Semarang — Upacara bendera hari Senin, 15 September 2025 di halaman SMK Negeri 10 Semarang berlangsung khidmat. Ratusan siswa tampak berbaris rapi, mengikuti prosesi dengan penuh disiplin. Upacara kali ini terasa istimewa karena dipimpin langsung oleh Inspektur Upacara dari Polda Jawa Tengah, Kompol Joko Waluyono, S.H., M.H., yang menjabat sebagai Kasbinmas Subdit Binpolmas.
Dalam amanatnya, Kompol Joko menyampaikan rasa bangga dapat hadir di tengah-tengah siswa. “Kami dari Ditbinmas Polda Jawa Tengah mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang telah diberikan. Merupakan suatu penghormatan dan kebanggaan bagi kami bisa bertemu dan bersilaturahmi dengan anak-anakku, generasi penerus bangsa ini,” ujarnya dengan penuh semangat.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya motivasi belajar bagi setiap siswa. Menurutnya, belajar bukan sekadar kewajiban, melainkan proses membangun karakter dan kepribadian. “Belajar merupakan sebuah proses untuk mengetahui dan memahami. Belajar akan membuat seseorang mengetahui dan paham terhadap apa yang telah ia pelajari. Maka dari itu, motivasi belajar sangat diperlukan agar bersungguh-sungguh,” tegasnya.
Kompol Joko juga berpesan agar siswa tidak mudah menyerah meskipun menghadapi kesulitan. “Menumbuhkan motivasi belajar dari dalam diri memang sulit. Namun tetap semangat, jangan pernah merasa putus asa, jangan malas belajar. Karena belajar adalah sarana untuk meraih cita-cita di masa depan,” katanya yang disambut tepuk tangan para siswa.
Selain menekankan pentingnya semangat belajar, ia juga menyampaikan pesan mengenai kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang belakangan menjadi perhatian. Dalam kesempatan tersebut, Kompol Joko mengajak para siswa untuk lebih bijak menyikapi isu-isu yang beredar. “Anak-anakku semua, jangan mudah terprovokasi. Jangan ikut-ikutan tanpa arah dan tujuan yang jelas. Senantiasalah bijak dalam menggunakan media sosial, manfaatkan sebagai sarana positif,” ucapnya.
Ia menambahkan, siswa harus fokus pada tugas utamanya sebagai pelajar. “Fokuslah pada tugas utama sebagai seorang pelajar agar dapat mencapai cita-cita. Hindari kelompok yang mengajak melakukan aksi provokatif dan anarkis. Jangan mudah terpancing ajakan yang bersifat negatif, yang bisa merugikan diri sendiri, keluarga, maupun orang lain,” pesannya dengan nada tegas.
Tidak hanya itu, dalam amanatnya Kompol Joko juga memberikan penekanan tentang pentingnya nilai moral dan spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengingatkan agar siswa senantiasa menjauhkan diri dari kegiatan yang tidak baik, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta berbakti kepada orang tua dan guru. “Belajarlah yang rajin sebagai proses perubahan etika, moral, dan sopan santun. Berikan yang terbaik kepada bangsa dan negara, serta buat orang tua tersenyum bangga dan bahagia,” katanya.
Kepala SMK Negeri 10 Semarang, Ardan Sirodjuddin, yang turut mendampingi jalannya upacara, menyampaikan apresiasi atas kehadiran pihak kepolisian. “Kami sangat berterima kasih kepada Ditbinmas Polda Jawa Tengah, khususnya Kompol Joko Waluyono, yang sudah memberikan motivasi luar biasa kepada siswa kami. Pesan-pesan yang disampaikan hari ini sangat relevan untuk membekali anak-anak agar siap menghadapi tantangan zaman, baik di dunia pendidikan maupun dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.
Para siswa tampak antusias menyimak setiap pesan yang disampaikan inspektur upacara. Beberapa di antaranya mengaku merasa termotivasi. “Saya jadi lebih semangat untuk belajar. Tadi Pak Joko bilang jangan malas belajar kalau ingin menggapai cita-cita. Itu mengingatkan saya untuk lebih disiplin,” ungkap Wafiq, Ketua OSIS SMK Negeri 10 Semarang.
Dengan berlangsungnya upacara bendera yang penuh makna ini, diharapkan siswa SMK Negeri 10 Semarang tidak hanya semakin disiplin dalam belajar, tetapi juga mampu menumbuhkan karakter positif, menjaga etika, serta bijak dalam memanfaatkan teknologi digital. Pesan Kompol Joko Waluyono menjadi pengingat bahwa generasi muda adalah aset bangsa yang harus tumbuh dengan bekal ilmu, karakter kuat, dan semangat juang demi masa depan Indonesia yang lebih baik.
Penulis : Helmi Yuhdana, Waka Kesiswaan SMK Negeri 10 Semarang

Beri Komentar