Info Sekolah
Rabu, 15 Apr 2026
  • SMK Negeri 10 Semarang mengucapkan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan 1447 H

Tiga Skema Bantuan Pemerintah Siap Dukung Transformasi SMK di 2025

Diterbitkan : - Kategori : Berita

Jakarta – Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menggelar sosialisasi daring bantuan pemerintah tahun anggaran 2025 pada Jumat (14/6). Kegiatan ini bertujuan menyampaikan kebijakan dan teknis pelaksanaan tiga skema bantuan strategis bagi SMK seluruh Indonesia.

Acara dibuka secara resmi oleh Direktur SMK, Ari Bowo Kurniawan, yang menekankan bahwa bantuan ini merupakan langkah konkret pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan vokasi dan daya saing lulusan SMK.

“Ada tiga bantuan yang kami sosialisasikan hari ini, semuanya strategis dan menjadi stimulan untuk memperkuat layanan SMK. Pertama, bantuan penguatan akses kerja luar negeri, kedua bantuan proyek kreatif kewirausahaan, dan ketiga bantuan pengajaran berbasis teaching factory skema reguler,” ujar Ari Bowo dalam sambutannya.

Dalam paparannya, Ari menyoroti pentingnya perubahan paradigma pengembangan SMK yang tidak lagi berorientasi pada spektrum keahlian semata, melainkan pada kebutuhan pasar. “Mindset kita harus bergeser. SMK harus diarahkan pada pasar tenaga kerja, terutama pasar luar negeri. SMK yang mampu menembus pasar luar negeri adalah SMK terbaik,” tegasnya.

Sementara itu, Kasubdit Mitra Studi, Sartana, menjelaskan bahwa bantuan pemerintah tahun ini akan mulai disalurkan pada bulan Juni 2025. “Proses seleksi dan administrasi akan dilakukan secara daring melalui aplikasi Takola. Transparansi dan akuntabilitas menjadi prinsip utama dalam penyaluran dana ini,” ujarnya.

Sartana menambahkan bahwa masing-masing skema bantuan memiliki fokus dan sasaran berbeda. Bantuan penguatan akses kerja luar negeri misalnya, ditujukan kepada 750 siswa SMK yang berkomitmen bekerja di luar negeri, dengan nilai bantuan Rp10 juta per siswa. “Sasaran program ini adalah siswa yang siap secara kompetensi, mental, dan dukungan orang tua. Ini bukan magang, tetapi skema untuk tenaga kerja terampil berstandar internasional,” terang Sartana.

Tri Haryani, Ketua Subtim Kemitraan, turut memperjelas teknis program ini. Ia menekankan pentingnya peran aktif sekolah dalam memetakan siswa potensial, mempersiapkan kurikulum penguatan bahasa asing dan kompetensi kejuruan, hingga melakukan pengurusan dokumen legal. “Kami harap program ini bukan sekadar formalitas. Sekolah harus memastikan kesiapan siswa sejak kelas X agar masa tunggu pasca-lulus bisa dipangkas,” ujarnya.

Skema kedua, bantuan proyek kreatif kewirausahaan (PKK), diperuntukkan bagi 250 SMK dengan total anggaran Rp25 miliar. Menurut Ketua Subtim Kebekerjaan, Bangkit Arimurti, program ini mendorong inovasi bisnis murid berbasis ide kreatif. “Kita fasilitasi modal bergulir, inkubasi usaha, hingga unjuk karya produk. Targetnya, siswa punya pengalaman langsung berwirausaha,” jelasnya.

Bangkit menyebut bahwa presentasi usulan akan dilakukan langsung oleh siswa, bukan guru. “Guru cukup mendampingi di belakang layar. Ini tentang menumbuhkan keberanian dan kemampuan komunikasi siswa,” katanya.

Program ketiga, teaching factory (TeFa) skema reguler, ditujukan untuk SMK yang ingin mengembangkan pengajaran berbasis produksi dengan standar industri. Ketua Subtim P3, Made Yudi, menyebut bahwa setiap SMK penerima akan mendapat bantuan senilai Rp100 juta.

“Fokus kami adalah SMK dengan kemitraan industri aktif, kurikulum yang selaras dengan praktik kerja nyata, dan, bagi negeri, diutamakan yang sudah berstatus BLUD,” ujar Yudi. Ia menambahkan bahwa dana bantuan digunakan untuk pengembangan produk, workshop perencanaan, branding, dan sertifikasi guru.

Ketiga program bantuan ini sudah mulai dibuka pengajuannya per 14 Juni 2025 melalui aplikasi Takola SMK. Kepala sekolah, operator, dan tim pengusul diharapkan segera menyiapkan dokumen sesuai petunjuk teknis masing-masing program.

Direktur SMK menutup sambutannya dengan harapan agar program ini dijalankan secara optimal. “Manfaatkan bantuan ini sebaik-baiknya. Kolaborasikan dengan industri, pemerintah daerah, dan masyarakat. Ini bukan hanya untuk SMK, tapi untuk masa depan pendidikan vokasi Indonesia,” pungkas Ari.

Sosialisasi dihadiri lebih dari 1000 peserta dari seluruh Indonesia dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube Direktorat SMK. Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan teknis pengajuan proposal di aplikasi Takola oleh praktisi pendidikan Robi Cahyadi.

Video Sosialiasi Bantuan bisa diakses di bawah ini :

Penulis : Muhammad Yunan Setyawan, Ketua Pokja Pusat Keunggulan SMK Negeri 10 Semarang.

Artikel ini memiliki

2 Komentar

Marten Puang Toding ,S.Pd
Sabtu, 2 Agu 2025

Dengan hormat dengan adanya informasi lewat Takola, saya berliterasi ,saya mendapatkan info ini . Apa yang saya baca bisa menjadi berkat bagi sekolh kami di desa yang melum perna mendapatkan bantuan peralatan belajar dan bangunan sarana belajar. Semoga lewat info ini dapat di ketahui oleh pusat. Salam dari SMKS Luta Basse Sangtempe Luwu. NPSN : 7002272.

Balas
Catu hidayat,S.Pd,MM
Jumat, 12 Sep 2025

Trimakasi pak pencerahanya

Balas

Beri Komentar