Info Sekolah
Minggu, 01 Feb 2026
  • SMK Negeri 10 Semarang menjadi Terbaik I Kelembagaan dengan Prestasi Terbanyak Jenjang SMK Cabdin I

Mewujudkan Kreativitas Melalui Model Pembelajaran Kolaborasi dalam Penulisan Cerpen Kelas XI SMK

Diterbitkan :

Pembelajaran menulis cerpen di kelas XI SMK dapat menjadi pengalaman yang lebih berkesan dan produktif ketika diterapkan dengan model pembelajaran kolaborasi. Model ini memungkinkan murid untuk bekerjasama, berbagi ide, dan menciptakan karya fiksi bersama. Dalam artikel ini, penulis akan mengeksplorasi bagaimana model pembelajaran kolaborasi dapat memperkaya pembelajaran menulis cerpen di kelas XI SMK.

Sebagai pendahuluan untuk membangun antusias memenulis cerpen, guru memulai pembelajaran dengan dialog awal. Dalam dialog ini guru menanyakan kepada murid tentang minat mereka menulis cerpen atau kisah pendek. Guru juga memperkenalkan cerpen terkenal atau cerita pendek yang telah diakui untuk menginspirasi dan memberikan gambaran tentang jenis karya yang dihasilkan.

Untuk mewujudkan hasilkarya cerpen, langkah yang bias diambil dengan pengenalan model pembelajaran kolaborasi. Pengenalan model pembelajaran kolaborasi yang pertama menjelaskan konsep kolaborasi dan bagaimana bekerja Bersama dapat meningkatkan kreativitas dan kualitas cerpen. Kedua, murid diberi pemahaman tentang peran masing-masing dalam kelompok dan bagaimana kerjasama dapat menghasilkan karya yang lebih beragam. Ketiga, penugasan kelompok dengan menyusun kisah bersama, guru membentuk kelompok kecil dan mengatur murid agar mereka memiliki keberagaman dalam kemampuan dan bakat. Setiap kelompok diberi waktu untuk brainstorming ide-ide cerita, menggabungkan berbagai perspektif dan konsep. Murid mulai menulis bab atau bagian cerpen berdasarkan hasil brainstorming kelompok mereka. Keempat, diskusi dan umpan balik mendalamkan plot dan karakter melalui pertukaran ide. Setiap kelompok berkumpul untuk membahas dan memperbaiki cerpen yang telah ditulis oleh masing-masing anggota. Selain itu, Guru juga memberikan umpan balik konstruktif untuk memperkaya elemen-elemen seperti plot, karakter, dan setting. Kelima, kelompok melakukan revisi berdasarkan umpan balik dan memastikan keselarasan dalam cerpen yang mereka hasilkan.

Setelah cerpen Bersama selesai, setiap murid menulis bab individu atau bagian tambahan yang menonjolkan suara pribadi mereka. Dalam proses penulisan individu ini, Guru memberikan panduan untuk memastikan kesatuan dalam cerpen, meskipun memiliki bab atau bagian yang ditulis oleh individu.

Hasil karya cerpen tersebut tidak sekadar dalam bentuk tulisan, namun juga dibagikan karyanya di kelas dalam bentuk pentas karya. Setiap kelompok mempersiapkan presentasi cerpen mereka, termasuk membacakan bagian-bagian cerpen yang paling menarik. Murid mempresentasikan cerpen mereka di depan kelas, memperoleh umpan balik langsung dari teman sekelas dan guru.

Selesai pentas karya diadakan evaluasi dan refleksi. Kelompok dan guru   melakukan evaluasi bersama, merenungkan keberhasilan dan tantangan yang dihadapi selama proses kolaboratif. Murid berpartisipasi dalam diskusi refleksi, mengevaluasi pengalaman mereka dalam menulis cerpen secara kolaboratif.

Model pembelajaran kolaborasi dalam menulis cerpen kelas XI SMK tersebut memiliki beberapa manfaat, antara lain: (1) Murid mengembangkan keterampilan kolaboratif mereka melalui diskusi, revisi bersama, dan presentasi cerpen; (2) Kolaborasi membuka peluang untuk menggabungkan ide dan perspektif yang berbeda, menghasilkan cerpen yang lebih kaya dan beragam; (3) Model ini meningkatkan keterampilan menulis individu murid melalui proses kolaboratif dan umpan balik konstruktif; (4) Melalui kerjasama dan kreativitas, murid merasa lebih terlibat dan menikmati proses menulis cerpen.

Model pembelajaran kolaborasi dalam menulis cerpen di kelas XI SMK bukan hanya menghasilkan karya-karya yang lebih kreatif dan beragam, tetapi juga memperkaya pengalaman belajar murid. Proses kerjasama, diskusi, dan presentasi mengajarkan murid untuk menghargai kontribusi individu dan bekerja Bersama menciptakan karya yang lebih baik. Dengan demikian, model pembelajaran ini memberikan fondasi yang solid untuk pengembangan keterampilan menulis kreatif dan pemahaman sastra murid di kelas XI SMK.

“Ciptakan Inovasi, Tebarkan Manfaat”

“SMK Negeri 10 Semarang, dari Semarang untuk Indonesia”

Penulis: Digna Palupi, S.Pd., M.Pd., Guru Mapel Bahasa Indonesia

Penyunting: Tim Humas dan Literasi

Artikel ini memiliki

3 Komentar

Dra.Warni
Kamis, 10 Jul 2025

Mantap

Balas
Kamis, 10 Jul 2025

Luar biasa! Kegiatan penulisan cerpen dengan model pembelajaran kolaboratif seperti ini sangat menginspirasi. Siswa tidak hanya belajar menulis, tapi juga mengasah kreativitas, kerja sama, dan rasa percaya diri. Semoga program seperti ini terus dikembangkan dan bisa menjadi contoh positif bagi sekolah lain. Salut untuk guru dan siswa SMK Negeri 10 Semarang! 👏📚✨

Balas
Antar subandana
Jumat, 18 Jul 2025

Mantab

Balas

Beri Komentar