Info Sekolah
Minggu, 01 Feb 2026
  • SMK Negeri 10 Semarang menjadi Terbaik I Kelembagaan dengan Prestasi Terbanyak Jenjang SMK Cabdin I

Mengintegrasikan Pembelajaran Mendalam dan Multiple Intelligences untuk Menciptakan Pendidikan Bermakna

Diterbitkan :

Pendidikan abad ke-21 menghadirkan tantangan yang semakin kompleks, di mana siswa tidak hanya dituntut untuk menguasai pengetahuan faktual, tetapi juga mampu berpikir kritis, kreatif, dan adaptif terhadap perubahan. Dunia modern bergerak cepat, dan informasi berkembang jauh lebih cepat daripada kemampuan manusia untuk menampungnya. Dalam situasi inilah sekolah tidak lagi cukup berfungsi sebagai tempat untuk menghafal pelajaran atau sekadar menuntaskan kurikulum. Pendidikan harus berkembang menjadi arena yang menumbuhkan rasa ingin tahu, melatih kecerdasan reflektif, serta memupuk kemampuan kolaboratif yang semakin dibutuhkan dalam berbagai bidang kehidupan. Dua konsep yang dapat memberikan arah baru dalam pembelajaran adalah deep learning atau pembelajaran mendalam serta teori multiple intelligences yang dikemukakan Howard Gardner. Artikel ini hadir untuk menjelaskan bagaimana integrasi keduanya dapat menciptakan pembelajaran yang jauh lebih bermakna, relevan, dan kontekstual bagi siswa di era penuh tantangan ini.

Pembelajaran mendalam merupakan pendekatan yang menekankan pemahaman konseptual secara utuh. Dalam pembelajaran jenis ini, siswa diajak untuk tidak hanya mengingat sebuah informasi, tetapi juga mengevaluasi, menganalisis, dan menghubungkannya dengan situasi nyata. Prinsip utama deep learning meliputi kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan transfer of knowledge, atau kemampuan mengaplikasikan pengetahuan dalam konteks berbeda. Hal ini sangat kontras dengan surface learning, di mana siswa hanya berusaha menghafal atau memahami informasi di permukaan tanpa benar-benar mengaitkan makna yang lebih dalam. Di kelas, pembelajaran mendalam misalnya dapat diwujudkan melalui diskusi reflektif tentang fenomena sosial, analisis kasus dunia nyata, hingga projek berbasis penelitian yang mengajak siswa menggali akar persoalan dan membuat solusi yang orisinal. Ketika guru menekankan pembelajaran seperti ini, siswa cenderung terlibat lebih aktif, memiliki rasa kepemilikan atas proses belajar, serta menggembangkan pola pikir yang lebih terbuka.

Teori multiple intelligences dari Gardner memperluas pemahaman kita tentang kecerdasan manusia. Menurut teori ini, kecerdasan tidak terbatas pada kemampuan akademis seperti bahasa dan matematika, tetapi mencakup delapan jenis kecerdasan yang masing-masing dimiliki oleh setiap individu dengan porsi berbeda. Kecerdasan linguistik berkaitan dengan kemampuan berbahasa dan mengolah kata. Kecerdasan logis-matematis terkait kemampuan berpikir sistematis, menganalisis pola, dan memecahkan masalah numerik. Kecerdasan visual-spasial berhubungan dengan kemampuan memahami ruang, gambar, dan visualisasi. Kecerdasan kinestetik melibatkan pembelajaran melalui gerak tubuh. Kecerdasan musik mencakup kepekaan terhadap nada, ritme, dan melodi. Kecerdasan interpersonal adalah kecerdasan memahami orang lain, sedangkan kecerdasan intrapersonal merupakan kemampuan mengenali diri sendiri. Terakhir, kecerdasan naturalis mencakup sensitivitas terhadap lingkungan alam dan fenomena natural. Teori ini penting dalam pembelajaran karena menyadarkan kita bahwa tidak semua siswa belajar dengan cara yang sama. Setiap siswa memiliki keunikan, dan pemahaman ini menjadi dasar utama dalam pembelajaran yang berpusat pada siswa.

