Info Sekolah
Selasa, 18 Jun 2024
  • SMKN 10 Semarang siap menerima siswa baru dengan delapan jurusan sebanyak 540 siswa#SMKN 10 Semarang membuka jurusan baru Manajemen Logistik

Transformasi Pendidikan Vokasi Menuju Peningkatan Kualitas Daya Saing dan Kemandirian Bangsa

Diterbitkan : - Kategori : Berita / Guru dan TU

Keberuntungan masih menaungi SMK Negeri 10 Semarang, lagi salah seorang guru produktifnya berkesempatan mengikuti Upskilling dan Reskilling di BBPPMPV BMTI Cimahi Jawa Barat. Bapak Sonalita Wiguna, S.Pd., guru Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim SMK N 10 mengikuti Upskilling dan Reskilling bidang Game Edukasi 3 Dimensi.

Pada hari rabu 7 September 2022 bertempat di Balai Pancaniti BBPPMPV BMTI Cimahi Jawa Barat diadakan kuliah umum dengan tema Transformasi Pendidikan Vokasi Menuju Peningkatan Kualitas Daya Saing dan Kemandirian Bangsa yang dengan pembicara Bapak Dr. Wartanto, M.M. selaku Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi secara luring serta Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Ibu Dr. Ir. Kiki Yuliat, M.Sc. secara daring.

Rencana kerja pemerintah di tahun ini mengambil tema yakni pemulihan ekonomi dan reformasi sosial, rencana ini kemudian dibetulkan dan pada aspek meningkatkan sumber daya manusia berkualitas dan berdaya saing telah menjadi concern Kemdikbud Ristek dalam menyusun program dan kebijakan. Beberapa hal yang telah menjadi fokus Ditjen Pendidikan Vokasi adalah meningkatkan kualitas pengajaran dan pembelajaran pendidikan vokasi, kemudian pemerataan akses dan fasilitas serta kualitas SDM baik dari tenaga pendidik, tenaga kependidikan, termasuk peserta didik. Berikutnya yaitu menjamin mutu pendidikan vokasi agar memiliki kesesuai­an dengan perkembangan kekinian serta permintaan dari dunia kerja. Hal ini semata-mata untuk menciptakan lulusan vokasi yang berkompeten yang memiliki softskill kuat, hard skill yang mumpuni, berkarakter pancasila, memiliki integritas, berdaya saing secara global, serta berjiwa socio-techno entrepreneurship.

Sebagai jenis pendidikan yang menitikberatkan pada penguasaan keahlian terapan tertentu maka vokasi harus bisa mengajak dunia kerja untuk masuk ke dalam penyelenggaraan pendidikan vokasi. Kemendikbud Ristek mengintegrasikan pendidikan vokasi dan dunia kerja melalui konsep link and match 8 + i, yakni tidak hanya menitikberatkan kepada seremonial penandatanganan MOU belaka tetapi memfokuskan pada implementasi pelaksanaan kerjasama link and match atau taut suai dengan dunia kerja secara konkrit dan menyeluruh.  Konsep link and match 8+i ini patut dipandang sebagai acuan dan ruh dalam menghadirkan inovasi dan program pengembangan vokasi.

Selain berfokus pada peningkatan kualitas SDM, Kemdikbud Ristek juga berkomitmen untuk  pemenuhan aspek fisik berupa peralatan maupun perlengkapan di satuan pendidikan yang relevan dengan kondisi masing-masing untuk mendukung pengembangan sektor prioritas yang potensial di wilayah tersebut, yang akan diafirmasi oleh satuan pendidikan vokasi untuk dikembangkan lebih jauh lagi dalam konteks pengembangan pendidikan vokasi. Hal ini sangat terdukung dengan hadirnya kebijakan pengurangan pajak bruto bagi mitra industri vokasi yakni kebijakan super tax deduction dari Kementerian Keuangan, dimana ini akan merangsang lebih banyak industri untuk bekerja sama dengan satuan pendidikan vokasi sehingga dari sini tercipta kemandirian dalam konteks tidak menunggu bantuan pemerintah dalam memenuhi aspek fisik kebutuhan satuan pendidikan dalam menunjang pengembangan sektor prioritasnya. Lebih jauh Ditjen Pendidikan Vokasi juga memproyeksikan satuan pendidikan vokasi untuk mampu memberikan inspirasi bagi satuan pendidikan lainnya artinya menjadi rujukan dan memberikan pengimbasan positif bagi satuan pendidikan di sekitarnya agar tercipta kekuatan lokal yang mampu berkontribusi bagi pengembangan wilayah.

Ikhtiar dalam pengembangan vokasi perlahan mulai menunjukkan tren hasil yang positif baik dari hulu hingga ke hilir. Link and match dunia kerja dengan pendidikan vokasi yang istilahnya telah hadir sejak era 90an oleh Bapak Wardiman Djojonegoro (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan) dan Bapak Abdul Latief (Menteri Tenaga Kerja) pada periode 1993-1998, saat ini dan seterusnya akan terus kita sempurnakan dan upayakan agar dapat menghasilkan peningkatan kualitas pendidikan vokasi. Sehingga dari pendidikan vokasi di Indonesia kita harapkan dapat memberikan hasil maksimal bagi pembangunan bangsa yakni menciptakan SDM unggul dengan semangat Indonesia tangguh Indonesia tumbuh, dan pendidikan vokasi hari ini terbukti dapat menjadi awal mula terciptanya generasi bangsa yang akan memimpin dunia di masa depan, karena vokasi kuat menguatkan Indonesia.

“SMKN 10 Semarang, dari Semarang untuk Indonesia”

Penulis: Sonalita Wiguna, S.Pd.

Editor : Tim Humas

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Beri Komentar