Semarang – Sebanyak 28 mahasiswa dari Universitas Negeri Semarang (UNNES) secara resmi diterjunkan ke SMK Negeri 10 Semarang pada Rabu, 9 Juli 2025. Kegiatan bertajuk Penerjunan Mahasiswa Lantip 5 UNNES ini berlangsung di Ruang Baita Adi Guna dan merupakan bagian dari program LANTIP (Latihan Profesi), yang dirancang untuk memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa kependidikan dalam dunia praktik pembelajaran di sekolah.
Dalam kegiatan seremonial penerjunan tersebut, hadir Dosen Pembimbing Lapangan, Dr. Agung Kuswantoro, S.Pd, M.Pd, yang memberikan arahan kepada para mahasiswa sebelum memulai masa praktik. Dalam sambutannya, Dr. Agung menekankan pentingnya menjaga integritas sebagai calon pendidik serta menjunjung tinggi nama baik universitas selama menjalani kegiatan di sekolah mitra.
“Saya harap para mahasiswa mampu menyesuaikan diri dengan kultur sekolah, mengikuti aturan yang berlaku, dan yang paling utama adalah menimba sebanyak mungkin ilmu dan pengalaman dari para guru pamong. Jangan lupa untuk menjaga etika, serta membawa nama baik almamater UNNES,” ungkapnya.
Penerimaan mahasiswa secara simbolis dilakukan oleh Koordinator Guru Pamong SMK Negeri 10 Semarang, Suhermawan, yang didampingi oleh Plt Kepala Subbagian Tata Usaha mewakili Kepala Sekolah, serta jajaran guru pamong. Dalam sambutannya, Suhermawan menyambut baik kedatangan para mahasiswa dan menyampaikan harapan agar mereka tidak hanya menjadi pengamat, tetapi turut aktif dalam kehidupan sekolah.
“Kami menyambut hangat kehadiran mahasiswa Lantip 5 UNNES di lingkungan kami. Kami harapkan adik-adik mahasiswa dapat menunjukkan kedisiplinan dalam waktu, serta memberikan kontribusi berupa update informasi dan perkembangan di dunia akademik yang bisa dibagikan kepada guru dan siswa. Selain itu, kami juga berharap partisipasi aktif dalam berbagai program sekolah seperti literasi, 5 S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun), kegiatan ekstrakurikuler, serta kegiatan pengembangan lainnya,” kata Suhermawan.
Program LANTIP merupakan agenda rutin Universitas Negeri Semarang yang dirancang untuk memfasilitasi mahasiswa, khususnya dari program studi kependidikan, dalam menerapkan ilmu yang telah mereka pelajari selama di bangku kuliah ke dalam dunia nyata. Fokus utamanya adalah memberikan pengalaman langsung dalam proses pembelajaran, pendampingan siswa, serta pengembangan media edukatif di sekolah mitra. Di sisi lain, program ini juga mendorong kolaborasi antara dunia pendidikan tinggi dengan sekolah-sekolah di berbagai jenjang, dalam rangka memperkaya wawasan akademik dan sosial para mahasiswa.
Selama masa praktik yang akan berlangsung selama beberapa bulan ke depan, para mahasiswa akan terlibat dalam berbagai kegiatan di SMK Negeri 10 Semarang. Selain membantu proses pembelajaran di kelas, mereka juga akan berkontribusi dalam pendampingan siswa, dan mengadakan kegiatan edukatif. Mahasiswa dituntut tidak hanya sekadar hadir secara fisik, tetapi juga hadir secara intelektual dan emosional, sehingga mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan sekolah.
Kegiatan penerjunan ini menjadi momentum penting bagi para mahasiswa untuk melangkah dari dunia teoritis ke dunia praktis. Dalam suasana hangat dan penuh semangat, terlihat para mahasiswa antusias mengikuti rangkaian acara yang menandai dimulainya perjalanan mereka sebagai calon pendidik profesional.
Dengan diterjunkannya mahasiswa Lantip 5 ini, diharapkan tidak hanya memberikan ruang belajar bagi mahasiswa, tetapi juga membawa angin segar dan semangat baru bagi sekolah mitra. Praktik lapangan semacam ini dianggap sebagai jembatan penting yang menghubungkan perguruan tinggi dengan kebutuhan nyata dunia pendidikan di sekolah, khususnya dalam menghadapi dinamika perubahan zaman dan tantangan global.
Melalui keterlibatan aktif dalam program LANTIP, mahasiswa UNNES tidak hanya memperkaya kompetensinya sebagai pendidik, tetapi juga belajar membangun jejaring, memahami konteks sosial pendidikan, serta mengasah kepekaan dalam melihat permasalahan dan potensi di lapangan. SMK Negeri 10 Semarang, sebagai mitra strategis, pun menyatakan komitmennya untuk mendampingi mahasiswa dalam menjalani proses belajar yang tidak kalah penting dibandingkan pembelajaran formal di kampus.
Kegiatan ini pun menjadi cerminan sinergi yang produktif antara institusi pendidikan tinggi dan sekolah sebagai wahana praktik, di mana keduanya saling mendukung untuk membentuk generasi guru masa depan yang tangguh, adaptif, dan berdedikasi tinggi.
Penulis : Andhika Wildan Krisnamurti, M.Pd, Guru Matematika SMK Negeri 10 Semarang

Selamat mengaplikasikan ilmunya di kampus SMKN 10 Semarang lancar dan sukses selalu. Menyala SMKN 10 ☀️☀️☀️❤️❤️
Beri Komentar