Ketika kedua pendekatan ini digabungkan, kekuatan pendidikan menjadi jauh lebih besar. Jika hanya menggunakan pembelajaran mendalam tanpa mempertimbangkan perbedaan kecerdasan, siswa yang memiliki gaya belajar tertentu dapat merasa tertinggal atau tidak terfasilitasi. Sebaliknya, jika hanya mengandalkan multiple intelligences tanpa pendalaman konsep, kegiatan pembelajaran mungkin menjadi bervariasi tetapi dangkal. Sinergi antara keduanya justru menciptakan keseimbangan ideal: deep learning menuntun siswa memahami konsep secara mendalam, sementara multiple intelligences memungkinkan guru mendesain strategi yang sesuai dengan keragaman gaya belajar. Dengan demikian, tujuan pembelajaran bisa tercapai secara efektif, dan siswa mampu menginternalisasi konsep dengan cara yang paling sesuai dengan profil kecerdasannya. Inilah mengapa integrasi ini menjadi semakin penting diterapkan di sekolah.

Untuk mengimplementasikan integrasi tersebut di kelas, guru dapat memulai dengan menganalisis kompetensi inti dan tujuan pembelajaran. Guru perlu menentukan konsep utama apa yang harus benar-benar dipahami siswa dan bagaimana konsep tersebut relevan dalam kehidupan nyata. Setelah itu, guru dapat merancang aktivitas berbasis proyek yang melibatkan berbagai kecerdasan, misalnya melalui project-based learning yang menuntut kolaborasi lintas kemampuan. Selanjutnya, guru perlu memasukkan pertanyaan-pertanyaan mendalam yang mendorong siswa berpikir tingkat tinggi, seperti menganalisis sebab akibat, membuat prediksi, atau mengkritisi sebuah fenomena. Dalam tahap penilaian, guru dapat beralih ke penilaian autentik, misalnya portofolio, presentasi, produk kreatif, atau refleksi diri, sehingga hasil pembelajaran tidak hanya diukur dari angka ujian, tetapi dari kemampuan siswa menghasilkan karya nyata.

Untuk memperjelas konsep integrasi ini, kita dapat merujuk pada contoh praktik dalam mata pelajaran Informatika. Jika siswa diberi tugas membuat aplikasi ramah lingkungan, proyek tersebut dapat mencakup beragam kecerdasan sekaligus mendorong pembelajaran mendalam. Kecerdasan linguistik terlibat ketika siswa menulis proposal atau dokumentasi aplikasi. Kecerdasan logis-matematis muncul ketika siswa mengembangkan algoritma atau logika program. Kecerdasan visual-spasial hadir ketika siswa merancang tampilan antarmuka (user interface) aplikasi. Kecerdasan naturalis digunakan saat siswa mempertimbangkan dampak lingkungan dari aplikasi yang dibuat. Dalam satu proyek, banyak kecerdasan bekerja bersama, dan siswa belajar membuat solusi yang tidak hanya teknis, tetapi juga memiliki nilai etis dan lingkungan. Proses ini memperkuat pemahaman siswa tentang hubungan antara teknologi dan keberlanjutan, sekaligus mengasah kemampuan berpikir kritis dan kreatif.

