Info Sekolah
Minggu, 01 Feb 2026
  • SMK Negeri 10 Semarang menjadi Terbaik I Kelembagaan dengan Prestasi Terbanyak Jenjang SMK Cabdin I

Pemanfaatan Aplikasi Weldducation Basic Sebagai Media Pembelajaran Digital Pada Mata Pelajaran Pembuatan Dan Perakitan Komponen Kapal Baja

Diterbitkan :

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, terutama dalam hal metode dan media pembelajaran. Pendidikan kejuruan, khususnya di bidang teknik perkapalan, menghadapi tantangan besar dalam menyesuaikan diri dengan kemajuan teknologi tersebut. Salah satu bidang yang sangat memerlukan pendekatan modern adalah mata pelajaran Pembuatan dan Perakitan Komponen Konstruksi Kapal Baja, yang mengandalkan keterampilan teknis tinggi dan pemahaman mendalam tentang proses pengelasan.

Pengelasan merupakan bagian penting dalam konstruksi kapal, karena kualitas sambungan las sangat menentukan kekuatan dan ketahanan struktur kapal secara keseluruhan. Oleh karena itu, pembelajaran pengelasan tidak hanya membutuhkan teori yang kuat, tetapi juga latihan praktik yang intensif. Namun, praktik pengelasan memerlukan peralatan khusus, bahan habis pakai, serta memiliki risiko keselamatan yang tinggi jika dilakukan oleh siswa yang belum siap. Dalam konteks inilah, pemanfaatan media pembelajaran digital seperti WELDducation Basic menjadi sangat relevan.

WELDducation Basic adalah aplikasi berbasis digital yang dikembangkan oleh EWM AG, produsen teknologi pengelasan terkemuka asal Jerman. Aplikasi ini dirancang untuk mendukung proses pembelajaran teknik pengelasan melalui pendekatan visual dan interaktif. WELDducation Basic menyajikan berbagai materi edukatif, mulai dari teori dasar pengelasan, jenis-jenis sambungan, posisi pengelasan, hingga pengaturan parameter mesin las. Aplikasi ini dirancang dengan antarmuka yang user-friendly dan dapat diakses melalui komputer atau tablet.

Keunggulan utama dari aplikasi ini adalah kemampuannya untuk menyajikan simulasi proses pengelasan secara realistis, namun tanpa melibatkan peralatan fisik. Hal ini memungkinkan siswa untuk belajar secara mandiri, mengeksplorasi berbagai teknik, dan memahami prinsip dasar pengelasan sebelum mereka terjun langsung ke bengkel atau workshop.

Dalam konteks mata pelajaran Pembuatan dan Perakitan Komponen Konstruksi Kapal Baja, aplikasi WELDducation Basic dapat dimanfaatkan dalam berbagai tahap pembelajaran, baik teori maupun praktik pendahuluan. Pembelajaran tentang struktur kapal, jenis baja yang digunakan, dan metode penyambungan komponen tidak bisa lepas dari pemahaman mendalam tentang teknik pengelasan. Dengan bantuan WELDducation Basic, guru dapat menyampaikan materi yang sebelumnya sulit dijelaskan secara abstrak menjadi lebih konkret dan mudah dipahami.

Beberapa penerapan WELDducation Basic dalam pembelajaran antara lain:

  1. Visualisasi Teknik Pengelasan: Aplikasi ini menyediakan tampilan grafis proses pengelasan dari berbagai sudut, termasuk jenis sambungan (T-joint, butt joint, lap joint), posisi pengelasan (1G, 2F, 3G, dll.), serta hasil pengelasan yang baik dan buruk.
  2. Pembelajaran Interaktif: Materi disajikan dengan pendekatan interaktif yang mendorong siswa untuk terlibat aktif dalam proses pembelajaran, seperti menjawab kuis, menyelesaikan modul, dan menilai kualitas sambungan secara digital.
  3. Simulasi Kesalahan dan Evaluasi: WELDducation Basic juga memberikan skenario kesalahan umum dalam pengelasan, misalnya overheat, kurang penetrasi, atau porositas, sehingga siswa dapat belajar dari simulasi kesalahan ini tanpa risiko nyata.
  4. Pembelajaran Mandiri: Siswa dapat mengakses materi kapan saja dan di mana saja, memungkinkan pembelajaran fleksibel dan sesuai dengan kecepatan masing-masing individu.

