SEMARANG-Jumbara dan Temukarya KSR ke XIV Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang resmi digelar di Bumi Perkemahan Hardawalika pada 23 hingga 25 September 2025. Kegiatan tiga hari ini menghadirkan 1.200 peserta dari berbagai tingkatan, mulai dari Palang Merah Remaja (PMR) Mula, PMR Madya, PMR Wira, hingga Korps Sukarela (KSR) dari perguruan tinggi se-Kota Semarang.
Acara dibuka secara resmi oleh Asisten II Sekretariat Daerah Kota Semarang yang hadir mewakili Wali Kota Semarang. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya menumbuhkan semangat kerelawanan di kalangan generasi muda. “Ada tiga kata kunci dalam kegiatan ini, yaitu solidaritas, kebersamaan, dan kepedulian. Melatih jiwa kerelawanan sejak dini adalah bekal penting dalam membangun bangsa,” tegasnya di hadapan ratusan peserta yang antusias mengikuti upacara pembukaan.
Jumbara, atau Jumpa Bakti Gembira, merupakan agenda rutin PMI yang menggabungkan unsur pelatihan, perlombaan, serta pertemuan kreatif antarrelawan muda. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya diajarkan tentang keterampilan pertolongan pertama dan kesiapsiagaan bencana, tetapi juga dilatih dalam aspek kepemimpinan, kerja sama tim, hingga kemampuan berkomunikasi. Temukarya KSR yang menjadi bagian dari rangkaian acara juga menjadi wadah bagi relawan perguruan tinggi untuk bertukar gagasan dan memperkuat jaringan kepalangmerahan.
Kemeriahan tampak sejak hari pertama, ketika para peserta mendirikan tenda, menyiapkan perlengkapan, hingga mengikuti berbagai sesi pembekalan. Suasana kebersamaan begitu terasa, ditandai dengan yel-yel khas masing-masing kontingen yang menggema di area perkemahan. Selain itu, sejumlah perlombaan digelar untuk menguji keterampilan para peserta, mulai dari simulasi penanganan kecelakaan, lomba kreativitas, hingga tantangan ketangkasan lapangan.
Dari rangkaian lomba yang digelar, SMK Negeri 10 Semarang berhasil menorehkan prestasi dengan meraih Juara Grade B. Meski bukan juara utama, capaian ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi para anggota PMR sekolah tersebut, mengingat persaingan yang cukup ketat dengan ratusan peserta lain.
Suparyati, pembina PMR SMK Negeri 10 Semarang, mengaku bangga atas pencapaian siswanya. Ia menilai Jumbara menjadi pengalaman berharga yang memberi dampak positif bagi perkembangan diri para peserta. “Kegiatan Jumbara sangat bagus untuk para peserta PMR, karena bisa mendidik para siswa untuk disiplin, melatih kepemimpinan, melatih kreativitas, melatih kemandirian, melatih hidup sehat, serta bersosialisasi dengan sesama peserta,” ujarnya.
Lebih jauh, Suparyati menambahkan bahwa pengalaman mengikuti kegiatan berskala kota seperti ini akan menjadi bekal berharga bagi siswa ketika kelak terjun ke masyarakat. Menurutnya, nilai-nilai solidaritas dan kepedulian yang ditanamkan PMI sangat relevan dengan tantangan zaman yang menuntut generasi muda untuk lebih peka terhadap sesama.
Tidak hanya peserta, para pembina dan pendamping pun ikut merasakan manfaat dari kegiatan ini. Melalui forum Temukarya, mereka dapat berbagi pengalaman, berdiskusi mengenai strategi pembinaan PMR, sekaligus memperkuat sinergi antar sekolah dan perguruan tinggi. Hal ini sejalan dengan misi PMI Kota Semarang yang berkomitmen mencetak relawan muda berdaya saing, terampil, dan siap mengabdi.
Selama kegiatan berlangsung, panitia juga memastikan aspek kesehatan dan keamanan peserta dengan menyiapkan posko medis dan tim siaga. Semua itu dilakukan untuk menjamin kenyamanan para peserta yang sebagian besar masih berusia pelajar.
Pada penutupan kegiatan, panitia menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah menunjukkan semangat tinggi. “Yang terpenting bukan hanya soal juara, tetapi bagaimana kita bisa membawa pulang semangat kebersamaan dan pengalaman berharga. Harapan kami, para peserta dapat menjadi agen perubahan di lingkungannya masing-masing,” ujar salah satu panitia.
Dengan berakhirnya Jumbara dan Temukarya KSR ke XIV ini, diharapkan semangat kepalangmerahan semakin tumbuh di hati generasi muda Kota Semarang. Seperti pesan yang disampaikan dalam pembukaan, tiga kata kunci—solidaritas, kebersamaan, dan kepedulian—menjadi bekal penting untuk melahirkan relawan-relawan yang mampu berkontribusi nyata bagi kemanusiaan.
Penulis : Dini Riyani, Staf Kesiswaan SMK Negeri 10 Semarang

Berbagi budaya kita
Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk memupuk solidaritas dan kepedulian serta kolaborasi bagi semua peserta. 👍
semoga bermanfaat acara ini
Generasi muda belajar bukan hanya cerdas, tapi juga berjiwa sosial. Itulah makna Jumbara dan Temukarya KSR XIV PMI Kota Semarang
Solidaritas, kebersamaan dan kepedulian
Sangat bermanfaat .
Keren
Bermanfaat siswa yang mengikuti 👍
Kegiatan yang bermanfaat
Luar biasa…
sangat bermanfaat, luar biass…
Smoga bisa menjadikan anak-anak yg selalu peduli, kreatif dan selalu bersosialisali.
Mantaaabb’s
Semangat semuanyaa
Menambah informasi dan wawasan …
Sukses selalu SMK 10…
The best
Selalu di depan
Luar biasa 👍👍
Semoga Kegiatan jumbara ini bisa mendidik para siswa SMKN 10 Semarang yang ikut menjadi insan yang disiplin, kreativitas, mandirian, bisa melatih hidup sehat, melatih kepemimpinan serta bersosialisasi. SMKN 10 Semarang makin mantap
Luar biasa
Kegiatan Jumbara sangat bagus untuk para peserta PMR, karena bisa mendidik para siswa untuk disiplin, melatih kepemimpinan, melatih kreativitas, melatih kemandirian, melatih hidup sehat, serta bersosialisasi dengan sesama peserta. SMKN 10 Semarang semakin jaya.👍🏻
Sangat bermanfaat
Keren🔥
Keren👏👏👏
Semangat💪
3 kata kunci kegiatan: solidaritas, kebersamaan, dan kepedulian perlu diserap dan diterapkan pada semua kegiatan-kegiatan kesiswaan untuk membentuk karakter siswa yang ideal.
Pembinaan karakter murid melalui Pramuka yang mandiri, bertanggung jawab, kerjasama, serta kreatif dan inovatif
Menyala🔥
Kegiatan yg bagus melatih keberanian siswa tampil tidak hanya disekolah tetapi juga diluar sekolah. Semangat anak anak .
Bagus
Istimewa
kegiatan Jumbara menjadi bekal siswa untuk berlatih kerjasama, meningkatan rasa kepedulian serta kemandiriaan. Semangat menimba ilmu siswa siswi SMK N 10.
Semangat👍👍👍
Beri Komentar