Untuk jurusan Sosial, konsep integrasi deep learning dan multiple intelligences dapat diterapkan, misalnya, melalui proyek “Analisis Dampak Urbanisasi terhadap Kualitas Hidup Masyarakat Kota”. Dalam proyek ini, siswa tidak hanya diminta mengumpulkan data, tetapi juga menganalisis akar masalah dan merancang solusi kreatif bagi permasalahan sosial yang ditemukan. Kecerdasan linguistik berperan saat siswa menyusun laporan hasil penelitian dan menyampaikan presentasi secara meyakinkan. Kecerdasan logis-matematis terlihat ketika mereka mengolah data statistik kepadatan penduduk, tingkat pengangguran, atau indeks kebahagiaan masyarakat. Kecerdasan visual-spasial muncul saat siswa memvisualisasikan data dalam bentuk peta interaktif atau infografik. Kecerdasan interpersonal terlibat ketika siswa mewawancarai penduduk, bekerja dalam tim, dan berkoordinasi dengan pihak eksternal seperti lembaga pemerintah atau organisasi masyarakat. Di sisi lain, kecerdasan intrapersonal turut berperan ketika siswa melakukan refleksi terhadap hasil temuannya dan memaknai pengalaman tersebut terhadap pandangan mereka tentang kehidupan sosial. Melalui kegiatan ini, pembelajaran tidak berhenti pada hafalan teori sosiologi atau geografi, tetapi berkembang menjadi proses memahami manusia dan masyarakat secara utuh. Siswa belajar berpikir kritis tentang realitas sosial, memahami kerumitan kehidupan kota, serta berempati terhadap berbagai lapisan masyarakat — wujud nyata dari pembelajaran yang mendalam dan berpusat pada kemanusiaan.

Sementara itu, untuk jurusan IPA, integrasi ini dapat diterapkan dalam proyek “Eksperimen dan Kampanye Energi Terbarukan di Lingkungan Sekolah”. Siswa diminta untuk meneliti sumber energi alternatif yang dapat diterapkan secara sederhana di sekolah, seperti penggunaan panel surya mini, biogas, atau turbin angin kecil. Kecerdasan logis-matematis sangat dominan dalam proses penghitungan efisiensi energi, perbandingan daya, dan analisis hasil eksperimen. Kecerdasan kinestetik muncul ketika siswa membangun model atau prototipe alat secara langsung. Kecerdasan visual-spasial berperan saat mereka merancang tata letak alat atau membuat poster ilmiah yang menarik untuk memvisualisasikan hasil penelitian. Kecerdasan naturalis tampak ketika siswa menilai dampak penggunaan energi terhadap lingkungan sekitar dan berupaya menemukan solusi yang ramah ekosistem. Kecerdasan musik bahkan dapat dilibatkan ketika mereka membuat jingle kampanye energi bersih untuk meningkatkan kesadaran teman-teman sekolah. Di samping itu, kecerdasan interpersonal muncul dalam kegiatan kerja tim dan presentasi hasil proyek kepada komunitas sekolah, sedangkan kecerdasan intrapersonal membantu siswa merefleksikan peran mereka dalam menjaga keberlanjutan energi di masa depan. Proyek semacam ini bukan hanya memperkuat penguasaan konsep fisika dan biologi, tetapi juga menanamkan nilai tanggung jawab lingkungan, kolaborasi, dan kepedulian sosial. Dengan demikian, pembelajaran sains menjadi lebih hidup dan bermakna, tidak terpisah dari konteks nyata kehidupan manusia dan bumi.

Namun, integrasi ini tidak selalu mudah diimplementasikan. Tantangan utama sering kali terletak pada keterbatasan waktu, sumber daya, dan kesiapan guru dalam merancang pembelajaran yang kompleks. Guru membutuhkan waktu untuk memahami profil kecerdasan siswa, merancang kegiatan proyek yang bermakna, dan mengevaluasi hasilnya secara autentik. Sementara itu, sekolah mungkin belum menyediakan sarana pendukung yang memadai. Solusinya adalah memperkuat pelatihan guru agar mereka memahami strategi pembelajaran berbasis deep learning dan multiple intelligences. Kolaborasi antar guru juga dapat menjadi solusi, misalnya dengan merancang proyek lintas mata pelajaran. Pemanfaatan teknologi seperti aplikasi pembelajaran digital dapat memudahkan guru dalam melakukan asesmen, mengorganisir proyek, atau mengamati perkembangan siswa.

