Info Sekolah
Sabtu, 13 Jul 2024
  • SMKN 10 Semarang siap menerima siswa baru dengan delapan jurusan sebanyak 540 siswa#SMKN 10 Semarang membuka jurusan baru Manajemen Logistik

SMKN 10 Semarang Hadir dalam Apel Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Kota Semarang

Diterbitkan : - Kategori : Berita

Semarang – Dalam semangat pencegahan dan penanganan kekerasan, Kepala SMKN 10 Semarang menghadiri Apel Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) yang diselenggarakan di lapangan SMKN 3 Semarang pada Senin, 20 Juni 2024. Acara ini diikuti oleh siswa dari semua tingkatan pendidikan, mulai dari SD hingga SMK, menandai gerakan kolaboratif yang melibatkan dinas-dinas terkait, kepolisian, TNI, kejaksaan, NGO, dan lain-lain.

Kasat Bimas Polrestabes Semarang, AKBP Juliana Bangun, memimpin apel dan pembacaan ikrar TPPK. Ikrar tersebut mencerminkan komitmen bersama untuk menegakkan prinsip kesetaraan, keadilan, dan keberagaman dalam setiap langkah pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan pendidikan. Ini termasuk pendekatan preventif dengan edukasi komprehensif tentang kekerasan dan pencegahannya, pengembangan program sosialisasi yang meningkatkan kesadaran akan pentingnya lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan inklusif, serta menghormati keberagaman.

Perlindungan dan dukungan yang tepat bagi korban kekerasan juga menjadi prioritas, termasuk menyediakan layanan konseling dan bantuan hukum yang sesuai dengan kebutuhan individu. Pendekatan kolaboratif dengan pemangku kepentingan diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pencegahan dan penanganan kekerasan, bersamaan dengan pengembangan sistem pelaporan yang transparan dan responsif. Evaluasi dan pembaruan kebijakan dan prosedur secara berkelanjutan juga ditekankan untuk memastikan efektivitas dan efisiensi.

AKBP Juliana Bangun menyoroti pentingnya strategi dalam mengembangkan sumber daya manusia yang berkualitas dengan nilai-nilai karakter yang kuat. Beliau mengajak semua pihak untuk mengadopsi gerakan ini di lingkungan mereka. Kolaborasi antar pemangku kepentingan diharapkan dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman. Polri, melalui pernyataan kesiapannya, membuka pintu untuk kolaborasi dan dialog dengan unit pendidikan dalam menciptakan lingkungan yang kondusif.

Kepala SMKN 10 Semarang, Ardan Sirodjuddin, M.Pd., menyatakan dukungannya terhadap inisiatif ini dan menegaskan bahwa sekolah telah membentuk TPPK sesuai dengan Permendikbud 46/2023.

“Kami siap mengawal regulasi ini dan memastikan sekolah kami adalah tempat yang aman dan nyaman untuk belajar,” ujar Ardan Sirodjuddin, M.Pd.

Gerakan “Ayo Rukun”, yang diprakarsai oleh Pj Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana, menjadi inspirasi dalam upaya pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan pendidikan. Ini sejalan dengan komitmen kolaboratif dari berbagai pemangku kepentingan dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman bagi semua.

Penulis : Muhammad Yunan Setyawan, S.Pd, Guru SMKN 10 Semarang

Artikel ini memiliki

6 Komentar

Husna
Selasa, 21 Mei 2024

Semangat dan sehat selalu.. 🤲

Balas
Endang Widayati
Selasa, 21 Mei 2024

Semoga SMKN 10 Semarang terhindar dari tindakan kekerasa

Balas
Dwi Palupi
Selasa, 21 Mei 2024

Alhamdulillah luar biasa

Balas
Aprilia Dwi Asriani
Rabu, 22 Mei 2024

SMK Negeri 10 tetap kondusif, aman, terhindar dari hal – hal yang tidak baik.

Balas
Husna
Minggu, 2 Jun 2024

Semangat dan sehat selalu untuk segenap warga SMKN 10 semarang.. 🤲

Balas
Johan h
Senin, 3 Jun 2024

SMKN 10 ikhtiar selalu untuk maju lebih baik

Balas

Beri Komentar