dia, menjalankan lima fungsi utama, yaitu pemetaan kompetensi, pengembangan model pembelajaran, peningkatan kompetensi melalui pelatihan, supervisi dan evaluasi program, serta kemitraan dengan berbagai pihak.

“Pemetaan kompetensi menjadi fondasi penting untuk merancang program pengembangan yang tepat sasaran, sesuai kebutuhan riil di lapangan,” kata Darmadi. Ia menegaskan, pelatihan yang dilakukan dirancang berjenjang dan berkelanjutan agar guru mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan tuntutan pembelajaran abad ke-21.

Darmadi juga mengajak seluruh pemangku kepentingan pendidikan untuk berkolaborasi. “Peningkatan mutu pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Mari kita bergerak bersama untuk mencetak generasi emas Indonesia,” ujarnya.

Di sisi lain, Dwi Laily Sukmawati menyoroti pentingnya bahasa sebagai identitas bangsa sekaligus sarana pembelajaran. Ia menjelaskan bahwa Balai Bahasa memiliki tugas melindungi dan memasyarakatkan bahasa Indonesia serta bahasa daerah di Jawa Tengah.

Program kerja lembaganya meliputi inventarisasi kosakata dan karya sastra, konservasi dan revitalisasi bahasa daerah, pemasyarakatan bahasa Indonesia, kemitraan kebahasaan, hingga layanan kebahasaan kepada masyarakat.

Ia juga memaparkan empat program prioritas, yakni kecakapan literasi, pemartabatan bahasa Indonesia, pelestarian bahasa dan sastra daerah, serta internasionalisasi bahasa Indonesia. “Bahasa merupakan identitas bangsa yang harus kita jaga dan lestarikan untuk generasi mendatang,” tegas Dwi Laily.

Menurutnya, di tengah arus globalisasi, penguatan bahasa Indonesia dan bahasa daerah sangat penting untuk menjaga jati diri sekaligus memperkuat daya saing bangsa di tingkat internasional.

Talkshow ini diikuti oleh berbagai pemangku kepentingan pendidikan, termasuk kepala sekolah, guru, pengawas, dan pejabat dinas pendidikan. Salah satu peserta, Kepala SMK Negeri 10 Semarang Ardan Sirodjuddin, yang mengikuti secara daring, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut.

Ia menilai paparan para narasumber memberikan gambaran komprehensif mengenai arah kebijakan pendidikan di daerah. “Kami sangat mengapresiasi webinar ini karena memberikan wawasan strategis sekaligus praktis. SMK Negeri 10 Semarang siap bekerja sama dengan BBPMP, BBGTK, dan Balai Bahasa untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah kami,” ujarnya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum penguatan kolaborasi antar-UPT Kemendikdasmen dan pemangku kepentingan pendidikan di Jawa Tengah. Dengan sinergi yang kuat, pemerintah optimistis cita-cita menghadirkan pendidikan bermutu, inklusif, dan merata bagi seluruh anak bangsa dapat terwujud.

Melalui forum dialog seperti ini, strategi peningkatan mutu pendidikan tidak hanya berhenti pada tataran kebijakan, tetapi juga dapat diterjemahkan menjadi program nyata yang berdampak langsung pada kualitas pembelajaran di sekolah.

Penulis : Nur Kholifah, Staf Humas SMK Negeri 10 Semarang

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Beri Komentar