Pada akhirnya, integrasi antara deep learning dan multiple intelligences bukanlah tren sesaat atau sekadar metode alternatif, tetapi kebutuhan nyata untuk mencetak generasi yang mampu menghadapi dunia yang semakin kompleks, multidisipliner, dan penuh dinamika. Pendidikan yang memadukan pendalaman konsep dan penghargaan terhadap keunikan kecerdasan manusia akan menghasilkan siswa yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga berdaya kreatif, empatik, dan solutif. Inilah saatnya guru dan sekolah mulai mengadopsi pendekatan ini secara bertahap, memodifikasi pembelajaran dari yang semula bersifat satu arah menjadi lebih dialogis, eksploratif, dan bermakna. Dengan perubahan ini, kita membuka ruang bagi masa depan pendidikan Indonesia yang lebih inklusif, progresif, dan relevan dengan kebutuhan zaman.

Penulis : Ardan Sirodjuddin, M.Pd, Kepala SMK Negeri 10 Semarang

 
Artikel ini memiliki

74 Komentar

SUPARMAN, S.Pd
Rabu, 12 Nov 2025

Semangat untuk Guru hebat👍

Balas
Joko Suwignyo
Rabu, 12 Nov 2025

Multiple intelligencles adalah suatu kebutuhan dalam proses pembelajaran untuk seorang pendidik akan lebih bermakna dan mendalam ……

Balas
arimurti asmoro
Rabu, 12 Nov 2025

Guru tidak tergantikan oleh kemajuan dan kecanggihan teknologi. Melalui pembelajaran multiple intelligence, Guru menyadari karunia dari Tuhan untuk membimbing rasa, karsa, dan karya murid, sehingga bertumbuh menjadi pribadi yang unggul.

Balas
Mungki Satya
Rabu, 12 Nov 2025

Setelah membaca artikel ini, saya semakin memahami bahwa setiap siswa memiliki cara belajar yang unik. Pendekatan pembelajaran mendalam yang dikombinasikan dengan multiple intelligences membuat proses belajar menjadi lebih manusiawi dan bermakna. Guru perlu lebih kreatif dalam merancang pembelajaran agar semua jenis kecerdasan siswa dapat berkembang optimal.

Balas
Aprilia Dwi Asriani
Rabu, 12 Nov 2025

Cara belajar setiap anak unik, dan setiap pelajaran bisa bermakna bila disampaikan melalui kecerdasan yang beragam dan pemahaman yang mendalam.

Balas
Dwi Palupi Widyasari, S.Pd, M.Si
Rabu, 12 Nov 2025

Luar biasa..untuk guru hebat..

Balas
Anis Indri
Rabu, 12 Nov 2025

Integrasi pembelajaran mendalam dan multiple intelligences menciptakan pendidikan yang lebih bermakna karena menggabungkan pemahaman konsep yang utuh dengan penghargaan terhadap keunikan kecerdasan setiap siswa.

Balas
SYAYAROH
Rabu, 12 Nov 2025

Multiple intelligences membuat proses belajar menjadi lebih bermakna

Balas
Yusuf Trisnawan
Rabu, 12 Nov 2025

Inspiratif dan bermanfaat. Mantab

Balas
Dra.Warni
Rabu, 12 Nov 2025

Semoga ilmu yg didapatkan ketia IHT bisa bermanfaat utk pembelajaran di sekolah ini

Balas
Janto
Rabu, 12 Nov 2025

Menyala🤭

Balas
Imamul
Rabu, 12 Nov 2025

Inspiratif dan bermanfaat.

Balas
Djoko saputro
Rabu, 12 Nov 2025

Inspiratif dan inovatif , mantap

Balas
Suginah
Rabu, 12 Nov 2025

Luar biasa 👍👍

Balas
Yati
Rabu, 12 Nov 2025

MasyaAlloh 👍👍👍🙏🏻

Balas
Rodhatin
Rabu, 12 Nov 2025

Gurunya menjadi hebat

Balas
Septiyo Ariyanto
Rabu, 12 Nov 2025

Mantap sangat menginspirasi

Balas
Tutik
Rabu, 12 Nov 2025

Mantap,menginspirasi.Pembelajaran mendalam merupakan pendekatan yang menekankan pemahaman konseptual secara utuh. Dalam pembelajaran jenis ini, siswa diajak untuk tidak hanya mengingat sebuah informasi, tetapi juga mengevaluasi, menganalisis, dan menghubungkannya dengan situasi nyata.

