Semarang – Dinas Kesehatan Kota Semarang menggelar kegiatan PITERPAN (Pelayanan dan Edukasi Kesehatan Terpadu Pelajar Kota Semarang) di SMK Negeri 10 Semarang pada Selasa, 30 September 2025. Program ini menjadi langkah nyata pemerintah kota untuk meningkatkan kesadaran dan derajat kesehatan pelajar melalui edukasi, pelayanan, hingga pemberdayaan siswa sebagai agen perubahan.
Acara dimulai sejak pagi dengan senam bersama yang diikuti ratusan siswa, guru, serta tamu undangan dari Dinas Kesehatan. Suasana semakin semarak ketika para pelajar diajak bergerak bersama di lapangan sekolah dengan iringan musik penuh semangat. Usai senam, kegiatan dilanjutkan dengan sarapan gizi seimbang yang telah disiapkan, bertujuan membiasakan pola makan sehat di kalangan pelajar.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, DR. dr. Mochammad Abdul Hakam, Sp.PD, FINASIM, hadir langsung dalam kegiatan ini dan menyerahkan piagam penghargaan kepada Kepala SMK Negeri 10 Semarang, Ardan Sirodjuddin, S.Pd, M.Pd. “Kami mengucapkan terima kasih kepada civitas akademika SMK Negeri 10 Semarang yang telah bersedia menjadi tuan rumah PITERPAN. Program ini tidak hanya sekadar acara seremonial, tetapi juga upaya berkesinambungan untuk menciptakan generasi sehat, cerdas, dan berdaya saing,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Abdul Hakam menegaskan pentingnya keterlibatan semua pihak, mulai dari pemerintah, sekolah, tenaga kesehatan, hingga keluarga. “Kesehatan pelajar bukan hanya tanggung jawab Dinas Kesehatan, tetapi menjadi kerja bersama. Melalui PITERPAN, kami ingin mengajak anak-anak menjadi duta kesehatan yang bisa menularkan gaya hidup sehat kepada lingkungannya,” tambahnya.
Rangkaian kegiatan PITERPAN meliputi edukasi kesehatan di kelas-kelas, pemeriksaan kesehatan gratis, pemberian tablet tambah darah kepada remaja putri, penempelan stiker kantin sehat, serta pemberdayaan pelajar sebagai agen perubahan. Pemeriksaan sarapan yang dibawa siswa juga dilakukan untuk menilai kesesuaian gizi, sementara kantin sekolah mendapat kunjungan dan apresiasi atas komitmen menyediakan menu sehat.
Keterlibatan berbagai institusi dalam program ini semakin memperkuat kolaborasi lintas sektor. Hadir mendukung kegiatan antara lain Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI), Puskesmas Bulu Lor, Puskesmas Bandarharjo, perguruan tinggi seperti Undip, Universitas Widya Husada, Udinus, UIN Walisongo, Unnes, Unimus, Poltekkes Kemenkes Semarang, dan Unwahas. Selain itu, Kementerian Agama Kota Semarang, Dinas Pengendalian Penduduk dan KB, Laboratorium Kesehatan Daerah, Jasa Raharja, hingga BPJS Kesehatan Kota Semarang turut berkontribusi.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Negeri 10 Semarang, Helmi Yuhdana, menilai program PITERPAN harus dijalankan secara konsisten. “Ini adalah salah satu program pemerintah yang sangat bermanfaat. Adanya Senam Anak Indonesia Hebat, sarapan pagi bersama, hingga cek kesehatan gratis secara berkala menjadi bentuk perhatian nyata untuk kesehatan generasi muda. Kami berharap program ini terus berlanjut agar siswa semakin sadar pentingnya pola hidup sehat,” ungkap Helmi.
Dukungan juga datang dari kalangan akademisi. Perwakilan Universitas Diponegoro menilai kegiatan ini relevan dengan upaya pencegahan masalah gizi dan kesehatan remaja. “Kesadaran gizi seimbang harus dimulai sejak sekolah. PITERPAN menjadi wadah tepat untuk mengedukasi siswa sekaligus memberi pelayanan langsung,” kata salah satu dosen yang hadir.
Selain itu, peran puskesmas sebagai ujung tombak layanan kesehatan masyarakat terlihat nyata. Petugas dari Puskesmas Bulu Lor mengaku senang dapat terlibat langsung. “Kami melakukan skrining kesehatan, termasuk pemeriksaan tekanan darah, hemoglobin, dan kebiasaan sarapan siswa. Hasil ini akan menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar pembinaan kesehatan di sekolah,” ujar salah satu tenaga medis.
Bagi siswa, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga. Mereka tidak hanya belajar teori tentang pola hidup sehat, tetapi juga merasakannya langsung melalui aktivitas fisik, sarapan bersama, hingga diskusi mengenai kesehatan remaja. “Saya jadi lebih paham pentingnya makan dengan gizi seimbang dan rutin olahraga. Senang juga dapat tablet tambah darah untuk menjaga kesehatan,” ungkap Nur Inayah Putri, siswi kelas X.
Program PITERPAN diharapkan menjadi tonggak perubahan pola hidup di kalangan pelajar Semarang. Dengan menekankan pentingnya kesehatan fisik dan gizi, program ini bertujuan menangani tren masalah kesehatan remaja sekaligus membangun budaya hidup sehat di sekolah.
“Kami ingin melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga sehat jasmani dan rohani. Karena hanya dengan tubuh sehat, pelajar bisa meraih prestasi optimal,” tutup Abdul Hakam.
Penulis : Sofiatul Nadziyah, S.Pd, Staf Kesiswaan SMK Negeri 10 Semarang

Mantaaabb’s . . .
Luar biasa🔥
Hebat, sehattt SMKN 10 Semarang
Mantap….
Kereeen👍👍
Kegiatan yang sangat positif dan bermanfaat bagi semua warga sekolah 👍
SMKN 10 semakin jaya terus berkembang mantap
Sangat bermanfaat…
Di dalam tubuh yang sehat ada juwa yang kuat
Melalui PITERPAN hadir di SMK Negeri 10 Semarang, Dinas Kesehatan mendorong pelajar menjadi duta kesehatan, membangun generasi muda yang peduli, sehat, dan berdaya untuk masa depan bangsa
Program yg bagus , semoga TDK hanya berhenti disini, tetapi terus berkesinambungan.
Keren sekali
Jos bravo SMKN10 sehat 👍🙏❤️
Smkn 10 semakin maju …
Kegiatan yang sangat positif dan bermanfaat bagi semua warga sekolah
Alhamdulillah dg hadirnya piterpan anak2 SMK n 10semarang menjadi lebih sehat kuat jiwa dan raga..aamin
sehat wal afiat aamiin
Keren👍💯
Keeren 👍👍💯
Beri Komentar