Info Sekolah
Senin, 02 Feb 2026
  • SMK Negeri 10 Semarang menjadi Terbaik I Kelembagaan dengan Prestasi Terbanyak Jenjang SMK Cabdin I

Model Pembelajaran “Talking Stick” Bikin Asyik

Diterbitkan :

Pendidikan merupakan fondasi bagi perkembangan masyarakat, dan inovasi dalam pembelajaran menjadi kunci utama untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Salah satu model pembelajaran yang menarik dan interaktif adalah “Talking Stick”. Model ini bukan hanya menyajikan informasi secara konvensional, tetapi juga membangun suasana kelas yang asyik dan penuh keterlibatan. Dalam artikel ini, kita akan mengulas model pembelajaran “Talking Stick” dan bagaimana hal ini bisa membuat pembelajaran menjadi lebih menyenangkan.

Model Pembelajaran “Talking Stick”: Model pembelajaran “Talking Stick” berasal dari tradisi suku-suku asli di Amerika dan digunakan sebagai alat komunikasi yang memberikan hak berbicara kepada pemilik tongkat. Dalam konteks pendidikan, “Talking Stick” digunakan sebagai alat bantu untuk memfasilitasi diskusi kelas.

Mekanisme Model Pembelajaran “Talking Stick”:1) Pemilihan Talking Stick: Guru memilih atau membuat sebuah objek yang berfungsi sebagai “Talking Stick”. Bisa berupatongkat, bola kecil, atau objek unik lainnya. 2) Aturan Berbicara: Hanya siswa yang memegang “Talking Stick” yang diizinkan berbicara. Siswa yang lain harus mendengarkan dengan seksama sebelum mendapat giliran. 3) Rotasi Talking Stick: “Talking Stick” dipindahkan dari satu siswa ke siswa lain secara berurutan, Setiap siswa memiliki kesempatan untuk berbicara saat memegang “Talking Stick”. 4) Konteks Pemakaian: Model ini bisa diterapkan dalam berbagai situasi pembelajaran, mulai dari diskusi kelompok, presentasi, hingga menjawab pertanyaan di kelas.

Kelebihan Model Pembelajaran “Talking Stick” dalam Pembelajaran: 1) Peningkatan Keterlibatan Siswa, Setiap siswa memiliki kesempatan yang sama untuk berbicara, sehingga model ini dapat meningkatkan keterlibatan seluruh siswa dalam pembelajaran. 2) Mengembangkan Keterampilan Komunikasi, Siswa diajak untuk mendengarkan denganseksama sebelum memberikan tanggapan. Ini membantu mengembangkan keterampilan komunikasi efektif. 3) Membangun Kepemimpinan, Model ini memberi siswa kesempatan untuk menjadi pemimpin sesaat ketika memegang “Talking Stick”, meningkatkan rasa tanggung jawab dan kepemimpinan, Menciptakan Atmosfer Positif, Suasana kelas menjadi lebih positif dan inklusif karena setiap siswa merasa dihargai dan didengarkan.

Strategi Implementasi Model Pembelajaran “Talking Stick”: 1) Penjelasan Aturan dengan Jelas: guru perlu menjelaskan aturan “Talking Stick” dengan jelas agar siswa memahamipentingnya mendengarkan dan memberi tanggapan dengan sopan. 2) Pemilihan Objek yang Menarik, Guru dapat memilih atau membuat “Talking Stick” yang menarik, sehingga siswa merasa antusias untuk berbicara. 3) Integrasi dengan Materi Pembelajaran, Model ini bisadiintegrasikan dengan materi pelajaran, seperti diskusi tentang nilai-nilai, kontroversi, atau pemecahan masalah. 4) Evaluasi dan Refleksi, Setelah menggunakan model ini, guru dapat melakukan evaluasi dan refleksi bersama siswa untuk meningkatkan penerapannya di masa mendatang.

Dampak Positif pada Pembelajaran, Penerapan model pembelajaran “Talking Stick” bukan hanya menciptakan pembelajaran yang lebih asyik, tetapi juga membawa dampak positif terhadap perkembangan siswa. Dengan menciptakan atmosfer yang inklusif dan memberikan kesempatan yang adil, model ini mengembangkan keterampilan komunikasi, kepemimpinan, dan rasa tanggung jawab siswa.

Model pembelajaran “Talking Stick” merupakan pendekatan yang menyenangkan dan efektif untuk meningkatkan interaktivitas dalam pembelajaran. Dengan memanfaatkan alat sederhana ini, guru dapat menciptakan suasana kelas yang asyik, mendukung keterlibatan siswa, dan membangun keterampilan komunikasi yang berharga. Dengan demikian, pembelajaran bukan lagi sekadar proses penyerapan informasi, tetapi juga pengalaman kolaboratif yang berkesan.

“Ciptakan Inovasi, Tebarkan Manfaat”

“SMK Negeri 10 Semarang, dari Semarang untuk Indonesia”

Penulis: Drs. Agus Subiyanto, M.Si., Guru Mapel Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Penyunting: Tim Humas dan Literasi

Artikel ini memiliki

11 Komentar

Nindar
Jumat, 18 Jul 2025

The best,, mengisnpirasi

Balas
Antar subandana
Jumat, 18 Jul 2025

Mantab. Belajar menjadi bahagia ..

Balas
Suginah
Jumat, 18 Jul 2025

Kereeen 👍👍

Balas
Digna Palupi
Jumat, 18 Jul 2025

Menginspirasi.👍

Balas
Yati
Jumat, 18 Jul 2025

Mantap, sangat menginspirasi

Balas
Janto
Jumat, 18 Jul 2025

Mantap dan lanjutkan

Balas
Ferdi
Jumat, 18 Jul 2025

Sangat menginspirasi kami

Balas
Suparman, S.Pd
Jumat, 18 Jul 2025

Mantal..inspiratif👍

Balas
Suparman, S.Pd
Jumat, 18 Jul 2025

Mantap ..inspiratif👍

Balas
Af'idatin
Jumat, 18 Jul 2025

Mantap….👍👍👍

Balas
Dwi palupi
Jumat, 18 Jul 2025

Luar biasa

Balas

Beri Komentar