Balas
Elmina Ita K. S.Pd, M.Si
Rabu, 12 Nov 2025

Keren menginspirasi banget

Balas
Lulus Wisnuadi Mulyawan
Rabu, 12 Nov 2025

Membangun dan menumbuhkan pola pikir yang bergerak maju, kreatif, inovatif serta tidak lupa berlandaskan sepiritual keagamaan sehingga menciptakan manusia yang berakhlak, berkarater baik, kuat dan cerdas

Balas
Helmi Yuhdana H., S.Pd., M.M.
Rabu, 12 Nov 2025

Mantaaabb’s . . . .

Balas
ferdi
Rabu, 12 Nov 2025

menjadi solusi yang efektif dalam menangani berbagai macam karakter siswa

Balas
RIZKY TEGUH PRASTYA
Rabu, 12 Nov 2025

Pada akhirnya integrasi antara deep learning dan multiple intelligences bukanlah tren sesaat atau sekadar metode alternatif, tetapi kebutuhan nyata untuk mencetak generasi yang mampu menghadapi dunia yang semakin kompleks, multidisipliner, dan penuh dinamika.

Balas
Harry
Rabu, 12 Nov 2025

Integrasi antara pembelajaran mendalam dan multiple intelligences menciptakan pendidikan yang lebih bermakna karena mampu menggali potensi unik setiap murid secara menyeluruh. Pendekatan ini tidak hanya menekankan pada pemahaman konseptual yang mendalam, tetapi juga pada pengembangan berbagai kecerdasan seperti linguistik, logis, interpersonal, dan kinestetik. Dengan demikian, proses belajar menjadi lebih relevan, kontekstual, dan berorientasi pada pembentukan karakter serta kemampuan berpikir kritis.
Kereen…. Hebat…

Balas
Selamet Pujianto
Rabu, 12 Nov 2025

Luar biasa . Sangat menginspirasi

Balas
Muslim Anwar
Rabu, 12 Nov 2025

Inspiratif dan bermanfaatb

Balas
Harry
Rabu, 12 Nov 2025

Integrasi antara pembelajaran yang mendalam dan kecerdasan ganda menghasilkan pendidikan yang lebih signifikan karena dapat mengeksplorasi potensi khas setiap murid secara menyeluruh. Metode ini tidak hanya fokus pada pemahaman yang mendalam, tetapi juga pada perkembangan beragam kecerdasan seperti bahasa, logika, sosial, dan kinestetik. Oleh karena itu, proses pembelajaran menjadi lebih sesuai, kontekstual, dan terarah pada pembentukan karakter serta pengembangan kemampuan berpikir kritis.
Kereen…

Balas
Agus
Rabu, 12 Nov 2025

Joos

Balas
Af'idatin
Rabu, 12 Nov 2025

Luar biasa untuk semua guru SMKN 10 SEMARANG 🔥🔥🔥

Balas
Kholifah Martha
Rabu, 12 Nov 2025

Bersama sama menjadi guru yang dinantikan dan dirindukan oleh anak2 didik kita

Balas
Ari wijaya
Rabu, 12 Nov 2025

Mantap

Balas
sonalita
Rabu, 12 Nov 2025

mantap MI dan PM mampu menjadikan siswa cerdas permanen

Balas
Landung Jati Ismoyo
Rabu, 12 Nov 2025

Alhamdulillah…semoga sangat menginspirasi & berhasil implementasinya.

Balas
Nindar
Rabu, 12 Nov 2025

Sangat inspiratif dan bermanfaat

Balas
ERWIN SETIAWAN
Rabu, 12 Nov 2025

Mantap, inspiratif

Balas
Antar
Rabu, 12 Nov 2025

Integrasi antara pembelajaran mendalam dan multiple intelligences menciptakan pendidikan yang lebih bermakna

Balas
Digna Palupi
Rabu, 12 Nov 2025

Integrasi deep learning dan Multiple intelligence sungguh menginspirasi para guru untuk meningkatkan pembelajaran lebih bermakna.

