Info Sekolah
Rabu, 28 Feb 2024
  • SMKN 10 Semarang Meraih Juara 2 Lomba Inovasi Sekolah Tahun 2023

PTM 100 Persen, SMKN 10 Semarang Laksanakan Sholat Jumat

Diterbitkan : - Kategori : Berita / Kerohanian

Pembelajaran tatap muka 100℅ yang diterapkan SMKN 10 Semarang dimanfaatkan pengurus masjid SMKN 10 Semarang untuk melaksanakan Sholat Jumat di sekolah. Sholat Jumat kali ini dibilang istimewa karena jamaah tidak hanya warga sekolah tetapi juga diikuti oleh anggota Polri dan peserta CAT seleksi Polri yang sedang berlangsung di SMKN 10 Semarang.

Khatib sholat Jumat kali ini adalah Bapak Drs. Sunarno, guru Kimia SMKN 10 Semarang. Beliau mengajak jamaah Sholat Jumat untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Tema khotbah Jumat yang disampaikan beliau adalah enam perkara yang merusak amal.

Berikut 6 perkara yang merusak amal. Yang pertama Al istghlal bi’uyubil kholqi (sibuk dengan aib orang lain). Sehingga lupa pada aib sendiri. Semut di seberang kelihatan sedang gajah dipelupuk mata tidak kelihatan. Menyitir Quran Surat Al Hujuraat ayat 12 Allah Ta’ala berfirman :

 ﺍﻟﻈَّﻦِّ ﺇِﻥَّ ﺑَﻌْﺾَ ﺍﻟﻈَّﻦِّ ﺇِﺛْﻢٌ ۖ ﻭَﻟَﺎ ﺗَﺠَﺴَّﺴُﻮﺍ

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan berprasangka, karena sesungguhnya sebagian tindakan berprasangka adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain” (QS. Al-Hujurat : 12)
Yang kedua adalah aswatul qulub (hati yang keras). Kerasnya hati terkadang lebih keras dari batu karang. Sulit menerima nasehat. Allah subhânahu wa ta’âlâ berfirman :

ﻭَﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻓِﻲ ﻗُﻠُﻮﺑِﻬِﻢْ ﻣَﺮَﺽٌ ﻏَﺮَّ ﻫَﺆُﻟَﺎﺀِ ﺩِﻳﻨُﻬُﻢْ

Artinya : “…Dan orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya berkata, ‘Mereka itu (orang-orang mu’min) ditipu oleh agamanya.” (QS. Al-Anfâl : 49).

Ketiga adalah Hubbun dunya (cinta terhadap dunia). Merasa hidupnya hanya di dunia aja maka segala aktifitasnya tertuju pada kenikmatan dunia sehingga lupa akan hari esok di akhirat.

Allah Ta’ala berfirman :

ﻣَﻦْ ﻛَﺎﻥَ ﻳُﺮِﻳﺪُ ﺣَﺮْﺙَ ﺍﻵﺧِﺮَﺓِ ﻧﺰﺩْ ﻟَﻪُ ﻓِﻲ ﺣَﺮْﺛِﻪِ ﻭَﻣَﻦْ ﻛَﺎﻥَ ﻳُﺮِﻳﺪُ ﺣَﺮْﺙَ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻧُﺆْﺗِﻪِ ﻣِﻨْﻬَﺎ ﻭَﻣَﺎ ﻟَﻪُ ﻓِﻲ ﺍﻵﺧِﺮَﺓِ ﻣِﻦْ ﻧَﺼِﻴﺐ

Artinya : ”Barang siapa menghendaki pahala akhirat niscaya Kami tambah pahala itu baginya, dan barang siapa menghendaki pahala dunianya niscaya Kami beri pahala baginya, dan tidak ada bagian yang dia peroleh di akhirat”. (Asy-Syura: 20)
Keempat adalah Qillatul haya’ (sedikit rasa malunya). Jika seseorang telah kehilangan rasa malu maka akan melakukan apa saja tanpa takut dosa. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam bersabda :

ﺇﻥَّ ﻟِﻜُﻞِّ ﺩِﻳﻦٍ ﺧُﻠُﻘًﺎ ، ﻭَﺇﻥَّ ﺧُﻠُﻖَ ﺍﻹﺳْﻼَﻡِ ﺍﻟﺤَﻴَﺎﺀ

Artinya : “Sesungguhnya setiap agama itu memiliki akhlak dan akhlak Islam itu adalah rasa malu.” (HR. Ibnu Majah no. 4181)

Sementara yang kelima adalah Thulul amal (panjang angan- angan). Merasa hidupnya masih lama di dunia ini sehingga enggan untuk taubat. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam bersabda:

ﻳَﻬْﺮَﻡُ ﺍﺑْﻦُ ﺁﺩَﻡَ ﻭَﻳَﺒْﻘَﻰ ﻣِﻨْﻪُ ﺍﺛْﻨَﺘَﺎﻥِ : ﺍﻟْﺤِﺮْﺹُ ﻭَﺍﻟْﺄَﻣَﻞُ

Yang terakhir adalah Dhulmun la yantahi (kezhaliman yang tak pernah berhenti). Perbuatan maksiat itu biasanya membuat kecanduan bagi pelakunya, jika tidak segera taubat dan berhenti maka sulit untuk meninggalkan kemaksiatan tersebu
Allah Ta’ala berfirman :

ﻭَﺇِﺫَﺍ ﻋَﻠِﻢَ ﻣِﻦْ ﺁَﻳَﺎﺗِﻨَﺎ ﺷَﻴْﺌًﺎ ﺍﺗَّﺨَﺬَﻫَﺎ ﻫُﺰُﻭًﺍ ﺃُﻭﻟَﺌِﻚَ ﻟَﻬُﻢْ ﻋَﺬَﺍﺏٌ ﻣُﻬِﻴﻦ

Artinya : “Dan apabila dia mengetahui sedikit tentang ayat-ayat Kami, maka ayat-ayat itu dijadikan olok-olok. Merekalah yang memperoleh azab yang menghinakan.” (QS. Al-Jaatsiyah

Kegiatan Sholat Jumat di sekolah dilaksanakan dalam rangka membangun karakter religius siswa.

Penulis : Mustofa, Guru PABP SMKN10 Semarang.

Artikel ini memiliki

1 Komentar

Mustafit
Sabtu, 14 Mei 2022

Materi khutbahnya bagus, boleh ya copi tuk referensi sekaligus buat materi khutbah ditempat kami

Balas

Beri Komentar