Dalam kehidupan sehari-hari, kita pasti akrab dengan istilah sistem koordinat bumi. Sistem ini umumnya digunakan untuk menunjukkan posisi suatu wilayah, mendeteksi lokasi bencana dan gempa, mengidentifikasi lokasi kapal, serta membantu dalam proyeksi peta dan berbagai keperluan lainnya. Di tengah kemajuan era digital, kemampuan untuk menentukan titik koordinat menjadi suatu keterampilan yang sangat berharga. Baik bagi seorang penjelajah, peneliti, atau hanya seseorang yang ingin meningkatkan kemampuan navigasi, memahami cara menentukan titik koordinat merupakan langkah awal yang krusial. Titik koordinat adalah dua angka yang menunjukkan posisi tertentu dari suatu objek atau lokasi baik di permukaan bumi maupun dalam sistem koordinat lainnya. Angka-angka ini biasanya mencerminkan garis lintang (latitude) dan garis bujur (longitude) untuk lokasi di bumi, atau sumbu x dan y dalam sistem koordinat.
Tempat yang terdapat di setiap bagian permukaan bumi ini ditentukan oleh dua garis imajiner yang disebut garis lintang dan garis bujur. Ketika kita meninjau peta atau globe, kita akan melihat garis yang membentang secara horizontal dan vertikal yang membagi peta menjadi kotak-kotak persegi. Garis lintang membentang dari Timur ke Barat dan menandai derajat busur antara ekuator dan masing-masing kutub geografis. Garis bujur, yang juga disebut “meridian”, membentang dari arah Utara ke Selatan, dimulai di satu kutub dan berakhir di kutub yang lain. Mirip dengan bentuk bola, terdapat 360° di sekitar Bumi. Untuk meridian, 360° dibagi menjadi dua bagian masing-masing 180° yang bergerak ke arah timur atau barat dari Meridian Utama yang menghubungkan kutub-kutub melalui Greenwich, Inggris.
Koordinat geografis, yaitu garis lintang dan garis bujur, penting bagi pelayaran karena membantu menentukan posisi kapal di permukaan laut. Koordinat ini juga digunakan untuk membuat peta dan bagan yang akurat. Garis lintang adalah elemen esensial dalam sistem koordinat geografi yang berperan dalam menemukan posisi di permukaan bumi kita. Bersama garis bujur, garis lintang memungkinkan kita untuk menentukan lokasi suatu daerah dengan tepat.
Dalam pembelajaran di Bidang Keahlian Kemaritiman, mata pelajaran Kompetensi Keahlian Nautika Kapal Niaga pada Elemen Ilmu Pelayaran Datar, mengawali pembelajaran dengan belajar tentang topik bentuk bumi dan koordinat dibumi. Hal ini menandakan bahwa murid yang belajar tentang ilmu-ilmu kepelautan semestinya memiliki kemampuan untuk membaca, memahami koordinat di peta laut sebagai acuan dalam membuat rencana pelayaran. Secara umum peta laut merupakan gambaran permukaan bumi yang diproyeksikan ke bidang datar.
Peta laut digunakan oleh pelaut dan navigator untuk menentukan posisi dan merencanakan perjalanan mereka. Peta laut yang baik sangat penting untuk navigasi maritim yang aman. Dikombinasikan dengan instrumen navigasi lain seperti kompas magnetik, sekstan, dan kronometer, ia memungkinkan pelaut yang terampil untuk melintasi semua samudera dengan aman. Peta laut menunjukkan fitur-fitur yang penting bagi para navigator. Selain garis pantai, peta laut juga dapat menunjukkan kedalaman dasar laut, pasang surut dan arus setempat, alat bantu navigasi (seperti pelampung, mercusuar, dan penanda navigasi), arah kompas magnetik, garis bujur dan garis lintang, serta bahaya bawah air (seperti bangkai kapal, terumbu karang, dan daerah. Syarat umum peta laut sebagai berikut: (1) Bagian Laut, harus berisi semua bahaya-bahaya yang ada, dan gambaran yang dapat di percaya mengenai dalamnya air dan garis – garis dalam; (2) Arah dan jarak harus dinyatakan sedemikian rupa sehingga tidak memberikan arti yang keliru bagi seorang navigator; (3) Angka-angka harus jelas serta menyatakan dalam yang terkecil dan dalam yang terbesar serta perlu di jelaskan penampang dasar laut dan jenis tanah yag ada di dalamnya. hal ini, akan membantu seorang navigator untuk memilih tempat berlabuh yang aman; (4) Perambuan-perambuan, suar, buoy, garis haluan, garis penuntun, tempat berlabuh, bahaya navigasi, daerah ranjau, dll harus di lukiskan di peta dengan jelas; (5) Bagian Daratan, hendaknya tidak hanya menunjukkan bentuk dan garis-garis pantai saja, tetapi harus pula dapat menyatakan apakah daratan itu rata, berbukit-bukit, curam ataupun bergunung-gunung, sedangkan batas antara susunan tersebut harus nampak dengan jelas; (6) Titel peta harus menyatakan daerah yang di gambarkan. di dalam titel itu di sebutkan skalanya, ukuran- ukuran dalam dan tinggi gunung di tentukan, sampai bidang mana dalam itu di surutkan dan jika perlu jarak bidang itu (chart datum) dengan bidang duduk menengah (mean level) harus di jelaskan; (7) Bulan dan Tahun penerbitan atau cetakan ulang tercantum dibagian bawah dan sampai tanggal berapa peta itu terakhir dikoreksi.
