Info Sekolah
Minggu, 01 Feb 2026
  • SMK Negeri 10 Semarang menjadi Terbaik I Kelembagaan dengan Prestasi Terbanyak Jenjang SMK Cabdin I

Peluang dan Tantangan Mata Pelajaran Pilihan pada Murid SMK Sebagai Gen Z Dalam Menghadapi Dunia Kerja

Diterbitkan :

Perkembangan teknologi modern telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, khususnya dalam proses pembelajaran di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Perubahan ini beriringan dengan hadirnya Generasi Z yang memiliki karakteristik khas sebagai generasi digital. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji dampak perkembangan teknologi modern dalam pendidikan dari aspek kelebihan dan kekurangan, menganalisis respons dan karakteristik Generasi Z dalam pembelajaran dan pengembangan potensi diri, menguraikan peran strategis guru SMK, serta membahas implementasi mata pelajaran kejuruan yang mampu memotivasi murid dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Metode yang digunakan adalah studi literatur terhadap pemikiran tokoh dan ahli pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi yang tepat, didukung oleh peran guru yang adaptif dan implementasi pembelajaran kejuruan yang kontekstual, mampu meningkatkan motivasi, kompetensi, dan kesiapan kerja murid SMK.

Perkembangan teknologi modern, terutama teknologi digital, telah menjadi faktor utama dalam transformasi sistem pendidikan. Dunia pendidikan dituntut untuk menyesuaikan diri dengan perubahan zaman agar tetap relevan dengan kebutuhan murid dan dunia kerja. Hal ini menjadi semakin penting di SMK yang secara khusus bertujuan menyiapkan lulusan yang kompeten dan siap memasuki dunia industri.

Tilaar (2012) menyatakan bahwa pendidikan merupakan proses kebudayaan yang tidak dapat dilepaskan dari perkembangan masyarakat dan teknologi. Oleh karena itu, integrasi teknologi dalam pendidikan perlu dilakukan secara bijak agar tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga membentuk karakter dan kesiapan kerja murid.

Dampak Perkembangan Teknologi Modern dalam Dunia Pendidikan

Teknologi modern memberikan berbagai kelebihan dalam dunia pendidikan. Pertama, teknologi memperluas akses terhadap sumber belajar. Murid dapat memperoleh informasi melalui berbagai platform digital tanpa dibatasi ruang dan waktu. UNESCO (2015) menegaskan bahwa teknologi berperan penting dalam meningkatkan kualitas dan pemerataan pendidikan.

Kedua, teknologi memungkinkan pembelajaran menjadi lebih interaktif dan kontekstual. Media digital, simulasi, dan perangkat lunak kejuruan membantu murid memahami konsep secara lebih konkret. Hal ini sejalan dengan teori konstruktivisme Jean Piaget yang menekankan bahwa pengetahuan dibangun melalui pengalaman langsung.

Di balik manfaatnya, teknologi juga membawa tantangan. Ketergantungan berlebihan pada teknologi dapat mengurangi kemampuan berpikir mendalam dan interaksi sosial. Carr (2010) mengungkapkan bahwa penggunaan teknologi digital secara berlebihan dapat memengaruhi konsentrasi dan kualitas pemahaman.

Selain itu, kesenjangan literasi digital antara guru dan murid serta kurangnya pengawasan dalam penggunaan teknologi dapat menyebabkan pembelajaran menjadi kurang efektif.

Respons dan Karakteristik Generasi Z terhadap Perkembangan Teknologi

Generasi Z merupakan generasi yang lahir dan tumbuh bersama teknologi digital. Prensky (2001) menyebut mereka sebagai digital natives yang terbiasa dengan kecepatan informasi, visualisasi, dan interaksi berbasis teknologi.

Dalam proses pembelajaran, Generasi Z cenderung menyukai metode pembelajaran yang praktis, interaktif, dan relevan dengan kehidupan nyata. Mereka juga memiliki potensi besar dalam mengembangkan bakat melalui teknologi, seperti di bidang desain grafis, multimedia, pemrograman, otomasi, dan kewirausahaan digital.

Namun, karakteristik ini perlu diarahkan agar teknologi tidak hanya digunakan sebagai sarana hiburan, tetapi sebagai alat pengembangan diri dan peningkatan kompetensi sesuai potensi masing-masing murid.

Peran Mata Pelajaran Pilihan dalam Membimbing Generasi Z

Penulis merupakan Guru Produktif Mata Pelajaran Pilihan (MPP) pada Kelas XI Konsentrasi Keahlian Teknik Kendaraan Ringan SMKN 10 Semarang Tahun Pelajaran 2025/2026. Dengan segala dampak dengan adanya perkembangan teknologi modern yang dihadapi murid, Guru pada mata pelajaran ini memiliki peran strategis dalam menghadapi karakteristik Generasi Z dan tuntutan dunia kerja sesuai dengan konsentrasi keahliannya.

Pertama, guru berperan sebagai fasilitator pembelajaran MPP berbasis teknologi yang menyenangkan dan bermakna. Model pembelajaran seperti project-based learning, problem-based learning, dan teaching factory dapat meningkatkan keterlibatan murid.

Kedua, dalam proses pembelajaran di kelas maupun industri, guru berperan sebagai pembimbing karakter dan etos kerja. Lickona (1991) menekankan bahwa pendidikan karakter, seperti disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan kejujuran, merupakan bekal utama dalam dunia kerja.

Ketiga, guru berperan sebagai penghubung antara sekolah dan dunia industri, sehingga pembelajaran yang diberikan relevan dengan kebutuhan pasar kerja.

Implementasi Mata Pelajaran Kejuruan yang Relevan dan Memotivasi

Implementasi mata pelajaran kejuruan di SMK perlu dirancang agar mampu meningkatkan motivasi belajar dan mengembangkan potensi murid. Mata pelajaran kejuruan sebaiknya berbasis pada kebutuhan dunia kerja dan perkembangan teknologi industri.

Pendekatan link and match antara kurikulum SMK dan dunia industri menjadi kunci utama. Menurut Prosser (1949), pendidikan kejuruan akan efektif apabila lingkungan belajar menyerupai kondisi kerja yang sesungguhnya.

Penerapan pembelajaran berbasis proyek nyata, penggunaan alat dan teknologi industri, serta keterlibatan praktisi industri dalam pembelajaran dapat meningkatkan kompetensi dan kepercayaan diri murid. Dengan demikian, mata pelajaran kejuruan tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga pada penguasaan keterampilan dan pengembangan potensi diri.

Perkembangan teknologi modern memberikan peluang dan tantangan dalam dunia pendidikan, khususnya di SMK. Generasi Z memiliki karakteristik adaptif terhadap teknologi, namun tetap membutuhkan bimbingan agar potensi dan bakatnya berkembang secara optimal. Guru SMK memegang peran kunci dalam menciptakan pembelajaran yang menyenangkan, bermanfaat, dan relevan dengan dunia kerja. Implementasi mata pelajaran kejuruan yang kontekstual, berbasis teknologi, dan selaras dengan kebutuhan industri mampu memotivasi murid dan menyiapkan mereka menjadi lulusan yang kompeten dan siap kerja.

“Ciptakan Inovasi, Tebarkan Manfaat”

“SMK Negeri 10 Semarang, dari Semarang untuk Indonesia”

Penulis: Arimurti Asmoro, S.Pd., M.Pd., Guru Produktif Teknik Kendaraan Ringan

Penyunting: Tim Humas dan Literasi

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Beri Komentar