Info Sekolah
Jumat, 27 Feb 2026
  • SMK Negeri 10 Semarang menjadi Terbaik I Kelembagaan dengan Prestasi Terbanyak Jenjang SMK Cabdin I

Ibadah Pagi GTK dan Siswa Kristen–Katolik Berlangsung Khidmat, Renungan tentang Doa Menguatkan Iman

Diterbitkan : - Kategori : Berita

SEMARANG-Puji syukur, ibadah pagi hari Jumat, 27 Februari 2026, yang diikuti oleh GTK bersama murid Kristen dan Katolik berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan menjadi berkat bagi seluruh peserta yang hadir. Kegiatan rohani yang rutin dilaksanakan tersebut kembali menghadirkan suasana teduh dan penuh penghayatan, terlebih dengan pembawa renungan Bp. Aris Guntoro, S.Sn., yang menyampaikan materi tentang makna doa dalam kehidupan orang percaya.

Ibadah yang digelar pada pagi hari sebelum aktivitas pembelajaran dimulai itu menjadi momentum penting untuk memperkuat iman dan kebersamaan di lingkungan sekolah. Para guru dan tenaga kependidikan (GTK) bersama para siswa Kristen dan Katolik mengikuti rangkaian ibadah dengan tertib, mulai dari pujian, doa pembuka, pembacaan firman Tuhan, hingga renungan yang menjadi inti perenungan pagi tersebut.

Dalam renungannya, Aris Guntoro, S.Sn., menekankan bahwa doa bukan sekadar rutinitas atau sarana untuk menyampaikan permintaan kepada Tuhan. Ia mengajak seluruh peserta untuk memahami doa sebagai sebuah percakapan yang intim dengan Sang Pencipta. “Doa adalah percakapan dengan Tuhan, bukan hanya meminta sesuatu, tapi juga mendengarkan dan menyerahkan diri kepada-Nya,” ungkapnya di hadapan jemaat ibadah pagi.

Mengacu pada firman Tuhan dalam Injil Injil Matius pasal 6 ayat 6, Aris menjelaskan tentang pentingnya doa yang tulus. Dalam ayat tersebut, Tuhan Yesus mengajarkan agar setiap orang percaya masuk ke dalam kamar, menutup pintu, dan berdoa kepada Bapa yang ada di tempat tersembunyi. Ia menegaskan bahwa doa bukanlah sarana untuk pamer kesalehan di hadapan orang lain. “Berdoa dengan tulus dan pribadi, bukan untuk dipamerkan kepada orang lain. Tuhan ada di mana-mana, termasuk di tempat tersembunyi. Doa yang tulus akan dibalas oleh Tuhan,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menguraikan kunci doa yang efektif dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, masuk ke dalam “bilik” bukan hanya dimaknai secara fisik, tetapi juga secara batiniah. Setiap orang perlu masuk ke dalam bilik hati, tempat di mana kejujuran dan ketulusan bertemu dengan hadirat Tuhan. “Masuklah ke dalam bilik hati kita sendiri. Tutup pintu ketakutan dan keraguan, lalu berdoalah dengan jujur dan tulus. Di situlah kita belajar menyerahkan diri kepada kehendak Tuhan,” tuturnya dengan penuh penekanan.

Suasana ibadah semakin hening ketika para peserta diajak merefleksikan kehidupan pribadi masing-masing. Dalam penjelasannya,  Aris juga mengingatkan bahwa sering kali manusia hanya datang kepada Tuhan saat menghadapi kesulitan. Padahal, doa seharusnya menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, bukan hanya saat terdesak keadaan. “Berdoalah setiap hari, bukan hanya saat kesulitan. Bangunlah relasi yang akrab dengan Tuhan, karena dari situlah kita memperoleh kekuatan dan pengharapan,” pesannya.

Ia menambahkan bahwa doa yang efektif lahir dari hati yang terbuka dan sikap percaya. Ketika seseorang percaya bahwa Tuhan mendengar dan menjawab doa, maka damai sejahtera akan memenuhi hati, sekalipun jawaban yang diberikan Tuhan tidak selalu sesuai dengan keinginan manusia. “Percayalah bahwa Tuhan mendengar dan menjawab doa kita. Tugas kita adalah setia berdoa dan menyerahkan hasilnya kepada kehendak-Nya,” ucapnya.

Para guru dan siswa yang mengikuti ibadah mengaku diberkati melalui renungan tersebut. Mereka merasakan penguatan rohani untuk menjalani aktivitas belajar mengajar dengan semangat baru. Kegiatan ibadah pagi ini sekaligus menjadi wujud komitmen sekolah dalam membina kehidupan spiritual warga sekolah, khususnya bagi siswa Kristen dan Katolik.

Dengan terselenggaranya ibadah pagi yang khidmat ini, diharapkan seluruh GTK dan murid semakin menyadari pentingnya doa dalam kehidupan sehari-hari. Melalui doa yang tulus, pribadi, dan penuh penyerahan diri, setiap individu diajak untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan Tuhan serta menjadikan iman sebagai dasar dalam berpikir, bersikap, dan bertindak.

Puji syukur atas penyertaan Tuhan dalam ibadah pagi hari ini. Semoga pesan yang disampaikan oleh  Aris Guntoro, S.Sn., tidak hanya menjadi renungan sesaat, tetapi terus hidup dan bertumbuh dalam hati setiap peserta, sehingga doa benar-benar menjadi nafas kehidupan yang menguatkan langkah mereka setiap hari.

Penulis : Arimurti Asmoro, M.Pd, Guru Produktif TKR SMK Negeri 10 Semarang

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Beri Komentar