Perkembangan dunia digital telah melahirkan berbagai jenis permainan (game), salah satunya adalah game berbasis petualangan (adventure). Jenis permainan ini biasanya mengajak pemain untuk mengeksplorasi dunia virtual, memecahkan teka-teki, mengumpulkan item, hingga menyusun strategi untuk menyelesaikan misi.
Bagi banyak remaja, game adventure menjadi hiburan yang seru sekaligus menantang. Namun, di balik keseruannya, permainan ini ternyata memiliki dampak yang cukup menarik untuk dikaji, terutama hubungannya dengan cara berpikir matematika.
Matematika sendiri merupakan ilmu yang menuntut keterampilan berpikir logis, sistematis, analitis, serta kreatif dalam memecahkan masalah.
Pola berpikir ini pada dasarnya juga muncul ketika seseorang memainkan game adventure. Meski demikian, tidak dapat dipungkiri ada pula sisi negatif yang dapat menghambat perkembangan berpikir matematis jika game dimainkan secara berlebihan.
Dampak Positif
- Melatih Logika dan Penalaran. Dalam game adventure, pemain sering dihadapkan pada teka-teki logis, pintu rahasia, atau kode angka yang harus dipecahkan. Tantangan semacam ini menuntut kemampuan berpikir kritis dan sistematis, sama seperti saat siswa menyelesaikan soal matematika.
- Penguatan Konsep Ruang dan Geometri. Banyak game adventure yang menggunakan peta, jalur, atau ruang tiga dimensi. Pemain dituntut untuk memahami arah, posisi, serta jarak. Aktivitas ini dapat membantu siswa mengembangkan pemahaman spasial dan konsep geometri, misalnya perhitungan jarak atau bentuk ruang.
- Kemampuan Analisis Pola. Untuk menyelesaikan misi, pemain harus mengenali pola tertentu, seperti urutan langkah, kombinasi simbol, atau waktu yang tepat untuk bertindak. Keterampilan ini sejalan dengan kemampuan matematika dalam menemukan pola bilangan, barisan, maupun peluang.
- Perencanaan dan Strategi. Dalam game adventure, pemain harus merencanakan langkah agar sumber daya (seperti energi, koin, atau senjata) dapat digunakan secara efisien. Pola pikir ini mirip dengan strategi dalam menyelesaikan soal matematika, di mana siswa harus memilih cara yang paling efektif dan efisien.
Dampak Negatif
- Ketergantungan pada Visual dan Instan. Terlalu sering bermain game adventure bisa membuat siswa terbiasa dengan solusi instan yang langsung terlihat di layar. Akibatnya, mereka bisa kehilangan kesabaran dalam menghadapi soal matematika yang membutuhkan proses panjang dan abstraksi.
- Mengurangi Fokus Belajar. Jika waktu bermain tidak dikontrol, siswa dapat menghabiskan berjam-jam untuk menyelesaikan misi dalam game. Hal ini mengurangi waktu belajar matematika, sehingga kemampuan berpikir sistematis dan latihan soal menjadi terabaikan.
- Overstimulasi Otak. Efek visual, suara, dan tantangan cepat dalam game adventure bisa membuat otak terbiasa dengan rangsangan tinggi. Dampaknya, siswa merasa bosan saat berhadapan dengan soal matematika yang cenderung tenang, membutuhkan konsentrasi, dan tidak memiliki efek visual yang menarik.
- Sikap Emosional yang Tidak Terkontrol. Kegagalan dalam menyelesaikan misi sering menimbulkan frustrasi. Jika terbawa ke kehidupan sehari-hari, siswa bisa menjadi mudah marah atau putus asa saat menghadapi soal matematika yang sulit, sehingga daya juang mereka menurun.
Game adventure pada dasarnya bisa menjadi media latihan berpikir yang bermanfaat, terutama dalam hal logika, geometri, pola, dan strategi.
Namun, dampak positif ini hanya akan muncul jika permainan dilakukan dengan bijak dan seimbang. Jika berlebihan, game justru dapat mengganggu konsentrasi,
mengurangi kesabaran, serta menurunkan kemampuan abstraksi yang penting dalam matematika. Oleh karena itu, siswa perlu didampingi agar dapat menempatkan game sebagai hiburan sekaligus sarana pembelajaran tidak langsung, tanpa mengorbankan kewajiban utama mereka dalam belajar.
“Ciptakan Inovasi, Tebarkan Manfaat”
“SMK Negeri 10 Semarang, dari Semarang untuk Indonesia”
Penulis: Mulyo Subagyo, S.Pd., Guru Mapel Matematika
Penyunting: Tim Humas dan Literasi
Beri Komentar