Bola voli merupakan salah satu cabang olahraga yang sangat populer di Indonesia, terutama di kalangan remaja. Permainan ini membutuhkan kekuatan fisik, konsentrasi, serta stamina yang prima. Bagi atlet bola voli SMK Negeri 10 Semarang, stamina menjadi faktor penting untuk mendukung performa saat latihan maupun bertanding. Tanpa stamina yang baik, sulit bagi atlet untuk menampilkan kemampuan terbaiknya.
Stamina tidak dapat terbentuk secara instan, melainkan melalui proses pembinaan yang berkelanjutan. Faktor-faktor yang memengaruhi stamina antara lain pengetahuan tentang gizi seimbang, kecukupan waktu tidur, penerapan gaya hidup sehat, serta status gizi atlet. Semua aspek tersebut saling berkaitan dan harus diperhatikan dengan baik agar kondisi tubuh tetap bugar dan prestasi optimal dapat tercapai.
Pengetahuan tentang gizi seimbang berperan besar dalam membentuk pola makan atlet. Atlet SMK Negeri 10 Semarang yang memahami pentingnya gizi akan lebih mampu memilih makanan yang sesuai dengan kebutuhan tubuh mereka. Dengan begitu, tubuh memperoleh asupan energi, vitamin, mineral, dan protein dalam jumlah yang cukup sehingga daya tahan tubuh lebih kuat saat menghadapi latihan intensif.
Gizi seimbang sendiri diartikan sebagai susunan makanan sehari-hari yang mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah sesuai kebutuhan. Prinsip gizi seimbang mencakup keanekaragaman pangan, perilaku hidup bersih, aktivitas fisik teratur, dan menjaga berat badan ideal. Jika prinsip ini diterapkan oleh atlet, maka kebugaran jasmani dapat terjaga, pertumbuhan remaja tetap optimal, dan risiko gangguan kesehatan bisa diminimalkan.
Status gizi merupakan cerminan kondisi kesehatan tubuh berdasarkan asupan makanan yang dikonsumsi dan kebutuhan energi yang dikeluarkan. Atlet dengan status gizi baik akan memiliki tubuh yang lebih bertenaga, tidak mudah lelah, dan mampu berlatih lebih keras. Sebaliknya, status gizi yang kurang baik dapat menyebabkan mudah sakit, cepat lelah, bahkan berisiko cedera saat latihan.
Selain gizi, durasi tidur yang cukup juga menjadi salah satu faktor penting. Tidur berfungsi untuk memulihkan energi, memperbaiki jaringan tubuh, dan menjaga konsentrasi. Bagi atlet bola voli SMK Negeri 10 Semarang yang memiliki jadwal padat antara sekolah dan latihan, manajemen waktu tidur harus diperhatikan dengan baik. Rata-rata remaja membutuhkan tidur sekitar 7–9 jam per malam agar tubuh kembali bugar.
Apabila seorang atlet kekurangan tidur secara terus-menerus, hal ini akan berdampak negatif pada stamina. Tubuh menjadi mudah lelah, daya konsentrasi menurun, serta reaksi tubuh melambat. Kondisi ini tentu sangat merugikan dalam permainan bola voli yang membutuhkan kecepatan reaksi dan fokus tinggi. Oleh karena itu, tidur cukup merupakan kebutuhan dasar yang tidak boleh diabaikan.
Gaya hidup sehat juga memiliki pengaruh besar terhadap stamina. Gaya hidup atlet tidak hanya mencakup pola makan dan tidur, tetapi juga bagaimana mereka mengatur aktivitas sehari-hari. Atlet yang terbiasa menjaga kebersihan, rutin berolahraga, menghindari kebiasaan buruk seperti begadang, merokok, atau mengonsumsi makanan cepat saji, cenderung memiliki stamina yang lebih baik dibandingkan dengan yang tidak memperhatikan gaya hidupnya.
Di lingkungan SMK Negeri 10 Semarang, pembiasaan gaya hidup sehat sangat penting karena remaja masih berada pada tahap perkembangan fisik dan mental. Kebiasaan baik yang dibangun sejak sekolah akan berdampak jangka panjang, tidak hanya untuk prestasi olahraga tetapi juga kesehatan di masa depan. Oleh karena itu, sekolah dan pelatih memiliki peran besar dalam mengarahkan atlet agar menerapkan pola hidup yang benar.
Latihan fisik yang teratur dan terukur juga tidak kalah penting. Atlet bola voli yang memiliki jadwal latihan konsisten akan terbiasa melatih otot, meningkatkan daya tahan, serta membangun kekuatan tubuh. Namun, latihan yang baik harus diimbangi dengan pemenuhan gizi, tidur cukup, dan gaya hidup sehat agar tubuh tidak mengalami kelelahan berlebihan.
Hasil penelitian pada atlet bola voli SMK Negeri 10 Semarang menunjukkan bahwa pengetahuan gizi, durasi tidur, gaya hidup, dan status gizi memang berhubungan erat dengan stamina atlet. Atlet yang memiliki pengetahuan gizi lebih baik, tidur cukup, dan gaya hidup sehat terbukti memiliki stamina lebih tinggi dibandingkan atlet yang tidak memperhatikan faktor-faktor tersebut.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pembinaan atlet bola voli di SMK Negeri 10 Semarang tidak cukup hanya melalui latihan fisik, tetapi juga harus memperhatikan aspek gizi, tidur, gaya hidup, dan status gizi. Jika semua faktor tersebut dikelola dengan baik, maka stamina atlet akan terjaga, performa meningkat, dan peluang meraih prestasi semakin besar.
“Ciptakan Inovasi,Tebarkan Manfaat”
“SMK Negeri 10 Semarang, dari Semarang untuk Indonesia”
Penulis : Valen Septiyani, Mahasiswa Lantip 5 UNNES, Mapel PJOK
Penyunting: Tim Humas dan Literasi

Beri Komentar