Info Sekolah
Senin, 02 Feb 2026
  • SMK Negeri 10 Semarang menjadi Terbaik I Kelembagaan dengan Prestasi Terbanyak Jenjang SMK Cabdin I

Peran Kompetensi Marketing Bagi Murid SMK

Diterbitkan :

Sekolah menengah kejuruan (SMK) merupakan sekolah vokasi yang mendidik dan mempersiapkan lulusan yang terampil dan siap kerja, sesuai dengan kebutuhan dunia industri. Melalui berbagai program keahlian yang diselenggarakan oleh SMK, proses pembelajaran menekankan pada praktik kerja dan pengalaman langsung di lapangan, selain teori. Selama proses pembelajaran tersebut, murid SMK dilatih untuk mampu menghasilkan berbagai produk, baik barang atau jasa, sesuai dengan konsentrasi keahlian yang dipilih.

Menjadi tantangan tersendiri bagi murid SMK ketika lulus apakah mampu bekerja, berwirausaha, maupun melanjutkan ke perguruan tinggi, dapat meningkatkan kompetensi dirinya sesuai dengan konsentrasi keahlian yang telah dipelajari di SMK. Salah satu faktor penting yang mempengaruhi kesiapan lulusan menghadapi dunia baru yang akan mereka hadapi adalah kompetensi marketing, yang akan melengkapi pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki oleh lulusan.

Penulis merupakan Pengampu Mata Pelajaran Pilihan (MPP) kelas XI pada konsentrasi keahlian Teknik Kendaraan Ringan (TKR) SMK Negeri 10 Semarang. Pada MPP ini, salah satu materi yang penulis sampaikan kepada murid adalah pengertian ilmu marketing dasar. Penulis memperhatikan kebutuhan yang perlu dimiliki oleh murid SMK untuk mempersiapkan diri memasuki dunia kerja.

Secara umum, ilmu marketing merupakan salah satu materi yang ditekuni oleh murid SMK pada konsentrasi keahlian Pemasaran. Namun, dengan mempelajari pengetahuan dan keterampilan tentang marketing, diharapkan murid SMK tidak hanya mampu menghasilkan produk, namun memperkenalkan produk tersebut kepada pelanggan, yang merupakan sumber utama kesuksesan karir alumni di masa yang akan datang.

Pengertian Ilmu Marketing

Ilmu marketing adalah bidang ilmu yang mempelajari bagaimana cara menciptakan, menyampaikan, dan menukarkan penawaran yang bernilai bagi pelanggan, klien, mitra, dan masyarakat luas. Marketing tidak hanya soal menjual produk, tetapi juga memahami kebutuhan pasar, membangun hubungan dengan pelanggan, serta menciptakan strategi komunikasi dan distribusi yang efektif. Ilmu marketing mencakup banyak aspek seperti: riset pasar, strategi produk, penetapan harga, promosi dan periklanan, distribusi barang atau jasa, branding dan manajemen hubungan pelanggan (CRM).

Manfaat Belajar Ilmu Marketing

Murid SMK konsentrasi keahlian TKR yang mempelajari ilmu marketing, memperoleh banyak manfaat yang akan dimiliki, diantaranya:

  1. Menumbuhkan Kemampuan Komunikasi. Marketing mengajarkan cara berkomunikasi yang efektif, persuasif, dan strategis, yang merupakan keterampilan penting dalam bidang otomotif di kehidupan sehari-hari.
  2. Memahami Perilaku Konsumen. Ilmu marketing membantu memahami kebutuhan, keinginan, dan kebiasaan konsumen terhadap pemeliharaan kendaraan ringan, sehingga produk atau jasa otomotif dapat disesuaikan untuk lebih diminati pasar.
  3. Mendorong Inovasi Produk. Dengan riset pasar dan analisis pesaing, murid yang memiliki kemampuan marketing bisa mengembangkan ide baru dan menciptakan produk yang relevan dan inovatif pada bidang otomotif.
  4. Menyiapkan Karier Profesional. Marketing membuka banyak peluang kerja di berbagai sektor, seperti digital marketing, brand management, public relations, sales, dan lainnya di dunia otomotif.
  5. Bekal untuk Berwirausaha. Ilmu marketing sangat penting bagi wirausahawan bidang otomotif karena membantu dalam menjual produk, membangun merek, dan menarik pelanggan.

