SEMARANG – Usai sudah gelaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMA dan SMK di Provinsi Jawa Tengah. Proses panjang dan menyeluruh ini resmi ditutup dengan tahapan daftar ulang bagi peserta cadangan yang berlangsung pada Jumat, 4 Juli 2025.
SPMB tahun ini kembali menjadi sorotan karena berbagai inovasi digital yang diterapkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah. Sistem berbasis teknologi informasi yang digunakan selama proses penerimaan dianggap mampu menjawab tantangan efisiensi, transparansi, dan keadilan dalam proses seleksi.
Kepala SMK Negeri 10 Semarang, Ardan Sirodjuddin, menyampaikan apresiasinya terhadap kinerja semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan SPMB tahun 2025. Menurutnya, kesuksesan SPMB tidak lepas dari kerja keras tim di berbagai level, mulai dari tingkat provinsi hingga satuan pendidikan di sekolah.
“Kami mengapresiasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah yang telah menggunakan aplikasi yang dibangun sendiri. Terutama kepada BPTIK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah yang telah membangun dan mengawal sistem SPMB ini dengan sangat baik,” ujar Ardan Sirodjuddin, Jumat (4/7/2025).
BPTIK Dikbud Jateng atau Balai Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah diketahui berperan penting dalam menciptakan sistem aplikasi SPMB yang digunakan selama proses penerimaan. Tidak hanya membangun, tim ini juga aktif mengawal pelaksanaan teknis di lapangan agar berjalan tanpa kendala berarti.
Menurut data yang dihimpun dari Dinas Pendidikan, proses pendaftaran online SPMB dimulai pada 17 Juni 2025 dan dilanjutkan dengan tahap verifikasi, pemeringkatan, pengumuman, serta pendaftaran ulang bagi peserta lolos utama dan cadangan. Total ratusan ribu siswa mendaftar melalui sistem ini di seluruh Jawa Tengah.
Ardan menilai, penggunaan teknologi dalam proses seleksi tidak hanya membuat prosedur lebih mudah dan cepat, tetapi juga mengurangi potensi praktik-praktik yang tidak sesuai dengan prinsip keadilan. “Kami melihat sistem yang dibangun ini sangat membantu. Semua berjalan transparan dan sesuai aturan. Ini memberikan rasa keadilan bagi seluruh pendaftar,” tegasnya.
Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I yang menaungi Kota Semarang dan para panitia SPMB di sekolah. Menurutnya, kolaborasi yang solid di antara berbagai pihak menjadi kunci utama kelancaran proses di lapangan.
“Panitia di sekolah bekerja sangat keras, mulai dari menerima berkas, membantu verifikasi, hingga memastikan para siswa tidak salah dalam memilih jalur pendaftaran. Ini bukan pekerjaan mudah, dan saya bangga atas kinerja mereka,” tambahnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah,Sadimin, sebelumnya juga menyampaikan bahwa pihaknya terus berkomitmen meningkatkan kualitas layanan pendidikan, termasuk dalam proses penerimaan siswa baru. Inovasi sistem digital ini menjadi bagian dari transformasi pendidikan yang berkelanjutan.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap anak di Jawa Tengah mendapatkan kesempatan yang adil untuk mengakses pendidikan yang berkualitas. Teknologi menjadi alat penting untuk mewujudkan itu,” kata Sadimin dalam pernyataan resminya.
Tak hanya sekolah negeri, sistem yang sama juga digunakan oleh sekolah swasta mitra yang mengikuti alur SPMB provinsi. Hal ini menjadikan integrasi data lebih rapi dan akuntabel, serta mempermudah koordinasi lintas instansi.
Masyarakat pun memberikan tanggapan positif. Beberapa orang tua siswa mengaku terbantu dengan informasi yang terbuka dan kemudahan akses melalui aplikasi. “Kami tinggal buka aplikasi dan langsung bisa lihat hasil seleksi anak. Tidak perlu datang ke sekolah berkali-kali. Ini sangat praktis,” ujar Wahyuni, salah satu orang tua siswa.
Dengan berakhirnya daftar ulang cadangan pada 4 Juli lalu, maka proses SPMB 2025 resmi tuntas. Para siswa yang diterima sudah mulai mempersiapkan diri mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dijadwalkan dimulai pekan depan.
Penulis : Dini Riyani, Sekretaris SPMB SMK Negeri 10 Semarang.

Beri Komentar