Penggunaan WELDducation Basic sebagai media pembelajaran digital memberikan banyak manfaat, baik dari segi efisiensi, efektivitas, maupun keamanan dalam pembelajaran teknik. Berikut beberapa manfaat utama:

  1. Efisiensi Waktu dan Biaya: Proses pengelasan dalam praktik nyata memerlukan bahan habis pakai seperti pelat baja, elektroda, dan gas pelindung, serta menghabiskan energi listrik dalam jumlah besar. Dengan WELDducation Basic, siswa dapat memahami konsep dasar terlebih dahulu sebelum menggunakan sumber daya nyata.
  2. Keamanan: Belajar melalui simulasi menghilangkan risiko kecelakaan seperti luka bakar, sengatan listrik, atau cedera lainnya yang sering terjadi pada siswa pemula.
  3. Peningkatan Daya Tarik Pembelajaran: Media visual dan interaktif membuat pembelajaran menjadi lebih menarik dan menyenangkan, terutama bagi generasi digital yang sudah terbiasa dengan teknologi.
  4. Peningkatan Kompetensi Teoritis: Siswa dapat menguasai teori pengelasan dengan lebih baik, yang akan membantu mereka saat menghadapi ujian maupun praktik langsung.
  5. Kesiapan Praktik Lapangan: Dengan simulasi yang mendekati kondisi nyata, siswa akan lebih siap secara mental dan teknis untuk melakukan pengelasan sebenarnya di bengkel.

Meskipun memiliki banyak kelebihan, pemanfaatan aplikasi WELDducation Basic tidak terlepas dari beberapa tantangan di lapangan, seperti:

  • Keterbatasan Infrastruktur: Tidak semua sekolah memiliki fasilitas komputer atau jaringan internet yang memadai untuk mendukung penggunaan aplikasi ini secara optimal.
  • Kesiapan Guru: Guru harus memiliki kemampuan dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam proses pembelajaran. Dibutuhkan pelatihan dan pendampingan agar guru dapat memanfaatkan aplikasi ini dengan efektif.
  • Keterbatasan Bahasa: Aplikasi ini masih menggunakan bahasa Inggris, sehingga siswa yang kurang menguasai bahasa asing mungkin mengalami kesulitan. Perlu adanya pendampingan atau versi lokal.

Solusi yang dapat dilakukan antara lain:

  • Mengadakan pelatihan bagi guru dan teknisi sekolah tentang penggunaan aplikasi.
  • Memanfaatkan laboratorium komputer sekolah sebagai pusat pembelajaran digital.
  • Mengembangkan modul pendamping dalam bahasa Indonesia.
  • Mendorong kolaborasi antara guru teknik dan guru TIK untuk penguatan integrasi digital.

Pemanfaatan aplikasi WELDducation Basic sebagai media pembelajaran digital merupakan langkah inovatif dalam modernisasi pendidikan vokasi, khususnya pada mata pelajaran Pembuatan dan Perakitan Komponen Konstruksi Kapal Baja. Aplikasi ini memungkinkan penyampaian materi pengelasan secara interaktif, aman, dan efisien, sehingga mampu meningkatkan kualitas pembelajaran serta kesiapan siswa menghadapi dunia kerja.

Dalam jangka panjang, penggunaan media digital seperti ini tidak hanya meningkatkan kompetensi teknis siswa, tetapi juga mendorong terciptanya budaya belajar mandiri dan adaptif terhadap perkembangan teknologi industri. Diperlukan dukungan dari berbagai pihak—guru, sekolah, dan pemerintah untuk menjadikan teknologi ini bagian dari sistem pembelajaran yang terintegrasi dan berkelanjutan.

“Ciptakan Inovasi, Tebarkan Manfaat”

“SMK Negeri 10 Semarang, dari Semarang untuk Indonesia”

Penulis: Septiyo Ariyanto, S.Pd., Guru Produktif Konstruksi Kapal Baja

Penyunting: Tim Humas dan Literasi

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Beri Komentar