Jakarta – Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi guru tertentu tahun 2025 resmi dibuka pada Rabu, 8 Mei 2025. Kegiatan pembukaan ini dilakukan secara daring melalui kanal resmi Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, diikuti oleh seluruh guru calon peserta PPG dari berbagai provinsi di Indonesia.
Program ini menjadi bagian penting dalam upaya mewujudkan guru profesional yang tidak hanya memiliki sertifikasi, tetapi juga berkompetensi dalam menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Abdul Mukti, M.Ed., dalam sambutannya menegaskan pentingnya PPG sebagai ikhtiar memperkuat kualitas guru di Indonesia. “Guru bukan sekadar pengajar di kelas, tetapi juga pembimbing, mentor, dan pemandu bagi siswa. Oleh karena itu, guru harus terus meningkatkan kompetensinya, baik pedagogik, akademik, sosial, maupun moral,” tegas Prof. Abdul Mu’ti dalam pidatonya.
Pelaksanaan PPG tahun ini menargetkan percepatan sertifikasi sekitar 800.000 guru yang belum bersertifikat pendidik, sebagai bagian dari strategi pemerintah menuntaskan program PPG dalam kurun waktu kurang dari tiga tahun. Berdasarkan data yang disampaikan, tahap pertama PPG tahun 2025 diikuti oleh 325.000 guru dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD hingga pendidikan luar biasa, tersebar di 124 LPTK di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, lebih dari 50 persen peserta berasal dari guru non-ASN atau guru swasta.
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan dan Pendidikan Guru, Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd., menambahkan bahwa PPG tahun 2025 merupakan bagian dari program prioritas nasional dalam penguatan sumber daya manusia. “PPG bukan sekadar formalitas untuk sertifikasi. Ini program prioritas kementerian, dan sekaligus menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto. Guru adalah ujung tombak keberhasilan semua program pendidikan kita,” ujar Prof. Nunuk Suryani.
Pelaksanaan PPG guru tertentu tahun 2025 dilakukan secara daring melalui platform Rumah Pendidikan, di mana pembelajaran mandiri dirancang fleksibel agar tidak mengganggu aktivitas mengajar guru. Sementara uji kompetensi akan disesuaikan dengan kesiapan masing-masing peserta. Menariknya, seluruh proses PPG ini sepenuhnya gratis tanpa dipungut biaya apapun. Prof. Nunuk Suryani mengingatkan, “Kami pastikan seluruh tahapan, mulai dari pendaftaran, pembelajaran, hingga uji kompetensi, dilakukan tanpa biaya. Jika ada pihak yang meminta pembayaran, itu dipastikan penipuan.”
Selain itu, Dirjen GTK juga mengingatkan pentingnya kejujuran dan integritas selama mengikuti PPG. “Kelulusan mendekati 99 persen jika semua dijalankan dengan sungguh-sungguh. Namun, kami tetap menindak tegas segala bentuk kecurangan,” tegasnya.
Program PPG 2025 diharapkan menjadi langkah akseleratif menuju target 100 persen guru bersertifikat pendidik pada 2029. Pemerintah juga menyiapkan program beasiswa bagi sekitar 249.000 guru yang belum memenuhi kualifikasi S1/D4 agar mereka dapat mengikuti PPG di tahun-tahun mendatang.
“Langkah ini adalah bagian dari mimpi besar kami untuk mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua. Guru yang profesional akan membawa kesejahteraan, baik bagi dirinya maupun bagi pendidikan Indonesia secara keseluruhan,” pungkas Prof. Nunuk Suryani.
Video webinar bisa diakses disini :

Beri Komentar