SEMARANG-Suasana khidmat menyelimuti Masjid Baitul Iman SMK Negeri 10 Semarang pada Jumat, 12 September 2025. Ratusan guru, karyawan, dan siswa berkumpul dalam rangka memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW. Acara ini digelar sebagai wujud cinta dan penghormatan kepada Rasulullah, sekaligus menjadi momentum refleksi untuk meneladani akhlak mulia beliau dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan peringatan Maulid Nabi kali ini menghadirkan penceramah Ustadz Candra Yunian, S.Pd. Dalam tausiyahnya, ia mengajak seluruh jamaah untuk kembali merenungi perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW sebagai teladan utama umat Islam. “Tema kita tahun ini adalah Dengan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW kita refleksikan keteladanan dan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari. Rasulullah telah memberi contoh nyata tentang bagaimana beribadah dengan benar, menjaga hubungan dengan sesama, dan menghormati orang tua,” ungkap Ustadz Candra.
Ia menekankan empat hal penting yang dapat dijadikan pegangan bagi seluruh warga sekolah dalam meneladani Rasulullah. “Mari kita perbaiki wudhu kita, perbaiki sholat kita, jaga pergaulan kita, dan hormati orang tua kita. Jika empat hal ini kita jalankan dengan sungguh-sungguh, maka insyaAllah kita akan menjadi pribadi yang lebih baik dan membawa keberkahan bagi lingkungan sekitar,” tambahnya.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini juga memiliki makna istimewa karena digelar di Masjid Baitul Iman yang baru saja diresmikan penggunaannya. Masjid yang berada di lingkungan SMK Negeri 10 Semarang itu kini menjadi pusat kegiatan ibadah dan pembinaan karakter religius bagi siswa. Muhammad Suparjo, salah satu guru Agama Islam di sekolah tersebut, mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya.
“Sebagai guru Agama Islam saya merasa bahagia dengan diresmikannya penggunaan Masjid Baitul Iman SMK Negeri 10 Semarang. Dengan adanya fasilitas masjid, kegiatan ibadah sholat fardhu bagi seluruh siswa maupun bapak/ibu guru dan karyawan sudah terpenuhi. Secara hukum fiqih, tanggung jawab takhlifi dan amanah yang konsekuensinya berdosa bagi pimpinan dan orang dewasa di lingkungan sekolah jika belum ada fasilitas tersebut sudah lepas. Selanjutnya kita tinggal memakmurkannya dalam kegiatan sehari-hari,” kata Suparjo.
Ia menambahkan bahwa keberadaan masjid juga memberi manfaat lebih karena dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar jika ruang kelas tidak mencukupi. “Jadi selain berfungsi sebagai pusat ibadah, masjid ini juga bisa menunjang kegiatan pendidikan,” lanjutnya.
Acara berlangsung dengan lancar dan penuh kekhusyukan. Para siswa tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan, mulai dari pembacaan shalawat, tausiyah, hingga doa bersama. Bagi mereka, peringatan Maulid Nabi bukan sekadar ritual tahunan, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah serta meningkatkan kualitas diri.
Kepala sekolah SMK Negeri 10 Semarang, Ardan Sirodjuddin yang turut hadir dalam acara ini menegaskan pentingnya menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai sarana pembentukan karakter. “Pendidikan tidak hanya soal akademik, tetapi juga membangun akhlak mulia. Dengan peringatan seperti ini, kami berharap siswa dapat meneladani Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, keluarga, maupun masyarakat,” ujarnya.
Dengan gema shalawat yang berkumandang dan pesan moral yang mendalam, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SMK Negeri 10 Semarang menjadi bukti nyata bahwa pendidikan berbasis religius dan moral terus dihidupkan di lingkungan sekolah. Momentum ini diharapkan mampu menguatkan semangat seluruh warga sekolah untuk terus menapaki jalan kebaikan sesuai ajaran Rasulullah.
Penulis : Muhammad Yunan Setyawan, Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Masyarakat dan Industri SMK Negeri 10 Semarang

👍,👍👍
Beri Komentar