Distrik Navigasi Kelas 2 Tanjung Emas Semarang merupakan bagian integral dari infrastruktur maritim Indonesia. Terletak strategis di pantai utara Jawa Tengah, distrik navigasi ini memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga arus lalu lintas kapal, meminimalkan risiko kecelakaan, dan memastikan kepatuhan terhadap standar keamanan maritim.oleh karena inilah siswa kelas xii nkn smkn 10 semarang melaksanakan Pratek Kerja Industri di Distrik Navigasi kelas II Tg. Emas semarang.
Peran Distrik Navigasi Kelas 2 Tanjung Emas Semarang
Pada periode saat ini sedang melakukan prakerin di distrik navigasi sudah di mulai dari tanggal 25 oktober 2023. Sejumlah 6 siswa akan melakukan kegiatan dan pekerjaan-pekerjaan yang berkaitan tentang tugas pokok dan fungsi Distrik Navigasi yang terdiri dari 3 bidang tersebut. Siswa akan bergantian di praktek di kapal, VTS (Vessels Traffic System).
Selama pelaksanaan prakerin inilah siswa akan mengetahui banyak materi yang di terima saat di kelas dan saat benar-benar nyata harus di kerjakan saat praktek. Dari prakerin ini di harapkan siswa semakin berkompeten bekerja di bidang pelayaran nautika kapal niaga. Bisa sebagai operator radio komunikasi di VTS, logistik di pelabuhan, ABK kapal, Tenaga administrasi kepelabuhan dan sebagainya.
Tantangan dan Solusi
Meskipun distrik navigasi ini telah melakukan pekerjaannya dengan baik, mereka juga menghadapi tantangan. Perubahan iklim, peningkatan lalu lintas kapal, dan perkembangan teknologi memerlukan adaptasi konstan. Sedangkan tantangan bagi siswa untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan selama prakerin adalah keterbatasan waktu dan fasilitas selama dan sebelum prakerin. Dan yang lebih utama adalah niat, semangat, mental, fisik dan motivasi siswa selama prakerin. Disinilah sangat penting di butuhkan peranan guru di sekolah selain sebagai pengajar juga harus sebagai pendidik. Yang harus memberikan nilai-nilai, semangat, motivasi, dorongan dan doa sehingga siswa siap menjalani kegiatan selama prakerin. Tantangan kedua yang juga utama adalah komunikasi antara pihak sekolah (kepala sekolah atau ketua kompetensi keahlian) NKN dengan pihak Distrik navigasi.
Sedangkan solusi yang di inginkan seperti yang di sampaikan Capt. Gunawan (Nakhoda KN. Karimun) seharusnya siswa yang prakerin di distrik navigasi, Selain di kapalnya masih bisa di tempatkan di Stasiun radio pantai, SBNP (Sarana Bantu Navigasi Pelayaran), Kapal perambuan, Mercusuar, pergudangan & perawatan (warehouse). Jadi semua ilmu kenautikaan (pelayaran) yang di sampaikan di kelas dapat di praktekkan sehingga menambah keyakinan siswa mampu, terampil dan kompeten dalam bidangnya. Intinya dari pihak distrik navigasi kelas II semarang, ingin adanya komitmen, komunikasi dan kesepakatan (MoU) dengan SMKN 10 semarang. Hal ini perlu untuk kebaikan, kemajuan dan masa depan siswa SMKN 10 semarang di bidang kemaritiman dan pelayaran kapal niaga .
Siswa setelah melaksanakan prakerin mengetahui, memahami, mampu dan terampil serta kompeten dan bertanggung jawab akan Pekerjaan Distrik Navigasi Kelas 2 Tanjung Emas Semarang. Yaitu memiliki tanggung jawab yang signifikan dalam membangun keselamatan maritim di perairan Jawa Tengah. Dengan pengawasan yang cermat, bimbingan navigasi yang akurat, dan penegakan regulasi yang ketat, mereka menjaga arus lalu lintas kapal dengan aman, mendukung pertumbuhan ekonomi melalui perdagangan maritim, dan melindungi lingkungan laut dari potensi risiko.
“SMK Negeri 10 Semarang, dari Semarang untuk Indonesia”
Penulis: Landung Jati Ismoyo ,ANT II., Guru Produktif Nautika Kapal Niaga
Editor: Tim Humas

Beri Komentar