Info Sekolah
Jumat, 24 Apr 2026
  • SMK Negeri 10 Semarang mengucapkan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan 1447 H

Webinar SMK Siap ANBK 2025, Langkah Nyata Menuju Pendidikan Vokasi yang Berkualitas

Diterbitkan : - Kategori : Berita

Jakarta – Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menggelar webinar nasional bertajuk “SMK Siap ANBK 2025” pada Kamis, 31 Juli 2025. Kegiatan ini diikuti oleh ribuan peserta yang terdiri dari kepala sekolah, guru, pengawas, teknisi, dan proktor dari seluruh Indonesia. Acara ini menjadi bagian dari upaya nyata untuk memperkuat kesiapan pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) di jenjang pendidikan vokasi.

Webinar dibuka secara resmi oleh Direktur Sekolah Menengah Kejuruan, Ari Wibowo Kurniawan. Dalam sambutannya, Ari menegaskan pentingnya memandang ANBK bukan sekadar tes atau kewajiban administratif, tetapi sebagai momentum transformasi mutu pendidikan SMK. “ANBK bukan sekadar ujian untuk siswa, melainkan alat strategis pemetaan mutu pendidikan kita. Hasil ANBK memberikan gambaran jelas tentang kemampuan literasi, numerasi, dan karakter siswa sebagai modal dasar menghadapi dunia kerja dan dunia usaha,” ujarnya.

Ia juga menyoroti hasil ANBK tahun sebelumnya yang menunjukkan masih rendahnya capaian literasi dan numerasi siswa SMK secara nasional. “Ini menjadi tantangan besar kita bersama. Kemampuan berpikir kritis, logis, dan pemecahan masalah sangat dibutuhkan di dunia kerja. Maka ANBK harus kita jadikan cermin, bukan alat hukuman. Ini kesempatan untuk mengevaluasi dan memperbaiki strategi pembelajaran secara menyeluruh,” imbuh Ari.

Webinar ini menghadirkan dua narasumber utama, yakni Muhammad Habib, Ketua Tim Penyelarasan Pembelajaran dan Penilaian Direktorat SMK, serta Suryo Atmojo dari Pusat Asesmen Pendidikan Kemendikbudristek. Keduanya menyampaikan materi tentang kebijakan penilaian jenjang SMK dan teknis pelaksanaan ANBK tahun 2025.

Muhammad Habib menekankan bahwa asesmen adalah instrumen penting bagi guru dan sekolah, bukan hanya untuk mengukur pemahaman siswa, tetapi juga mengevaluasi efektivitas pembelajaran dan pelayanan pendidikan. “Asesmen adalah cermin yang tidak menghakimi, tapi membantu kita melihat kekuatan dan kelemahan proses pendidikan, agar dapat terus memperbaiki dan berkembang,” jelas Habib.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa peserta didik SMK akan mengikuti empat bentuk penilaian utama: oleh guru dan sekolah untuk kenaikan kelas dan kelulusan, oleh pemerintah melalui ANBK dan TKA, serta oleh Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) melalui Uji Kompetensi Keahlian (UKK). “Berbeda dari jenjang lain, siswa SMK tidak hanya menerima ijazah, tetapi juga sertifikat kompetensi sebagai bukti kesiapan kerja,” tegasnya.

Sementara itu, Suryo Atmojo memberikan pemaparan teknis terkait pelaksanaan ANBK tahun ini. Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan ANBK 2025 akan berlangsung mulai 4 hingga 7 Agustus dengan pembagian gelombang dan sesi yang telah ditentukan. “Tidak banyak perubahan dari sisi teknis, namun kami mendorong setiap satuan pendidikan untuk memastikan pendataan peserta, pengaturan sesi, dan kesiapan moda pelaksanaan dilakukan secara tepat,” ujar Suryo.

Ia juga mengungkapkan bahwa sampling peserta dilakukan secara acak oleh sistem dan mempertimbangkan proporsi jurusan serta jenis kelamin untuk menjaga keterwakilan yang adil. “Sampling dilakukan murni berdasarkan sistem, tidak ada intervensi. Dan yang perlu dicatat, ANBK bukan ujian kelulusan, melainkan untuk mengevaluasi kualitas pendidikan di sekolah, bukan nilai murid secara individu,” tegasnya.

Menariknya, dalam sesi testimoni, beberapa peserta webinar turut menyampaikan kesan positif terhadap pembelajaran diferensiasi yang telah diterapkan di sekolah masing-masing. Salah satu guru dari SMKN 2 Sukawati berbagi pengalamannya dalam melakukan asesmen awal untuk memetakan minat dan kemampuan siswa, kemudian merancang pembelajaran yang sesuai. “Dengan diferensiasi konten, proses, dan produk, siswa merasa dihargai, tidak kewalahan, dan lebih percaya diri,” katanya.

Siswa juga turut memberikan testimoni tentang bagaimana pendekatan ini membuat mereka lebih termotivasi, berani tampil, dan aktif mengeksplorasi potensi diri. “Saya merasa dihargai. Pembelajaran menjadi menyenangkan karena saya bisa belajar sesuai gaya saya dan diberi ruang untuk berkembang,” ujar seorang siswa dalam video testimoni.

Direktorat SMK berharap kegiatan ini mampu mendorong satuan pendidikan untuk lebih siap dalam pelaksanaan ANBK, bukan hanya dari aspek teknis, tetapi juga dari pemahaman filosofis dan pedagogis. Sebab, peningkatan mutu pendidikan vokasi tidak bisa hanya diukur dari hasil akhir, tapi dari proses belajar yang memanusiakan dan memampukan siswa untuk hidup secara bermakna di masa depan.

“Dengan semangat gotong royong, mari kita jadikan ANBK sebagai langkah konkret menuju pendidikan SMK yang unggul, relevan, dan adaptif,” tutup Ari Wibowo dalam sambutan penutupnya.

Webinar SMK Siap ANBK 2025 menjadi pengingat bahwa pendidikan vokasi yang kuat tak hanya ditentukan oleh peralatan canggih dan program praktik industri, tetapi juga oleh guru-guru yang mampu merancang pembelajaran yang relevan, kontekstual, dan berbasis kebutuhan riil siswa. Karena sejatinya, kesiapan menghadapi ANBK adalah kesiapan menghadapi tantangan zaman.

Penulis : Muhammad Yunan Setyawan, Ketua Pokja Pusat Keunggulan SMK Negeri 10 Semarang

Artikel ini memiliki

1 Komentar

Suparman, S.Pd
Selasa, 5 Agu 2025

Sukses👍👍

Balas

Beri Komentar