Info Sekolah
Rabu, 06 Mei 2026
  • SMK Negeri 10 Semarang mengucapkan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan 1447 H

SMK Negeri 10 Semarang Ikuti Kegiatan Implementasi AIRA Mafindo

Diterbitkan : - Kategori : Berita

SEMARANG — SMK Negeri 10 Semarang mengikuti kegiatan Implementasi AIRA (Artificial Intelligence Ready ASEAN) Mafindo yang diselenggarakan oleh MAFINDO Magelang Raya pada Senin, 9 Februari 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Polrestabes Semarang dan diikuti oleh perwakilan dari 15 SMA/SMK di wilayah sekitar sebagai upaya meningkatkan literasi digital dan kesiapan generasi muda menghadapi perkembangan teknologi kecerdasan buatan.

Kegiatan Implementasi AIRA secara resmi dibuka oleh Wakapolrestabes Semarang, Kombespol Wiwit Ari Wibisono, S.H., S.I.K., M.H. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) membawa dampak besar dalam kehidupan manusia, baik di bidang pendidikan, ekonomi, maupun keamanan.

Menurutnya, AI telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, mulai dari penggunaan media sosial, aplikasi pembelajaran, hingga sistem keamanan digital. Namun, ia mengingatkan bahwa pemanfaatan teknologi tersebut harus dilakukan secara bijak dan bertanggung jawab agar tidak menimbulkan dampak negatif di tengah masyarakat.

“Siapa yang paham teknologi, maka akan menguasai ilmunya,” ujar Kombespol Wiwit Ari Wibisono dalam sambutannya di hadapan para peserta dan undangan yang hadir. Ia juga menambahkan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menentukan arah penggunaan teknologi di masa depan. “Kita tidak bisa menolak perkembangan zaman, tetapi kita harus mampu mengendalikan dan memanfaatkannya untuk hal-hal yang positif,” tegasnya.

Implementasi AIRA merupakan bagian dari program yang diinisiasi oleh MAFINDO untuk mendorong kesiapan masyarakat ASEAN, khususnya pelajar, dalam menghadapi era kecerdasan buatan. Program ini dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai peluang sekaligus tantangan penggunaan AI, termasuk potensi penyalahgunaan seperti penyebaran hoaks, manipulasi informasi, hingga kejahatan siber.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan materi mengenai dasar-dasar AI, etika penggunaan teknologi, serta dampak sosial yang mungkin timbul akibat penggunaan yang tidak bertanggung jawab. Diskusi interaktif dan studi kasus turut menjadi bagian dari rangkaian acara guna memperkuat pemahaman peserta terhadap pentingnya literasi digital di era modern.

SMK Negeri 10 Semarang mengirimkan sepuluh siswa sebagai peserta dalam kegiatan tersebut, yakni Moza Maheswari (24286), Evan Paratama YF (24077), Aditya Ibnu (24065), Naufal Ibrahim (24498), Rafiq Ardian (25100), M. Gibran (25167), Tiara Yolanda (25310), Nur Inayah (25480), Shafa Carisa (25488), dan Viola Aura (25524). Kehadiran para siswa ini menjadi wujud komitmen sekolah dalam membekali peserta didik dengan kompetensi yang relevan dengan perkembangan zaman.

Salah satu peserta dari SMK Negeri 10 Semarang, Moza Maheswari, mengungkapkan bahwa kegiatan Implementasi AIRA memberikan wawasan baru tentang besarnya manfaat AI dalam mendukung kehidupan manusia. Ia menilai bahwa teknologi AI dapat membantu meningkatkan efisiensi pekerjaan, mendukung proses pembelajaran, serta mempermudah akses informasi.

“Kegiatan ini membuka wawasan kami tentang bagaimana AI bisa menjadi media pendukung kehidupan manusia, terutama dalam bidang pendidikan dan informasi,” ujar Moza saat ditemui usai kegiatan.

Namun demikian, Moza juga menyadari bahwa penggunaan AI yang tidak bertanggung jawab berpotensi menimbulkan dampak negatif. Ia mencontohkan maraknya penyebaran hoaks, manipulasi gambar atau video, serta berbagai bentuk kejahatan daring yang memanfaatkan kecanggihan teknologi.

“Kalau digunakan tanpa tanggung jawab, AI bisa disalahgunakan untuk menyebarkan hoaks atau melakukan kejahatan digital. Karena itu, pemanfaatannya harus dilandasi prinsip kejujuran, keadilan, tanggung jawab, serta kesadaran dan etika,” jelasnya.

Pihak penyelenggara berharap melalui kegiatan Implementasi AIRA ini, para pelajar tidak hanya memahami aspek teknis penggunaan AI, tetapi juga memiliki kesadaran kritis terhadap dampaknya di masyarakat. Literasi digital yang kuat dinilai menjadi fondasi penting agar generasi muda mampu menjadi pengguna sekaligus pengembang teknologi yang berintegritas.

Kegiatan yang berlangsung dengan tertib dan antusias tersebut juga menjadi ajang kolaborasi antara institusi pendidikan, aparat penegak hukum, dan organisasi masyarakat dalam menciptakan ekosistem digital yang sehat. Dengan keterlibatan berbagai pihak, upaya membangun kesadaran akan pentingnya penggunaan AI secara cerdas dan bertanggung jawab diharapkan dapat berjalan lebih efektif.

Melalui partisipasi dalam Implementasi AIRA, SMK Negeri 10 Semarang menunjukkan komitmennya dalam mendukung program literasi digital dan penguatan karakter peserta didik. Diharapkan, para siswa yang mengikuti kegiatan ini dapat menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah maupun masyarakat, serta mampu memanfaatkan teknologi AI secara cerdas, etis, dan bertanggung jawab demi kemajuan bersama.

Penulis : Nur Kholifah, S.S., Staff Humas SMKN 10 Semarang

Artikel ini memiliki

3 Komentar

Helmi Yuhdana H
Selasa, 10 Feb 2026

Mantaaabb’s

Balas
Eni Supriyati
Selasa, 10 Feb 2026

Kegiatan yg sangat bermanfaat untuk anak anak . Keren.

Balas
Landung Jati ismoyo
Rabu, 11 Feb 2026

Semoga bermanfaat untuk kebaikan dan semakin lebih baik

Balas

Beri Komentar