SEMARANG — SMK Negeri 10 Semarang terus menunjukkan komitmennya menghadirkan Praktik Kerja Lapangan (PKL) berkualitas dan berdaya saing global melalui program PKL Plus berbasis komitmen serapan industri. Program ini sejalan dengan arah kebijakan Direktur SMK, Arie Wibowo Kurniawan, yang menekankan pentingnya ekosistem PKL relevan dengan kebutuhan industri sekaligus membuka peluang kolaborasi internasional bagi siswa vokasi.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui implementasi PKL Plus yang dilaksanakan di luar masa PKL reguler. Program ini dirancang untuk mempercepat kesiapan kerja siswa sekaligus memperkuat keterkaitan dan kesepadanan (link and match) antara sekolah dan Dunia Usaha/Dunia Industri (DUDI). Melalui pendekatan ini, siswa tidak hanya menjalani praktik kerja, tetapi juga terlibat langsung dalam proyek nyata yang memiliki dampak industri.
Salah satu bukti konkret keberhasilan program ini ditunjukkan oleh Muhammad Yazid, siswa kelas XII Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) 1. Berdasarkan Surat Tugas Nomor 001/TA-OUT/II/2026 tertanggal 11 Februari 2026 yang diterbitkan Executive Director CV. Techarea Indonesia Jaya, Moh. Roziq Bahtiar, Yazid ditugaskan melakukan perjalanan dinas ke Penang, Malaysia, pada 12 Februari hingga 5 Maret 2026.
Penugasan tersebut bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan bagian dari pengembangan proyek industri berskala internasional. Di sana, Yazid terlibat sebagai Web Developer dalam proyek riil perusahaan, sehingga memperoleh pengalaman kerja autentik terkait standar profesional global, manajemen proyek, kolaborasi lintas tim, serta budaya kerja internasional.
“Kesempatan ini sangat berharga karena saya bisa belajar langsung dari proyek nyata, bukan simulasi. Saya juga memahami bagaimana ritme kerja global dan standar kualitas yang harus dipenuhi,” ujar Muhammad Yazid saat dihubungi dari Penang.
Program PKL Plus ini juga diperkuat dengan Surat Komitmen Serapan Siswa yang ditandatangani antara pihak sekolah dan industri. Dalam dokumen tersebut, perusahaan menyatakan kesediaannya memberikan kesempatan PKL hingga siswa lulus, menyerap lulusan sebagai tenaga kerja sesuai kebutuhan dan kompetensi, serta mendukung penguatan keterampilan agar selaras dengan standar industri.
Kepala SMK Negeri 10 Semarang, Ardan Sirodjuddin, menegaskan bahwa PKL Plus dengan komitmen serapan industri merupakan strategi konkret meningkatkan mutu lulusan vokasi. Menurutnya, PKL tidak lagi sekadar kewajiban kurikulum, tetapi menjadi wahana pembelajaran profesional yang menentukan masa depan karier siswa.
“PKL Plus kami rancang agar siswa benar-benar siap kerja sejak sebelum lulus. Mereka tidak hanya menguasai kompetensi teknis, tetapi juga karakter kerja, etos profesional, dan memiliki kepastian arah karier,” kata Ardan.
Ia menambahkan bahwa keterlibatan siswa dalam proyek internasional membuktikan bahwa lulusan SMK mampu bersaing di tingkat global. Kepercayaan industri terhadap siswa SMK, lanjutnya, merupakan indikator bahwa pendidikan vokasi di Indonesia semakin relevan dengan kebutuhan dunia kerja modern, khususnya di sektor digital.
Kolaborasi antara sekolah dan industri ini juga mencerminkan transformasi pendidikan vokasi yang menempatkan dunia kerja sebagai bagian integral dari proses pembelajaran. Aktivitas belajar tidak berhenti di ruang kelas, melainkan berlanjut dalam ekosistem kerja nyata, bahkan melintasi batas negara.
Executive Director CV. Techarea Indonesia Jaya, Moh. Roziq Bahtiar, menyatakan pihaknya melihat potensi besar pada siswa SMK yang memiliki kompetensi digital kuat. “Kami percaya siswa vokasi Indonesia memiliki kemampuan yang tidak kalah dengan tenaga kerja internasional. Melalui program ini, kami ingin memberi ruang pembuktian sekaligus membangun pipeline talenta digital masa depan,” ujarnya.
Keikutsertaan siswa dalam proyek internasional dinilai sebagai langkah strategis menghadapi era ekonomi digital yang menuntut tenaga kerja adaptif dan berwawasan global. Pengalaman lintas negara memberikan nilai tambah signifikan, baik dari sisi kompetensi teknis maupun soft skills seperti komunikasi, problem solving, dan kerja tim multikultural.
Dengan semangat kolaborasi, inovasi, serta komitmen serapan industri, SMK Negeri 10 Semarang terus bergerak maju mendukung kebijakan nasional pendidikan vokasi. Sekolah menargetkan lahirnya lulusan yang kompeten, profesional, siap kerja, dan memiliki daya saing global.
Program PKL Plus diharapkan menjadi model praktik baik yang dapat direplikasi oleh sekolah vokasi lain di Indonesia, sehingga lulusan SMK tidak hanya terserap di pasar kerja domestik, tetapi juga mampu berkontribusi di tingkat internasional.
Penulis : Sonalita Wiguna, S.Pd., Guru SMKN 10 Semarang

Semangat n selamat…smoga sukses
Pentingnya untuk mempertahankan kelangsungan program, demi mewujudkan kesiapan lulusan dimedan kompetisi
Mantaaabb’s
Beri Komentar