Info Sekolah
Minggu, 01 Feb 2026
  • SMK Negeri 10 Semarang menjadi Terbaik I Kelembagaan dengan Prestasi Terbanyak Jenjang SMK Cabdin I

Pentingnya Pembelajaran Melalui Metode Sosiodrama dalam Tema Pernikahan dalam Islam

Diterbitkan :

Pendidikan yang efektif tidak hanya memfokuskan pada aspek kognitif, tetapi juga memperhatikan dimensi emosional dan sosial siswa. Salah satu metode yang mampu menyelaraskan aspek-aspek tersebut adalah melalui sosiodrama. Artikel ini akan membahas pentingnya penggunaan metode sosiodrama dalam pembelajaran tema pernikahan dalam Islam, yang tidak hanya mendukung pemahaman konsep pernikahan, tetapi juga melibatkan siswa secara aktif dalam pengalaman dan refleksi sosial.

  1. Pemahaman Konsep Pernikahan: Metode sosiodrama dapat memberikan dimensi praktis dalam pemahaman konsep pernikahan dalam Islam. Siswa tidak hanya mendengarkan teori, tetapi juga terlibat langsung dalam adegan-adegan yang mencerminkan nilai-nilai pernikahan Islam, seperti saling pengertian, tanggung jawab, dan keadilan dalam rumah tangga.
  2. Pembelajaran Aktif dan Pengalaman Sosial: Sosiodrama melibatkan siswa dalam peran dan situasi nyata, menciptakan pengalaman langsung. Dalam pembelajaran tema pernikahan, siswa dapat merasakan tantangan, kebahagiaan, dan dinamika hubungan melalui adegan yang direalisasikan. Pembelajaran aktif seperti ini lebih efektif untuk membangun pemahaman mendalam.
  3. Pengembangan Keterampilan Sosial: Pembelajaran tema pernikahan dalam Islam melalui sosiodrama memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan sosial mereka. Mereka belajar berkomunikasi, bekerja sama, dan memahami perspektif orang lain dalam konteks hubungan pernikahan. Keterampilan ini esensial untuk membentuk pribadi yang berkualitas dalam masyarakat.
  4. Pengenalan Norma-Norma Islam: Melalui sosiodrama, siswa dapat mengenal dan memahami norma-norma Islam yang berkaitan dengan pernikahan. Mereka dapat menggali pemahaman tentang hak dan kewajiban suami istri, pentingnya komunikasi yang baik, serta nilai-nilai moral dalam kehidupan berumah tangga sesuai dengan ajaran Islam.
  5. Mendorong Pemikiran Kritis dan Refleksi: Sosiodrama dapat menjadi alat yang efektif untuk merangsang pemikiran kritis dan refleksi. Setelah terlibat dalam adegan-adegan pernikahan, siswa dapat merefleksikan pengalaman mereka, mempertimbangkan dampak tindakan mereka, dan mengidentifikasi pembelajaran yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Penggunaan metode sosiodrama dalam pembelajaran tema pernikahan dalam Islam di lingkungan pendidikan tidak hanya membantu siswa memahami konsep-konsep teoritis, tetapi juga mendorong pembelajaran aktif, pengalaman sosial, dan pengembangan keterampilan sosial. Pembelajaran melalui pengalaman seperti sosiodrama menciptakan ruang untuk pemahaman yang lebih mendalam, mempersiapkan siswa untuk menghadapi realitas kehidupan, dan memperkaya dimensi emosional dan sosial dalam pendidikan Islam.

“Ciptakan Inovasi, Tebarkan Manfaat”

“SMK Negeri 10 Semarang, dari Semarang untuk Indonesia”

Penulis: Muslim Anwar, S.Ag., Guru Mapel Pendidikan Agama Islam

Penyunting: Tim Humas dan Literasi

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Beri Komentar