Pembelajaran pada praktik pekerjaan mesin perkakas dengan metode deep learning merupakan pendekatan inovatif yang dapat meningkatkan efisiensi, akurasi, dan otomatisasi dalam proses pemesinan. Deep learning memungkinkan sistem untuk belajar dari data historis, mengenali pola, dan melakukan prediksi atau pengendalian proses secara cerdas.
Penerapan deep learning dalam praktik pekerjaan mesin perkakas melalui langkah yaitu: (1) Prediksi dan optimasi parameter pemesinan dengan deep learning dapat digunakan untuk menentukan parameter optimal seperti kecepatan pemotongan, kedalaman pemotongan, dan kecepatan umpan, yang berdampak pada kualitas dan efisiensi pengerjaan. (2) deteksi kegagalan dan pemeliharaan prediktif dengan model deep learning dapat menganalisis getaran, suara, dan temperatur mesin perkakas untuk mendeteksi kemungkinan kegagalan sebelum terjadi (predictive maintenance), sehingga dapat mengurangi waktu henti mesin (downtime). (3) pengenalan pola dalam pemesinan dengan menggunakan data dari sensor atau kamera, deep learning bisa mengenali pola pemotongan yang tidak normal, seperti ausnya pahat atau cacat pada produk. (4) kontrol dan automasi proses pemesinan algoritma melalui deep learning dapat digunakan dalam sistem kontrol berbasis AI yang memungkinkan mesin untuk menyesuaikan parameter secara real-time untuk meningkatkan presisi pemesinan. (5) deteksi cacat pada produk dengan visi komputer dan convolutional neural networks (CNN), sistem dapat secara otomatis menginspeksi kualitas produk dan mendeteksi cacat permukaan dengan lebih cepat dibandingkan inspeksi manual.
Keuntungan menggunakan deep learning dalam mesin perkakas adalah meningkatkan efisiensi produksi dengan pengaturan parameter otomatis dan pemantauan kondisi alat, mengurangi kesalahan manusia dalam penyesuaian mesin, menurunkan biaya perawatan melalui sistem pemeliharaan prediktif, dan meningkatkan kualitas produk dengan inspeksi otomatis dan pengendalian kualitas berbasis AI.
Dalam pembelajaran praktik pekerjaan mesin perkakas dengan metode deep learning, evaluasi bagi peserta didik sangat penting untuk mengukur pemahaman, keterampilan, dan kesiapan mereka dalam menggunakan teknologi tersebut. Evaluasi dapat dilakukan melalui berbagai metode, baik secara teori maupun praktik.
Jenis Evaluasi yang Digunakan yaitu (1) Evaluasi Teori untuk mengukur pemahaman peserta didik terhadap konsep dasar pemesinan, prinsip kerja mesin perkakas, serta penerapan deep learning. (2) Evaluasi Praktik untuk Mengukur kemampuan peserta didik dalam mengoperasikan mesin perkakas dengan bantuan teknologi deep learning. (3) Evaluasi Kinerja Berbasis Data
dalam metode deep learning, data dari sensor dan pemantauan otomatis dapat digunakan untuk menilai kinerja peserta didik secara objektif, seperti akurasi pemesinan mengukur seberapa presisi hasil pemotongan dibandingkan dengan standar yang ditetapkan, efisiensi waktu dan bahan menilai apakah peserta dapat menyelesaikan tugas dengan waktu dan penggunaan material yang optimal, analisis kesalahan sistem deep learning dapat mencatat kesalahan operasional dan memberikan umpan balik untuk perbaikan. (4) Evaluasi Berbasis Portofolio dengan peserta didik dapat mengumpulkan dan menyusun hasil pekerjaan mereka dalam bentuk portofolio digital. (5) Evaluasi Kolaboratif dan Reflektif memalui peer review dengan saling menilai hasil kerja dengan rekan sekelas untuk meningkatkan pemahaman dan memperbaiki kesalahan, refleksi diri peserta membuat jurnal pembelajaran tentang tantangan dan perkembangan mereka selama praktik, dan presentasi hasil menjelaskan proses dan hasil proyek di depan kelas atau forum diskusi.
Penerapan deep learning dalam praktik pekerjaan mesin perkakas memberikan banyak manfaat, terutama dalam aspek efisiensi, akurasi, dan otomatisasi. Evaluasi dalam pembelajaran praktik mesin perkakas dengan deep learning tidak hanya mengandalkan ujian tertulis, tetapi juga mencakup evaluasi praktik berbasis data, portofolio, serta refleksi dan kolaborasi. Pendekatan ini memastikan bahwa peserta didik tidak hanya memahami teori tetapi juga mampu menerapkannya dalam lingkungan kerja nyata.
“Ciptakan Inovasi, Tebarkan Manfaat”
“SMK Negeri 10 Semarang, dari Semarang untuk Indonesia”
Penulis: Dian Primayanto, S.Pd., Guru Produktif Teknik Pemesinan Kapal
Penyunting: Tim Humas dan Literasi

Beri Komentar