Info Sekolah
Minggu, 26 Apr 2026
  • SMK Negeri 10 Semarang mengucapkan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan 1447 H

Wujudkan Sekolah Tangguh Bencana, SMKN 10 Semarang Ikuti Workshop SPAB

Diterbitkan : - Kategori : Berita

Semarang — Dalam upaya memperkuat ketangguhan satuan pendidikan menghadapi bencana, Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Tengah menggelar Workshop Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) selama dua hari, Rabu–Kamis (21–22 Mei 2025), bertempat di kantor BBPMP Jawa Tengah, Semarang. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Sekretariat Nasional SPAB dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah.

Workshop ini diikuti oleh puluhan perwakilan satuan pendidikan dari berbagai jenjang di wilayah Jawa Tengah. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kapasitas sekolah dalam mengurangi risiko bencana melalui pendekatan mitigasi dan kesiapsiagaan yang terstruktur. Peserta tidak hanya mendapatkan materi teoretis, tetapi juga pengalaman praktis melalui simulasi kebencanaan yang dirancang menyerupai kondisi nyata.

“Kami ingin setiap sekolah mampu menjadi lingkungan yang aman bagi peserta didik. Untuk itu, pemahaman yang menyeluruh tentang mitigasi bencana dan kesiapsiagaan mutlak diperlukan,” ujar Kepala BBPMP Provinsi Jawa Tengah, Dr. Nugraheni Triastuti, SE, M.Si, dalam sambutan pembukaan workshop. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun budaya sadar bencana di dunia pendidikan.

Salah satu peserta yang hadir adalah Andhika Wildan Krisna, S.Pd., Wakil Kepala Sekolah bidang Sarana dan Prasarana dari SMKN 10 Semarang. Ia menyatakan bahwa keikutsertaan sekolahnya merupakan bentuk keseriusan dalam mewujudkan lingkungan belajar yang aman dan tanggap terhadap bencana.

“Kami menyadari pentingnya kesiapsiagaan bencana di lingkungan sekolah. Melalui workshop ini, kami mendapatkan banyak pengetahuan baru dan praktik langsung yang akan kami implementasikan di SMKN 10 Semarang,” tutur Andhika. Menurutnya, keberhasilan penerapan SPAB tidak hanya ditentukan oleh fasilitas, tetapi juga oleh keterlibatan semua unsur sekolah, mulai dari siswa, guru, hingga tenaga kependidikan.

Dalam sesi diskusi dan simulasi, para peserta diajak untuk menganalisis potensi risiko di lingkungan sekolah masing-masing dan menyusun rencana tanggap darurat yang dapat diterapkan secara efektif. Pendekatan partisipatif ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif dalam membangun ketahanan sekolah terhadap bencana.

BBPMP Provinsi Jawa Tengah berharap, setelah mengikuti workshop ini, para peserta dapat menjadi agen perubahan di daerahnya masing-masing. Dengan demikian, satuan pendidikan di Jawa Tengah akan lebih siap dalam menghadapi berbagai ancaman bencana, baik alam maupun non-alam.

“Workshop ini bukan akhir, tapi awal dari gerakan besar membangun sekolah tangguh bencana. Kami akan terus memantau dan mendampingi sekolah-sekolah yang berkomitmen menjalankan SPAB secara berkelanjutan,” tegas Dr. Nugraheni Triastuti, SE, M.Si.

Dengan semangat kolaborasi dan pembelajaran yang aktif, BBPMP Jawa Tengah optimistis bahwa hasil dari workshop ini akan membawa dampak nyata dalam menciptakan generasi pelajar yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga sigap menghadapi situasi darurat, demi mewujudkan satuan pendidikan yang aman dan berdaya tahan tinggi.

Penulis : Humas SMKN 10 Semarang

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Beri Komentar