Semarang.Semarang – Dalam upaya menumbuhkan semangat berorganisasi sekaligus meningkatkan kapasitas diri generasi muda, perwakilan dari SMKN 10 Semarang mengikuti kegiatan Capacity Building yang digelar pada 2–3 Mei 2025. Acara berlangsung di Villa Bokong Semar, kawasan Gunung Pati, dan diikuti oleh anggota Forum Remaja Palang Merah Indonesia (FORPIS) 15 dari berbagai sekolah di Kota Semarang.
Kegiatan yang diprakarsai oleh FORPIS 15 PMI Kota Semarang ini menjadi ajang penguatan karakter dan kepemimpinan bagi para remaja yang aktif dalam organisasi kemanusiaan di sekolah masing-masing. Selain sebagai sarana peningkatan kapasitas, kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi untuk menyusun rencana kerja bersama yang akan dijalankan dalam periode mendatang.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta mendapatkan berbagai materi dan pelatihan tentang kepemimpinan, kerja sama tim, dan strategi perencanaan kegiatan sosial yang berdampak positif bagi masyarakat. Pendekatan yang digunakan bersifat interaktif dan aplikatif, sehingga peserta tidak hanya menerima teori tetapi juga langsung mempraktikkan dalam bentuk simulasi dan diskusi kelompok.
Muhammad Kafa Fadli Wahyu, siswa kelas X TSM 2 yang menjadi perwakilan SMKN 10 Semarang, mengaku sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Ia merasa pengalaman tersebut membuka wawasan baru sekaligus memperkuat semangatnya untuk aktif berorganisasi. “Kegiatannya asik, memotivasi, dan rame. Saya jadi lebih semangat untuk aktif di organisasi karena mendapat banyak pengalaman dan teman baru,” tuturnya dengan semangat.
Para peserta juga diajak untuk merefleksikan peran mereka sebagai remaja dalam membangun lingkungan yang peduli, inklusif, dan berorientasi pada kemanusiaan. Dalam sesi penutup, seluruh peserta sepakat bahwa kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan untuk membentuk karakter kepemimpinan yang tangguh dan bertanggung jawab.
Salah satu fasilitator dari PMI Kota Semarang menegaskan pentingnya kegiatan capacity building bagi generasi muda. “Remaja adalah motor perubahan. Lewat pelatihan seperti ini, kami berharap mereka bisa menjadi agen kebaikan, tidak hanya di sekolah tetapi juga di masyarakat,” jelasnya.
Kegiatan ini ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama untuk menjalankan program kerja FORPIS ke depan dengan semangat kolaborasi dan pelayanan. Para peserta juga bersepakat untuk saling mendukung antar sekolah demi memperkuat jejaring organisasi kemanusiaan di tingkat pelajar.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan setiap peserta dapat mengimplementasikan ilmu dan pengalaman yang diperoleh untuk menjadi pribadi yang lebih tangguh dan berdaya. Tak hanya memperkuat organisasi, mereka juga diharapkan mampu memberi kontribusi nyata dalam membangun lingkungan yang lebih peduli dan berdaya guna.
Penulis : Nindar Setiyoningsih, S.Pd., Guru Bahasa Inggris SMKN 10 Semarang

Capacity building memang efektif sekali untuk memperkuat kemampuan dan potensi suatu organisasi maupun komunitas sehingga lebih efektif dan efisien dalam melaksanakan tugas dan mencapai hasil yang diinginkan… Semoga segera ada capacity building 😊
Beri Komentar