Sekolah bukan hanya tempat belajar, tetapi juga wadah pembentukan karakter. Salah satu nilai karakter yang penting untuk ditanamkan di lingkungan pendidikan adalah omotenashi. Berasal dari Jepang, omotenashi adalah semangat melayani dengan sepenuh hati, tanpa pamrih, dan penuh kepedulian.
Meskipun konsep ini populer dalam dunia perhotelan Jepang, nilai-nilainya sangat relevan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah, baik oleh guru maupun murid.
Omotenashi di sekolah dapat tercermin dari hal-hal kecil, seperti:
Tindakan-tindakan tersebut sederhana, namun jika dilakukan dengan niat tulus, mampu menciptakan suasana sekolah yang harmonis dan menyenangkan.
Guru memegang peranan penting dalam menanamkan nilai omotenashi. Ketika guru memperlakukan siswa dengan hormat, sabar, dan penuh perhatian, maka siswa akan meneladani sikap tersebut.
Misalnya, guru yang dengan senang hati mendengarkan keluhan siswa atau dengan tulus memotivasi siswa yang sedang mengalami kesulitan belajar telah menunjukkan bentuk nyata dari omotenashi. Bukan sekadar mengajar, tetapi hadir sepenuh hati sebagai pembimbing.
Penerapan omotenashi bukan hanya menciptakan hubungan yang baik antarwarga sekolah, tetapi juga membangun lingkungan yang inklusif. Sekolah menjadi tempat yang ramah, di mana setiap orang merasa diterima dan dihargai.
Kegiatan-kegiatan seperti penyambutan siswa baru, kunjungan sekolah lain, hingga acara keagamaan atau sosial dapat dijadikan momen untuk menghidupkan semangat omotenashi. Misalnya, siswa bisa dilibatkan sebagai penerima tamu, pembawa acara, atau petugas kebersihan dengan semangat pelayanan, bukan sekadar kewajiban.
Omotenashi bukan sekadar sikap sopan, tetapi wujud kepedulian dan kepekaan terhadap sesama. Jika diterapkan secara konsisten, nilai ini akan membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berempati, santun, dan siap melayani dengan hati. Sekolah pun menjadi tempat yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga menumbuhkan.
“Ciptakan Inovasi, Tebarkan Manfaat”
“SMK Negeri 10 Semarang, dari Semarang untuk Indonesia”
Penulis: Nur Kholifah, S.S., Guru Mapel Bahasa Jepang
Penyunting: Tim Humas dan Literasi

Jos gandos sensei arigatou
Mantap
Beri Komentar