Info Sekolah
Minggu, 01 Feb 2026
  • SMK Negeri 10 Semarang menjadi Terbaik I Kelembagaan dengan Prestasi Terbanyak Jenjang SMK Cabdin I

Metode Pembelajaran Project-Based Learning dalam Mata Pelajaran Teknik dengan Menggunakan Mesin Bubut Konvensional

Diterbitkan :

Pendidikan teknik memainkan peran penting dalam membekali siswa dengan keterampilan praktis dan pengetahuan yang diperlukan untuk menjadi profesional yang kompeten di berbagai bidangi ndustri. Salah satu aspek penting dari pendidikan teknik adalah pembelajaran mesin dan alat. Mesin bubut konvensional adalah salah satu alat yang umum digunakan dalam pembuatan komponen mekanik. Metode pembelajaran yang efektif dalam memperkenalkan siswa pada penggunaan mesin bubut konvensional adalah Project-Based Learning (PBL).

Menurut John W. Thomas, Ph.D., menyatakan bahwa PBL merupakan metode pengajaran yang terbukti telah menginspirasi motivasi dan kinerja Siswa. Melalui metode PBL pembelajaran menekankan berbasis proyek, di mana siswa belajar melalui penyelesaian proyek nyata yang menuntut pemecahan masalah, kolaborasi, dan kreativitas. Dalam konteks pembelajaran teknik menggunakan mesin bubut konvensional, PBL memungkinkan siswa untuk memahami konsep-konsep dasar teknik mesin secara praktis melalui pengalaman langsung dalam menyelesaikan proyek.

Langkah-langkah Implementasi PBL dalam Pembelajaran Mesin Bubut Konvensional, yaitu:

  1. Identifikasi Proyek yang Relevan. Pilih proyek yang sesuai dengan kurikulum dan tingkat keterampilan Proyek ini harus memungkinkan siswa untuk memahami berbagai teknik pemesinan yang berkaitan dengan mesin bubut konvensional.
  2. Penjelasan Konsep Dasar. Sebelum memulai proyek, berikan penjelasan tentang konsep dasar mesin bubut konvensional, termasuk jenis-jenis pemotongan, alat potong yang digunakan, pengaturan mesin, dan keselamatan
  3. Pembagian Tugas dan Kolaborasi. Bagi siswa ke dalam kelompok dan berikan setiap kelompok tanggung jawab tertentu dalam Dorong kolaborasi antar siswa untuk memecahkan masalah dan menghasilkan solusi yang inovatif.
  4. Pengembangan Rencana Kerja. Bantu siswa dalam mengembangkan rencana kerja yang rinci untuk proyek mereka, termasuk jadwal waktu, anggaran, dan sumber daya yang diperlukan.
  5. Pelaksanaan Proyek. Biarkan siswa menerapkan konsep-konsep yang dipelajari saat menggunakan mesin bubut konvensional untuk membuat bagian atau produk yang ditentukan dalam proyek
  6. Pemantauan dan Bimbingan. Berikan bimbingan dan dukungan kepada siswa selama pelaksanaan Monitor kemajuan mereka secara teratur dan berikan umpan balik yang konstruktif.
  7. Presentasi dan Evaluasi. Akhirnya, minta setiap kelompok untuk mempresentasikan hasil proyek mereka kepada Evaluasilah proyek berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya, termasuk kualitas produk akhir, kemampuan kerja tim, dan pemahaman konsep teknis.

Manfaat pembelajaran PBL dalam mata pelajaran teknik menggunakan mesin bubut konvensional, diantaranya:

  1. Pengalaman Praktis. Memberikan siswa pengalaman praktis dalam menggunakan mesin bubut konvensional, yang akan meningkatkan pemahaman mereka tentang konsep-konsep
  2. Keterampilan Kolaborasi. Mengembangkan keterampilan kerja tim dan kolaborasi siswa dalam menyelesaikan proyek
  3. Pengembangan Kreativitas. Mendorong siswa untuk berpikir kreatif dalam menyelesaikan proyek dan menemukan solusi yang inovatif.
  4. Pengalaman Dunia Nyata. Menghubungkan pembelajaran di kelas dengan aplikasi dunia nyata dalam industry

Pembelajaran berbasis proyek merupakan pendekatan yang efektif dalam memperkenalkan siswa pada penggunaan mesin bubut konvensional dalam mata pelajaran teknik. Melalui proyek-proyek yang menantang dan berorientasi pada tugas, siswa dapatmengembangkan pemahaman yang mendalam tentang konsep-konsep teknis dan keterampilan praktis yang diperlukan dalam industri.

“SMK Negeri 10 Semarang, dari Semarang untuk Indonesia”

Penulis: Warto, ST., Guru Produktif Teknik Pemesinan Kapal

Editor: Tim Humas dan Literasi

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Beri Komentar