SEMARANG — Suasana religius dan penuh kekhusyukan menyelimuti Aula SMK Negeri 10 Semarang pada Senin (23/2/2026) pagi. Ratusan jamaah yang terdiri dari guru, karyawan, dan siswa mengikuti kegiatan Sholat Dhuha Berjamaah sebagai bagian dari pembinaan spiritual selama bulan suci Ramadan. Kegiatan dimulai sejak pagi hari dan berlangsung tertib serta khidmat.
Sholat Dhuha dipimpin oleh imam Miftahurrofii, guru Bahasa Indonesia SMK Negeri 10 Semarang. Lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan dengan tartil menghadirkan suasana tenang, membuat para jamaah larut dalam kekhusyukan ibadah sunnah yang memiliki keutamaan besar tersebut.
Wakil kepala sekolah Bidang Kesiswaan, Helmi Yuhdana yang hadir menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin sekolah untuk memperkuat karakter religius warga sekolah. “Kami ingin membiasakan seluruh warga sekolah untuk memulai hari dengan ibadah. Selain meningkatkan keimanan, kegiatan ini juga menumbuhkan kedisiplinan dan kebersamaan,” ujarnya.
Usai pelaksanaan sholat, kegiatan dilanjutkan dengan kuliah tujuh menit (kultum) yang disampaikan oleh Kuslimanto Adi Nugroho, S.Pd.T, guru Produktif Teknik Kendaraan Ringan (TKR). Dalam ceramahnya, ia mengajak seluruh jamaah untuk menyambut Ramadan dengan hati yang bersih, penuh syukur, serta tekad memperbaiki diri.
“Marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT yang masih memberikan kita nikmat iman, nikmat Islam, dan kesempatan untuk kembali bertemu dengan tamu agung, bulan suci Ramadan,” ucapnya membuka kultum.
Ia menekankan bahwa kesempatan hidup hingga Ramadan adalah anugerah besar yang tidak dimiliki semua orang. Banyak orang yang tahun sebelumnya masih berpuasa bersama, namun kini telah tiada. Karena itu, menurutnya, rasa syukur harus diwujudkan dalam peningkatan kualitas ibadah.
“Berdiri kita di sini dalam keadaan sehat adalah kemewahan yang tidak semua orang miliki. Jika hari ini kita masih diberi kesempatan, itu tandanya Allah masih sayang kepada kita dan masih membuka pintu taubat,” katanya.
Lebih lanjut, Kuslimanto mengingatkan bahwa tujuan utama puasa adalah meraih ketakwaan, sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 183. Ia menegaskan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga latihan spiritual untuk mengendalikan diri.
“Takwa adalah ketika kita merasa diawasi Allah meski tidak ada manusia yang melihat. Menjaga lisan, pandangan, dan hati dari hal buruk, itulah esensi puasa yang sebenarnya,” jelasnya di hadapan jamaah yang menyimak dengan serius.
Ia juga menantang para jamaah agar Ramadan tahun ini tidak dijalani secara rutin tanpa perubahan. Mengutip Hadist Nabi Muhammad SAW, ia menyebut bahwa orang yang hari ini sama dengan kemarin termasuk orang yang merugi.
“Jika tahun lalu ibadah kita biasa saja, tahun ini harus lebih baik. Jangan biarkan grafik iman kita datar. Jadikan Ramadan sebagai titik balik perubahan hidup,” tegasnya.
Selain itu, Kuslimanto menekankan pentingnya Al-Qur’an sebagai sahabat utama selama Ramadan. Ia mengingatkan bahwa Ramadan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an dan interaksi dengan kitab suci tersebut harus ditingkatkan.
“Tidak harus langsung khatam jika belum mampu, tapi jangan biarkan mushaf berdebu. Bacalah meski satu halaman, pahami maknanya, dan jadikan Al-Qur’an sebagai penyejuk hati,” tuturnya.
Menutup kultumnya, ia mengajak seluruh jamaah untuk meniatkan puasa sebagai bentuk syukur atas kehidupan yang masih diberikan serta bertekad meningkatkan kualitas ibadah dibanding tahun sebelumnya. Ia juga berharap seluruh peserta dapat keluar dari Ramadan sebagai pribadi yang lebih bertakwa.
Kegiatan Sholat Dhuha Berjamaah ini diharapkan menjadi momentum pembentukan karakter religius sekaligus persiapan mental spiritual bagi seluruh warga sekolah dalam menyambut Ramadan. Pihak sekolah berencana untuk terus mengadakan kegiatan serupa secara berkala guna menanamkan nilai keimanan, kedisiplinan, serta akhlak mulia di lingkungan pendidikan.
Dengan suasana kebersamaan yang hangat dan penuh kekhidmatan, kegiatan pagi itu berakhir menjelang dimulainya proses belajar mengajar. Para guru dan siswa kembali ke kelas masing-masing dengan semangat baru, membawa pesan syukur, takwa, dan tekad memperbaiki diri menuju Ramadan yang lebih bermakna.
Penulis : Muhammad Yunan Setyawan, Waka Humas SMK Negeri 10 Semarang

semangat perubahan menuju pribadi yang lebih bertakwa.
Semoga dapat membentuk siswa lebih bertakwa dan pembentukan karakter demi masa depannya.
Alhamdulilah. Berkah Ramadhan meningkatkan iman dan taqwa kita semua. Aamiin
Alhamdulillah masih diberi kesempatan untuk menjalankan ibadah puasa oleh Alloh SWT . Puasa sbg momentum menambah keimanan dan ketaqwaan kepada Alloh.
Alhamdulillah
Setuju.
Salah satu cara menekunkan diri berinteraksi dengan Alquran adalah dengan menentukan target dan rencana. Sehari minimal berapa halaman/lembar/juz, maka ketika melakukannya seperti ada yang menuntun dan menjadi lebih bersemangat melakukannya.
Beri Komentar