Bagi beberapa orang, termasuk murid SMK, belajar ilmu marketing merupakan hal yang baru. Namun, tanpa kita sadari bersama, ilmu marketing sudah kita terapkan sehari-hari, namun belum secara maksimal diterapkan dalam dunia kerja.

Dengan demikian, Penulis menyadari adanya tantangan dan hambatan yang dihadapi murid SMK untuk belajar ilmu marketing, dari sisi internal murid, yaitu:

  1. Kurangnya Pemahaman Dasar Bisnis. Sebagian murid belum memiliki gambaran umum tentang dunia bisnis, sehingga sulit memahami konsep-konsep marketing seperti segmentasi pasar, branding, atau strategi harga.
  2. Keterbatasan Kemampuan Komunikasi. Marketing sangat bergantung pada kemampuan komunikasi yang baik, verbal maupun tulisan. Murid yang pemalu atau kurang percaya diri sering kesulitan dalam praktik seperti presentasi produk, promosi, atau diskusi kelompok.
  3. Minimnya Jiwa Kreatif dan Inovatif. Ilmu marketing menuntut ide-ide kreatif, terutama dalam membuat kampanye, slogan, desain produk, dan konten promosi. Kurangnya latihan berpikir kreatif bisa menjadi hambatan.
  4. Motivasi Belajar Rendah. Sebagian murid SMK bukan karena minat pribadi, melainkan karena keterpaksaan atau saran orang tua, sehingga mereka tidak termotivasi dalam mengikuti pembelajaran di SMK.

Ketika ilmu marketing dipelajari bersama oleh murid pada konsentrasi keahlian TKR, maka dapat diterapkan secara nyata di dunia kerja bidang otomotif, diantaranya:

  1. Murid memiliki kemampuan berkomunikasi yang efektif, persuasif, dan strategis, ketika bekerja disuatu bengkel atau perusahaan baik kepada pimpinan, rekan kerja, maupun pelanggan.
  2. Murid mampu memahami perilaku konsumen yang meliputi kebutuhan, keinginan, dan kebiasaan dalam menggunakan dan merawat kendaraan. Sehingga produk atau jasa bidang otomotif sesuai minat pasar.
  3. Mendorong murid untuk menghasilkan inovasi produk bidang otomotif melalui riset pasar dan analisis pesaing. Dengan demikian, murid mampu mengembangkan ide baru dan menciptakan produk yang relevan dan inovatif.
  4. Menyiapkan murid untuk membuka banyak peluang kerja di berbagai sector bidang otomotif, seperti digital marketing, brand management, public relations, sales, dan lainnya.
  5. Memberi bekal kepada murid untuk berwirausaha, dimana murid tidak hanya mampu menghasilkan produk barang atau jasa, namun juga membantu dalam menjual produk, membangun merek, dan menarik pelanggan.

Dengan mempelajari ilmu marketing, maka murid SMK khususnya pada konsentrasi keahlian TKR, kompetensi murid akan lebih berkembang dan mampu bekerja, berwirausaha, maupun melanjutkan ke perguruan tinggi dengan kesempatan yang lebih luas.

“Ciptakan Inovasi, Tebarkan Manfaat”

“SMK Negeri 10 Semarang, dari Semarang untuk Indonesia”

Penulis: Arimurti Asmoro, S.Pd., M.Pd., Guru Produktif Teknik Kendaraan Ringan

Penyunting: Tim Humas dan Literasi

Artikel ini memiliki

1 Komentar

Jumat, 4 Jul 2025

Artikel ini sangat informatif dan relevan dengan kebutuhan pendidikan vokasi saat ini. Pendekatan SMK Negeri 10 Semarang dalam mengintegrasikan kompetensi marketing ke dalam kurikulum Teknik Kendaraan Ringan (TKR) sangat tepat, mengingat pentingnya keterampilan komunikasi dan pemahaman pasar bagi lulusan SMK. Penekanan pada aspek seperti kemampuan berkomunikasi efektif, memahami perilaku konsumen, dan memanfaatkan teknologi dalam pemasaran digital memberikan bekal yang kuat bagi murid untuk siap menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif. Semoga pendekatan ini dapat menjadi contoh bagi SMK lainnya dalam mempersiapkan lulusan yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga memiliki wawasan pemasaran yang luas.

Balas

Beri Komentar