Info Sekolah
Jumat, 27 Feb 2026
  • SMK Negeri 10 Semarang menjadi Terbaik I Kelembagaan dengan Prestasi Terbanyak Jenjang SMK Cabdin I

Ibadah Pagi Kristen dan Katolik Berlangsung Khidmat, Renungan “Jawaban Tuhan” Menguatkan Iman GTK dan Murid

Diterbitkan : - Kategori : Berita

SEMARANG-Puji syukur, ibadah pagi hari Kamis, 26 Februari 2026, yang diikuti oleh para Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) bersama murid Kristen dan Katolik berlangsung dengan penuh kekhusyukan dan menjadi berkat bagi seluruh peserta. Kegiatan rohani yang dilaksanakan pada pagi hari sebelum aktivitas pembelajaran dimulai itu menghadirkan Bapak Anton Gunawan, S.Pd., sebagai pembawa renungan dengan tema “Jawaban Tuhan”, sebuah refleksi iman yang meneguhkan keyakinan bahwa Tuhan selalu mendengar dan menjawab doa umat-Nya.

Ibadah pagi tersebut digelar di lingkungan sekolah dalam suasana tenang dan tertib. Sejak awal kegiatan, para peserta mengikuti rangkaian ibadah dengan penuh penghormatan, mulai dari pujian, doa pembuka, pembacaan firman, hingga penyampaian renungan. Wajah-wajah khusyuk para siswa dan guru menunjukkan bahwa momen tersebut bukan sekadar rutinitas, melainkan kebutuhan rohani yang dinanti. Kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan batin antara manusia dengan Tuhan di tengah kesibukan dunia pendidikan.

Dalam renungannya, Anton Gunawan menegaskan bahwa setiap manusia hidup oleh kasih karunia Tuhan dan bergantung sepenuhnya kepada-Nya dalam setiap langkah kehidupan. “Kita percaya bahwa Tuhan itu ada, dan kita hidup di dunia ini berkat karunia-Nya. Karena itu kita memuji, menyembah, bersyukur, dan memohon kepada-Nya melalui doa,” ujarnya di hadapan para peserta ibadah. Ia menambahkan bahwa kesadaran akan kehadiran Tuhan akan menuntun manusia untuk tetap setia berdoa dalam segala keadaan.

Tema “Jawaban Tuhan” dipilih untuk mengingatkan bahwa doa tidak pernah sia-sia. Menurutnya, Tuhan selalu menjawab doa, namun tidak selalu sesuai dengan waktu atau keinginan manusia. “Jawaban Tuhan tidak selalu instan. Tuhan menjawab berdasarkan kasih dan kedaulatan-Nya yang sempurna,” kata Anton. Ia menjelaskan bahwa jawaban Tuhan umumnya hadir dalam tiga bentuk, yakni “ya sekarang”, “nanti”, dan “ada yang lebih baik”.

Penjelasan pertama adalah “ya sekarang”, yaitu ketika Tuhan mengabulkan doa secara cepat. Dalam kondisi ini, seseorang merasakan pertolongan Tuhan secara nyata dan segera. “Kadang Tuhan memberi bahkan sebelum kita meminta, karena Dia tahu apa yang kita butuhkan,” ungkapnya. Pernyataan tersebut disambut anggukan para peserta yang merasa dikuatkan oleh pengalaman iman masing-masing.

Bentuk jawaban kedua adalah “nanti”. Anton menekankan bahwa penundaan bukanlah penolakan, melainkan bagian dari proses ilahi untuk membentuk karakter manusia. “Tuhan sedang mempersiapkan waktu yang paling tepat, melatih kesabaran, dan mendewasakan iman kita,” jelasnya. Ia menggambarkan bahwa dalam masa penantian, manusia mungkin harus berjuang, bekerja keras, bahkan meneteskan air mata, namun semua itu memiliki tujuan yang baik.

Sementara itu, bentuk jawaban ketiga adalah “ada yang lebih baik”. Menurut Anton, Tuhan tidak pernah benar-benar menolak doa umat-Nya, tetapi sering kali menggantinya dengan rencana yang jauh lebih indah daripada yang dibayangkan manusia. “Tuhan memiliki rencana terbaik bagi setiap kita. Apa yang kita anggap baik belum tentu yang terbaik menurut Tuhan,” katanya. Ia mengajak para siswa dan guru untuk tetap percaya bahwa rancangan Tuhan selalu membawa kebaikan.

Renungan tersebut diakhiri dengan ajakan untuk menyerahkan seluruh rencana hidup kepada Tuhan. Anton menegaskan bahwa manusia boleh merencanakan masa depan, tetapi Tuhanlah yang menentukan hasil akhirnya. “Apapun rencana yang kita pikirkan dan lakukan di dunia ini, yakinlah bahwa rancangan Tuhan adalah rencana terindah bagi kehidupan kita,” tuturnya. Kalimat penutup itu disampaikan dengan nada penuh keyakinan dan menjadi momen refleksi mendalam bagi seluruh peserta.

Beberapa siswa mengaku tersentuh oleh pesan yang disampaikan. Mereka merasa diingatkan untuk tidak mudah putus asa ketika doa belum terjawab sesuai harapan. Para guru pun menilai kegiatan ibadah pagi seperti ini penting untuk membangun karakter spiritual peserta didik sekaligus memperkuat kebersamaan. Suasana haru dan damai terasa ketika ibadah ditutup dengan doa berkat bagi seluruh keluarga besar sekolah.

Kegiatan ibadah pagi tersebut bukan hanya menjadi rutinitas keagamaan, tetapi juga sarana pembentukan nilai-nilai kehidupan seperti kesabaran, pengharapan, dan kepercayaan kepada Tuhan. Di tengah tantangan zaman dan tekanan akademik, momen hening bersama Tuhan menjadi sumber kekuatan baru bagi siswa maupun pendidik.

Dengan berlangsungnya ibadah yang khidmat dan penuh makna ini, diharapkan seluruh peserta dapat membawa pesan renungan ke dalam kehidupan sehari-hari. Keyakinan bahwa Tuhan selalu mendengar dan menjawab doa menjadi penghiburan sekaligus motivasi untuk menjalani hari dengan iman dan pengharapan. Ibadah pagi itu pun ditutup dengan ucapan syukur dan harapan agar berkat Tuhan senantiasa menyertai setiap langkah.

“Tuhan memberkati,” demikian pesan penutup yang disampaikan Anton Gunawan, S.Pd., menegaskan bahwa kasih Tuhan senantiasa hadir bagi setiap orang yang percaya dan berserah kepada-Nya.

Penulis : Arimurti Asmoro, M.Pd, Guru Produktif TKR SMK Negeri 10 Semarang

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Beri Komentar