Info Sekolah
Sabtu, 16 Mei 2026
  • SMK Negeri 10 Semarang mengucapkan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan 1447 H

Hubungan Antara Percaya Diri dan Kerja Keras Dalam Olahraga Dan Keterampilan Gerak

Diterbitkan :

Dalam dunia pendidikan olahraga maupun olahraga prestasi tidak bisa lepas dari peran nilai karakter. Nilai karakter tersebut berperan besar dalam keberhasilan seseorang dalam beraktivitas baik dalam duniapendidikan olahraga maupun olahraga prestasi. Nilai karakter tersebut terdapat dalam berbagai macam jenis dengan pencapaian hasil yang maksimal pada umumnya

Percaya diri dan kerja keras merupakan salah satu nilai positif yang harus dimiliki seseorang ketika menjalankan sebuah tugas tidak terkecuali ketika menjalankan tugas dalam dunia olahraga. Khusus dalam dunia olahraga, percaya diri dan kerja keras memiliki hubungan yang erat dengan atlet atau siswa yang melakukan sebuah teknik atau gerakan kecabangan olahraga yang tujuannya adalah prestasi. Percaya diri merupakan salah satu aspek karakter yang menentukan kesuksesan seseorang dalam meraih prestasi optimal di dunia olahraga.

Menurut ahli Psikologi Sigmund Fred, kepercayaan diri adalah sesuatu tingkatan rasa sugesti tertentu yang berkembang dalam diri seseorang sehingga merasa yakin dalam berbuat sesuatu. Dari hal tersebut tentu dapat kita kaji bahwa percaya diri dan kerja keras memiliki peran yang penting dalam kesuksesan seseorang dalam melaksanakan sebuah tugas, khususnya olahraga.

Nilai nilai tersebut sangat berkaitan dengan pencapaian prestasi dan keterampilan hidup. Olahraga menuntut para pelaku olahraga untuk memiliki karakter percaya diri dan memiliki karakter kerja keras agar bisa mencapai prestasi terbaik. Prestasi dalam dunia olahraga selain dituntut memiliki skills yang mumpuni juga harus diimbangi kumpulan karakter yang positif antara lain percaya diri dan kerja keras.

Olahraga merupakan miniatur kehidupan, olahraga melatih seseorang untuk tampil berjuang, bagaimana bekerja keras. Seorang atlet akan berusaha dengan latihan 2 sampai 3 kali sehari selama beberapa tahun untuk mencapai prestasi maksimal. Pernyataan olahraga sebagai miniatur kehidupan mengandung maksud bahwa esensi-esensi dasar dari kehidupan manusia dalam keseharian dapat dijumpai pula dalam olahraga.  

Olahraga mengajarkan bagaimana berkerja keras/berjuang, berikut ini salah satucontoh bagaimana seorang atlet berjuang, hal ini dialami seorang pelari 400 meter dalam sebuah event Olympiade Barcelona 1992 yaitu Derek Redmond. Derek Redmond adalah seorang pelari yang diprediksikan meraih medali emas dalam nomor sprint 400 meter, sebagai pelari yang diprediksikan akan meraih juara dan berdasarkan kualifikasi maka derek ditempatkan pada lintasan tengah.

Start dimulai dengan mulus dan pelari berlari dengan akselerasi masing-masing untuk saling berpacu menuju garis finish, apa yang terjadi ada Derek Redmond, masuk pada meter ke 150, Derek mengalami cidera pada hamstring kanan yang mengakibatkan Derek tersungkur kesakitan yang luar biasa dan berhenti selama beberapa detik mengendalikan rasa sakit, disamping itu Derek masih bekeinginan kuat dan ingin berjuang untuk melanjutkan perlombaan, tidak ada kata menyerah dalam dirinya terpikir saat itu, pelari lain mulai mendahuluinya satu persatu. Sampai akhirnya sambil tertatih-tatih dia menyelesaikan lomba dengan dipapah oleh ayahnya.

Oleh sebab itu yang penting adalah kemauan dari setiap individu untuk memulai hidup dengan baik yang dilandasi oleh nilai-nilai keutamaan dan didukung oleh keteladanan para pemimpin seperti orangtua, guru, pemuka masyarakat dan kepala pemerintahan dari tingkat yang terendah sampai tertinggi. Para pemimpin harus memberikan teladan yang baik, apa yang diucapkan harus berbanding lurus dengan apa yang dilakukan.

“Ciptakan Inovasi, Tebarkan Manfaat”

“SMK Negeri 10 Semarang, dari Semarang untuk Indonesia”

Penulis: Helmi Yuhdana H., S.Pd, M.M., Guru Mapel PJOK

Penyunting: Tim Humas dan Literasi

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Beri Komentar