Balas
Irastuti
Rabu, 12 Nov 2025

Multiple intelligences membuat proses belajar menjadi lebih bermakna

Balas
Andi Tri Cahyono
Rabu, 12 Nov 2025

Mantap dan luar biasa untuk Guru Hebat

Balas
Argun
Rabu, 12 Nov 2025

Guru itu tentang bukan siapa dia yg hebat tapi tentang siapa dia yg bermanfaat bagi sesama 😁🙏

Balas
Beny Legowo, S.Sos.I, S.Pd
Rabu, 12 Nov 2025

Sangat menginspirasi dan dapat memotivasi diri menjadi guru yang baik dalam memberikan pelayanan kepada anak anak didik

Balas
Gesit
Rabu, 12 Nov 2025

Perpaduan konsep, 👌

Balas
Suwarni
Rabu, 12 Nov 2025

Integrasi Pembelajaran deep learning dengan multiple intelegence menghasilkan siswa yang cerdas, kreatif, inovatif, empatik dan solutif

Balas
WILER UPIK
Rabu, 12 Nov 2025

integrasi pembelajaran mendalam dan multiple intelegent menerapkan konsep secara mendalam dan menciptakan strategi pembelajran yang sesuai dengan gaya belajar murid.

Balas
Anik Yuswanti
Rabu, 12 Nov 2025

Sangat inspiratif dan bermanfaat

Balas
Eni Supriyati
Rabu, 12 Nov 2025

Sangat menginspirasi untuk menjadi guru yang dirindukan kehadirannya .

Balas
Gatot Nurhadi
Rabu, 12 Nov 2025

Keren ini, luar biasa

Balas
Nasi'in Samsul Huda
Rabu, 12 Nov 2025

Teori Multiple intelegent..sangat membantu kita untuk memahami minat dan bakat siswa, dan gaya belajar siswa

Balas
Gatot Nurhadi
Rabu, 12 Nov 2025

Keren ini, luar biasa, menarik

Balas
Sujatmiko
Rabu, 12 Nov 2025

Luar biasa, sangat menarik dan inspiratif

Balas
Andhen Priyono
Rabu, 12 Nov 2025

Integrasi antara deep learning dan multiple intelligences bukanlah tren sesaat atau sekadar metode alternatif, tetapi kebutuhan nyata untuk mencetak generasi yang mampu menghadapi dunia yang semakin kompleks, multidisipliner, dan penuh dinamika.

Balas
Mulyo S
Rabu, 12 Nov 2025

Deep learning menekankan pemahaman konsep, analisis, dan penerapan nyata, sedangkan multiple intelligences menghargai keragaman gaya belajar siswa.

Balas
Mohammad Yunan
Rabu, 12 Nov 2025

Guru bertumbuh untuk mengintegrasikan antara deep learning dan multiple intelligences untuk mencetak generasi yang mampu menghadapi dunia yang semakin kompleks, multidisipliner, dan penuh dinamika. Semangat!!!

Balas
Dian Primayanto
Rabu, 12 Nov 2025

Maju terus SMK 10…

Balas
Kuslimanto
Rabu, 12 Nov 2025

Dengan multiple intelligence, siswa akan belajar dengan gaya belajar masing-masing untuk mengefektifkan kbm

Balas
Nur Kholifah
Rabu, 12 Nov 2025

Terima kasih atas ilmunya.

Balas
Nur Kholifah
Rabu, 12 Nov 2025

Terima kasih atas ilmunya, sangat bermanfaat

Balas
Febtiyaningsih
Rabu, 12 Nov 2025

Pendekatan multiple intelligences memberi ruang bagi peserta didik untuk belajar sesuai gaya dan kekuatannya masing-masing.

Balas
Susanti
Rabu, 12 Nov 2025

Penerapan pembelajaran mendalam dengan multiple intelligence semoga dapat diwujudnyatakan di SMKN 10 Semarang secara menyeluruh.

Balas
Miftakhurrofi'i
Rabu, 12 Nov 2025

Alhamdulillah….
Multiple intelligences membuat proses belajar menjadi lebih bermakna..
Luar biasa..