Jenis-jenis peta laut, yaitu: (a) Peta pelayaran adalah peta yang digunakan untuk bernavigasi / berlayar; (b) Peta lingkaran besar adalah peta yg diperlukan dalam pelayaran dengan memakai haluan lingkaran besar; (c) Peta Cuaca adalah peta yang digunakan untuk mengikuti gerak perubahan cuaca atau menganalisa cuaca; (d) Peta Jaringan adalah Peta yang digunakan untuk berlayar dengan menggunakan alat electronic; (e) Peta arus adalah peta yang menggambarkan gerak arus laut; (f) Peta isogon adalah peta yang menggambarkan isogon dipermukaan bumi.
Oleh karena itu peta laut merupakan alat penting bagi pelaut untuk bernavigasi dengan aman dan efisien. Maka para murid yang mempelajari elemen Ilmu Pelayaran Datar di kelas XI akan belajar bagaimana mereka nantinya dapat membacara, memahami dan mengidentifikasi koordinat (lintang dan bujur) suatu objek di peta laut dengan benar. Sehingga pada akhirnya mampu untuk menginterpretasi dengan tepat untuk menerapkannya dalam belajar menyusun dan merencanakan pelayaran pada topik berikutnya. Berikut ini adalah beberapa langkah dasar yang harus dilakukan dalam membaca peta laut: (1) Pahami simbol-simbolnya: Peta laut penuh dengan simbol-simbol yang mewakili berbagai fitur dan bahaya di atas dan di bawah permukaan air. Sebelum mulai menggunakan peta, Anda harus memahami simbol-simbol ini dan artinya. Sebagian besar peta memiliki kunci yang menjelaskan simbol-simbol yang digunakan, tetapi ada juga buku dan aplikasi yang menjelaskan semua simbol dan singkatan yang digunakan; (2) Tentukan skalanya: Skala peta laut mengacu pada rasio antara ukuran peta dan ukuran area sebenarnya yang dicakupnya. Misalnya, peta dengan skala 1:50.000 berarti bahwa satu unit jarak pada peta mewakili 50.000 unit jarak di dunia nyata. Mengetahui skala penting untuk menghitung jarak dan merencanakan rute Anda; (3) Tentukan posisi: Setelah memahami simbol dan skala, Anda dapat mulai menentukan posisi Anda pada peta. Perhatikan arah penanda visual dan alat bantu navigasi seperti pelampung, lampu, dan bentuk untuk membantu menentukan posisi Anda pada peta; (4) Rencanakan rute: Peta laut menunjukkan kedalaman, beting, batu, dan bahaya lainnya, jadi gunakan informasi ini untuk merencanakan rute yang aman. Cari jalur yang dalam dan hindari daerah yang dangkal. Waspadai bahaya navigasi seperti batu, terumbu karang, dan bangkai kapal; (5) Periksa pasang surut dan arus: Peta laut sering kali memuat informasi tentang pasang surut dan arus, yang dapat berdampak signifikan pada rute dan kecepatan Anda. Pastikan untuk mempertimbangkan variabel-variabel ini saat merencanakan perjalanan Anda.
Dengan demikian, penting bagi murid yang belajar tentang navigasi kapal untuk memahami konsep peta laut dan mampu menerapkannya dalam praktik pembelajaran mereka untuk mencapai hasil pembelajaran yang optimal.
“Ciptakan Inovasi, Tebarkan Manfaat”
“SMK Negeri 10 Semarang, dari Semarang untuk Indonesia”
Penulis: T. Harry Sulistianto, S.Pd., M.Si., Guru Produktif dan KKK Nautika Kapal Niaga
Penyunting: Tim Humas dan Literasi

Semoga ilmunya bermanfaat untuk siswa Nautika 👍👍
Semoga bermanfaat.
Jaya jaya👍💯
Beri Komentar