Balas
Dwi W
Rabu, 12 Nov 2025

menginspirasi para guru untuk meningkatkan pembelajaran lebih bermakna.

Balas
Mitap
Rabu, 12 Nov 2025

Teori multiple intelligence ini menunjukkan bahwa setiap orang memiliki kecerdasan yang unik dan berbeda beda, dan bahwa kecerdasan tidak hanya dapat diukur dengan tes IQ saja

Balas
noor achmat
Rabu, 12 Nov 2025

pendekatan pembelajaran yang integrasi antara deep learning dan multiple intelligences merupakan kebutuhan nyata untuk mencetak generasi yang mampu menghadapi dunia yang semakin kompleks, multidisipliner, dan penuh dinamika.

Balas
Andhika Wildan Krisnamurti
Rabu, 12 Nov 2025

Semangat belajar terus.

Balas
Johan
Rabu, 12 Nov 2025

Literasi manfaat dan menginspirasi

Balas
MUCHAMMAD RIZQI
Rabu, 12 Nov 2025

antap,menginspirasi.Pembelajaran mendalam merupakan pendekatan yang menekankan pemahaman konseptual secara utuh. Dalam pembelajaran jenis ini, siswa diajak untuk tidak hanya mengingat sebuah informasi, tetapi juga mengevaluasi, menganalisis, dan menghubungkannya dengan situasi nyata.
SMK 10 Semarang jaya…. Wujud kan generasi emas

Balas
Ribka Tri Muryani
Rabu, 12 Nov 2025

Bagus, harus berusaha untuk di praktekkan.

Balas
Hesti S
Rabu, 12 Nov 2025

Integrasi antara pembelajaran mendalam dan multiple intelligences menciptakan pendidikan yang lebih bermakna karena mampu menggali potensi unik setiap murid secara menyeluruh. Pendekatan ini tidak hanya menekankan pada pemahaman konseptual yang mendalam, tetapi juga pada pengembangan berbagai kecerdasan seperti linguistik, logis, interpersonal, dan kinestetik.

Balas
Anton Gunawan, S.Pd.
Rabu, 12 Nov 2025

SETIAP SISWA MEMPUNYAI CARA BELAJARNYA MASING-MASING DAN TINGKATAN PEMAHAMANNYA MASING-MASING, SEHINGGA GURU HARUS BISA MEMAHAMI MPERBEDAAN YANG DIMILIKI…
SEMANGAT GURU HEBAT

Balas
Trisnatun, M.Pd
Rabu, 12 Nov 2025

Selalu mencerahkan dan menginspirasi

Balas
Suhermawan, S.Pd.
Rabu, 12 Nov 2025

Pendekatan ini menegaskan bahwa setiap siswa memiliki kecerdasan dan cara belajar yang unik, sehingga tugas guru bukan hanya mentransfer ilmu, tetapi juga menuntun siswa menemukan makna dan relevansi dari apa yang mereka pelajari. Semoga semakin banyak pendidik yang terinspirasi untuk menerapkan gagasan ini dalam praktik nyata di kelas, sehingga sekolah benar-benar menjadi tempat tumbuhnya generasi pembelajar yang kritis, kreatif, dan berempati.

Balas
Rabu, 12 Nov 2025

Agar anak didik tidak merasa bosan dalam mengikuti pembelajaran maka kita sebagai guru harus menerapkan pembelajaran yang berkesadaran, bermakna dan mengembirakan bagi murit, melalui olah pikir, olah hati, olah rasa dan olah raga. agar bisa mewujudkan 8 dimensi profil lulusan

Balas
Nur Kholifah
Kamis, 13 Nov 2025

Semangat belajar

Balas
Sofiatul Nadziyah
Minggu, 23 Nov 2025

Pendidikan abad ke-21 menuntut siswa berpikir kritis, kreatif, dan adaptif, sehingga pembelajaran tak bisa hanya berfokus pada hafalan. Menggabungkan deep learning dan multiple intelligences membantu menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna dan relevan.

Balas

Beri Komentar